Kesehatan

Kenali Penyakit Tersembunyi Lewat Aroma Napas yang Bisa Jadi Alarm Kesehatan Anda

Kenali Penyakit Tersembunyi Lewat Aroma Napas yang Bisa Jadi Alarm Kesehatan Anda
Kenali Penyakit Tersembunyi Lewat Aroma Napas yang Bisa Jadi Alarm Kesehatan Anda

JAKARTA - Bau napas sering dianggap sepele, padahal bisa menjadi pertanda kondisi medis yang serius. Penelitian terbaru berjudul “The Gut Microbiota Shapes the Human and Murine Breath Volatilome” menegaskan hal ini.

Para ilmuwan menemukan bahwa napas manusia mengandung senyawa organik volatil yang berasal dari mikroba usus. Senyawa ini bisa memberikan petunjuk mengenai kondisi mikrobioma usus dan kesehatan tubuh secara keseluruhan.

“Senyawa dalam napas mengandung informasi penting tentang kesehatan, dan sebagian senyawa itu berasal dari mikroba di usus,” kata Division Chief of Infectious Diseases di The Children’s Hospital of Philadelphia, Audrey R. Odom John, M.D., Ph.D., dikutip dari Prevention, pada Senin, 2 Februari 2026.

Jika bau napas abnormal terus muncul meski sudah menjaga kebersihan mulut, hal ini bisa menjadi alarm untuk memeriksakan diri ke dokter. Aroma napas tertentu bahkan bisa menjadi indikator penyakit serius yang perlu perhatian segera.

Diabetes Tipe 1 dan Tipe 2 Bisa Terlihat Lewat Napas

Diabetes baik tipe 1 maupun tipe 2 dapat terdeteksi melalui bau napas pasien. Penyakit ini menyebabkan tubuh memproduksi keton, zat kimia dari hati saat lemak dipecah, sehingga napas beraroma manis seperti buah atau aseton.

“Secara historis, aroma napas telah digunakan untuk mendiagnosis kondisi seperti diabetes karena adanya aroma keton yang khas,” tambah John.

Penting bagi pasien diabetes untuk rutin memantau kesehatan mulut dan napas. Aroma keton yang terus-menerus muncul bisa menjadi tanda perlunya penyesuaian pengobatan atau kontrol gula darah lebih ketat.

Tanda Masalah Hati dari Aroma Napas

Bau napas juga bisa mengindikasikan adanya gangguan pada hati. Kondisi ini dikenal sebagai fetor hepaticus, di mana napas berbau apek menjadi ciri gagal fungsi hati yang parah.

Hati yang rusak mengubah metabolisme tubuh sehingga senyawa berbau khas terhirup melalui napas. Deteksi dini bau napas semacam ini bisa membantu pencegahan komplikasi lebih serius.

Jika pasien mencurigai masalah hati, pemeriksaan laboratorium dan konsultasi dokter spesialis hepatologi sangat dianjurkan. Penanganan lebih awal dapat meningkatkan kualitas hidup dan menurunkan risiko kerusakan organ lebih lanjut.

Mulut Kering dan Risiko Napas Tidak Sedap

Xerostomia atau mulut kering terjadi akibat berkurangnya produksi air liur. Kondisi ini membuat sisa makanan dan bakteri menumpuk, sehingga menimbulkan bau mulut tidak sedap.

Selain menyebabkan ketidaknyamanan, mulut kering bisa meningkatkan risiko kerusakan gigi dan infeksi mulut. Penggunaan obat pelembap mulut dan menjaga hidrasi bisa menjadi langkah awal mencegah masalah ini.

Orang dengan mulut kering ekstrem sebaiknya berkonsultasi dengan dokter atau dokter gigi untuk penanganan lebih spesifik. Penanganan yang tepat dapat mengembalikan keseimbangan produksi air liur dan menurunkan risiko bau napas kronis.

GERD dan Bau Napas Asam

Refluks asam lambung atau GERD juga memengaruhi aroma napas. Naiknya asam lambung ke kerongkongan membuat napas berbau asam atau busuk, menandakan gejala kambuhnya GERD.

Pasien dengan GERD perlu memperhatikan pola makan dan gaya hidup. Menghindari makanan pemicu asam lambung serta menjaga posisi tidur bisa membantu mengurangi bau napas akibat refluks.

Jika bau napas akibat GERD terus muncul, pemeriksaan medis penting untuk memastikan tidak terjadi komplikasi pada esofagus. Penanganan dini bisa mencegah kondisi menjadi lebih serius dan memperbaiki kualitas hidup pasien.

Tanda Bahaya Lain yang Memerlukan Perhatian Medis

Selain penyakit di atas, napas berbau amis atau ammonia bisa menjadi pertanda masalah ginjal. Bau busuk kronis, mulut kering ekstrem, gusi berdarah, sakit gigi, atau nyeri saat menelan juga termasuk tanda bahaya.

Deteksi dini melalui perubahan aroma napas membantu mencegah komplikasi serius. Menjaga kebersihan mulut dan pemeriksaan rutin adalah langkah penting dalam menjaga kesehatan tubuh.

Jika muncul gejala-gejala tersebut, sebaiknya segera konsultasikan ke dokter. Diagnosis dan penanganan tepat waktu dapat menyelamatkan kesehatan dan mencegah kerusakan organ lebih lanjut.

Kesadaran akan aroma napas sebagai indikator kesehatan dapat membantu masyarakat mengenali penyakit lebih awal. Dengan begitu, pengobatan bisa dilakukan lebih cepat dan efektif.

Memperhatikan napas bukan hanya soal estetika, tetapi juga soal menjaga kesehatan tubuh secara keseluruhan. Aroma napas bisa menjadi sinyal penting bagi tubuh yang tidak boleh diabaikan.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index