Jasa Marga

Jasa Marga Tingkatkan Keselamatan dan Kenyamanan Pengguna Tol Jakarta–Cikampek Selama Perbaikan Intensif

Jasa Marga Tingkatkan Keselamatan dan Kenyamanan Pengguna Tol Jakarta–Cikampek Selama Perbaikan Intensif
Jasa Marga Tingkatkan Keselamatan dan Kenyamanan Pengguna Tol Jakarta–Cikampek Selama Perbaikan Intensif

JAKARTA - PT Jasamarga Transjawa Tol (JTT) terus mengintensifkan perbaikan dan pemeliharaan di Ruas Tol Jakarta–Cikampek. Upaya ini dilakukan untuk memastikan keselamatan dan kenyamanan pengguna jalan tetap terjaga meski curah hujan masih tinggi.

Vice President Corporate Secretary & Legal JTT, Ria Marlinda Paallo, mengatakan kondisi hujan memengaruhi perkerasan di beberapa titik. Namun, perusahaan menegaskan hal itu bukan alasan menunda pekerjaan perbaikan jalan.

Perbaikan Jalan Tol Dilakukan Secara Bertahap dan Terukur

Pada Sabtu, 31 Januari 2026, JTT melakukan perbaikan di 128 titik Jalur A arah Cikampek. Lokasi perbaikan mencakup KM 28+800 hingga KM 63+580, sementara di Jalur B arah Jakarta terdapat 112 titik dari KM 73+750 hingga KM 11+650.

Pekerjaan dilanjutkan pada Minggu, 1 Februari 2026, dengan penanganan di 204 titik Jalur A KM 02+250 hingga KM 46+250. Jalur B arah Jakarta diperbaiki di 154 titik dari KM 57+550 hingga KM 07+200.

Inspeksi lapangan dilakukan secara berkala untuk memastikan jalan tetap laik dan aman. Pada Senin, 2 Februari 2026, patching dilaksanakan di 47 titik Jalur A KM 24+000 hingga KM 66+570.

Di Jalur B, 40 titik diperbaiki antara KM 44+700 hingga KM 02+700. Seluruh kegiatan dijalankan dengan pengaturan lalu lintas terkoordinasi untuk meminimalkan gangguan terhadap pengguna jalan.

Strategi Operasional dan Kesiapan Lapangan untuk Layanan Optimal

Ria Marlinda menekankan JTT menyiagakan personel operasional 24 jam di lapangan. Hal ini untuk memastikan respons cepat jika ditemukan kondisi jalan yang memerlukan penanganan lanjutan.

“Kami tetap melakukan perbaikan meski cuaca dan lalu lintas padat. Keselamatan pengguna jalan tidak boleh dikompromikan, sekaligus jalan tol harus tetap beroperasi,” ujarnya.

Strategi operasional disesuaikan dengan kondisi di lapangan agar pekerjaan efektif dan dampak terhadap arus lalu lintas minimal. Pendekatan ini juga tetap menjaga kualitas hasil pekerjaan dan aspek keselamatan.

Selain itu, JTT memperkuat koordinasi internal, kesiapan peralatan, serta ketersediaan material. Fasilitas keselamatan jalan dan layanan informasi juga dioptimalkan untuk kenyamanan pengguna tol.

Ria mengimbau pengendara selalu berhati-hati dan menjaga jarak aman. Pengguna tol diharapkan mematuhi rambu dan arahan petugas, terutama saat melintasi area perbaikan dan kondisi hujan.

Masukan dari pengguna jalan menjadi bagian penting untuk mempercepat penanganan dan meningkatkan kualitas layanan. Hal ini sejalan dengan komitmen JTT dalam menjaga kepuasan dan keamanan pengguna jalan.

Selain itu, JTT menyiapkan ganti rugi bagi kendaraan yang mengalami kerusakan akibat kondisi jalan tol. “Penggantian dilakukan jika kerusakan terbukti akibat kondisi jalan dan prosedur yang berlaku telah dipenuhi,” jelas Ria.

Pengguna jalan dapat melaporkan kerusakan dan mendapatkan tindak lanjut melalui petugas di lapangan. Layanan juga tersedia melalui One Call Center Jasa Marga 24 jam di 14080 atau aplikasi TRAVOY di iOS dan Android.

Kegiatan perbaikan bertahap ini menunjukkan keseriusan JTT dalam menjaga kualitas infrastruktur. Langkah ini sekaligus mengurangi risiko kecelakaan dan meminimalkan ketidaknyamanan pengguna tol.

Pengelolaan lalu lintas yang terkoordinasi menjadi faktor kunci keberhasilan pekerjaan perbaikan. Dengan sistem pengaturan yang tepat, arus kendaraan tetap lancar meski sejumlah titik tol sedang diperbaiki.

Pemeliharaan jalan tol secara rutin juga berdampak pada umur infrastruktur yang lebih panjang. Dengan kualitas perbaikan terjaga, jalan tol dapat digunakan aman oleh jutaan pengendara setiap harinya.

Keberlanjutan proyek perbaikan ini memperlihatkan kemampuan JTT dalam menghadapi tantangan cuaca ekstrem. Perusahaan tetap menjaga operasional tol tanpa mengurangi aspek keselamatan maupun kenyamanan pengguna.

Selain perbaikan fisik, pengawasan dan pengaturan lalu lintas menjadi perhatian utama. Personel lapangan selalu siap memberikan arahan dan bantuan untuk mencegah potensi gangguan.

Penting bagi pengguna jalan untuk tetap waspada dan mengikuti instruksi petugas. Kerjasama ini membantu meminimalkan risiko selama proses perbaikan berlangsung.

Dengan strategi yang terencana dan koordinasi optimal, JTT mampu menjaga kondisi jalan tetap layak dan aman. Pendekatan ini menjadi bukti komitmen perusahaan dalam pelayanan publik.

Keselamatan, kenyamanan, dan kualitas infrastruktur tetap menjadi fokus utama JTT. Hal ini sejalan dengan misi perusahaan dalam menyediakan layanan tol yang profesional dan berkelanjutan.

Langkah-langkah yang dilakukan selama perbaikan tol Jakarta–Cikampek diharapkan menjadi contoh pengelolaan jalan tol modern. Efisiensi pekerjaan dan keamanan pengguna jalan tetap diutamakan dalam setiap tahap perbaikan.

Dengan kesiapan lapangan 24 jam dan prosedur ganti rugi yang jelas, JTT memastikan pengguna tol mendapat perlindungan maksimal. Pendekatan ini juga meningkatkan kepercayaan publik terhadap pengelolaan infrastruktur jalan tol di Indonesia.

Secara keseluruhan, kombinasi perbaikan bertahap, pengaturan lalu lintas, serta layanan respons cepat menunjukkan profesionalisme JTT. Keselamatan dan kenyamanan pengguna jalan tetap menjadi prioritas utama perusahaan.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index