Inilah 10 Penyebab Tinja Bau Tak Biasa yang Harus Kamu Tahu

Rabu, 21 Januari 2026 | 15:52:37 WIB
Inilah 10 Penyebab Tinja Bau Tak Biasa yang Harus Kamu Tahu

JAKARTA - Tinja sebenarnya adalah salah satu indikator penting kesehatan pencernaan. Perubahan warna, tekstur, atau bau bisa memberi tahu kita bahwa ada sesuatu yang terjadi di dalam tubuh.

Tidak semua bau tinja berarti serius, tetapi jika baunya lebih busuk dari biasanya, ada baiknya untuk memperhatikan pola makan dan kondisi tubuh.

Faktor Makanan dan Minuman

Konsumsi alkohol berlebihan dapat mengubah motilitas usus dan flora pencernaan, sehingga tinja bisa berbau lebih tajam. Sulfat dalam alkohol juga memberi bahan bagi bakteri usus untuk menghasilkan gas sulfida yang menyengat.

Makanan tinggi sulfur seperti brokoli, kembang kol, telur, dan daging dapat membuat bau tinja lebih kuat. Pola makan tinggi lemak juga membuat sistem pencernaan kewalahan, sehingga lemak tidak tercerna dengan baik dan menyebabkan steatorrhea.

Beberapa orang yang mengonsumsi gula alkohol dalam permen karet atau makanan bebas gula juga bisa mengalami diare berbau busuk. Kandungan sorbitol bertindak sebagai pencahar dan menyebabkan tinja berbau lebih tajam.

Produk susu bisa menimbulkan bau tidak sedap pada mereka yang intoleran laktosa. Gas dan diare terjadi karena tubuh tidak bisa memecah gula laktosa dengan sempurna.

Obat-Obatan, Suplemen, dan Malabsorpsi

Beberapa obat dan multivitamin dapat menyebabkan ketidaknyamanan pencernaan dan tinja berbau busuk. Efek ini biasanya muncul saat konsumsi berlebihan atau setelah antibiotik mengubah flora usus sementara.

Malabsorpsi juga menjadi penyebab umum bau tinja. Penyakit celiac, penyakit radang usus, intoleransi karbohidrat, alergi makanan, dan intoleransi protein susu membuat tubuh tidak menyerap nutrisi secara optimal, sehingga bau tinja menjadi lebih tajam.

Infeksi, Kondisi Medis, dan Risiko Serius

Infeksi virus, bakteri, atau parasit dapat menyebabkan diare berbau busuk. Contohnya termasuk Salmonella, Giardia, Clostridium difficile, dan gastroenteritis virus.

Kondisi langka seperti short bowel syndrome (SBS) membuat sebagian usus kecil atau besar tidak berfungsi, menghasilkan tinja berminyak dan berbau kuat. Meski jarang, kanker usus besar atau polip stadium lanjut juga bisa mengubah komposisi gas tinja sehingga baunya tidak normal.

Tips penting, lakukan pemeriksaan rutin mulai usia 45 tahun untuk mendeteksi polip atau kanker lebih awal. Risiko genetik juga perlu diperhatikan jika keluarga memiliki riwayat penyakit usus besar.

Tinja yang berbau lebih busuk dari biasanya bukan sekadar hal sepele. Bisa jadi itu merupakan kombinasi dari makanan, intoleransi, obat-obatan, infeksi, atau kondisi medis serius yang perlu diwaspadai.

Perubahan bau yang drastis sebaiknya jangan diabaikan. Mengamati pola makan, kebiasaan minum, dan gejala lain bisa membantu mendeteksi penyebabnya lebih awal.

Jika tinja berbau abnormal disertai gejala lain seperti diare berkepanjangan, nyeri perut, atau perubahan warna, segeralah konsultasi ke dokter. Diagnosis dini membantu menemukan masalah sebelum berkembang menjadi lebih serius.

Menjaga kesehatan pencernaan melalui pola makan seimbang, hidrasi cukup, dan pemeriksaan rutin adalah kunci untuk mencegah tinja berbau busuk. Tubuh sering memberi sinyal melalui bau tinja, dan memperhatikan tanda ini bisa menyelamatkan kesehatan jangka panjang.

Terkini