Mendes PDT Gandeng 15 CEO Inggris Percepat Pembangunan Desa Mandiri Teknologi

Jumat, 13 Februari 2026 | 11:00:17 WIB
Mendes PDT Gandeng 15 CEO Inggris Percepat Pembangunan Desa Mandiri Teknologi

JAKARTA - Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal (Mendes PDT) Yandri Susanto menerima delegasi 15 CEO perusahaan inovasi energi dan teknologi asal Inggris di Jakarta, Kamis, 13 Februari 2026. Pertemuan ini bertujuan menjajaki kerja sama percepatan pengaliran listrik pedesaan dan pembangunan desa di Indonesia.

“Kami ingin kolaborasi ini menghasilkan solusi yang benar-benar bisa dipakai di desa,” ucap Mendes PDT Yandri Susanto. Fokus pertemuan adalah mencari solusi praktis yang langsung berdampak pada desa-desa terpencil dan kepulauan.

Profil Perusahaan dan Bidang Inovasi

Delegasi terdiri dari CEO sejumlah perusahaan terkemuka Inggris di bidang energi dan iklim. Carruthers Renewables fokus pada mikrohidro off-grid, sementara Centre for Energy Equality (CEE) bergerak di solusi energi inklusif untuk masyarakat.

Eja-Ice menyediakan rantai dingin tenaga surya untuk pangan dan kesehatan, Propel and Power mengembangkan turbin laut tanpa baling-baling untuk wilayah pesisir, serta Compact Syngas Solutions memanfaatkan limbah menjadi energi. Semua perusahaan menawarkan teknologi yang bisa diterapkan langsung di desa.

Solusi Energi Terdesentralisasi untuk Desa

Pertemuan membahas pengembangan sistem energi terbarukan terdesentralisasi yang dapat memperkuat pasokan listrik bagi BUMDes dan Koperasi Desa Merah Putih. Fokus lainnya adalah mendukung energi untuk cold chain pangan dan layanan dasar desa agar program pembangunan berjalan berkesinambungan.

Beberapa skema proyek percontohan juga dibahas sebagai langkah awal implementasi di lapangan. Program ini diharapkan bisa menjadi model yang dapat direplikasi di desa lain secara cepat dan efisien.

Peluang Kolaborasi dan Program Prioritas Kemendes PDT

Mendes PDT Yandri menegaskan bahwa Kemendes PDT membuka peluang kolaborasi dengan pihak manapun untuk membangun desa. "Ada 75.266 desa jadi harus kolaborasi untuk bangun desa," ujarnya, menekankan skala besar pembangunan desa di Indonesia.

Selain itu, Kemendes PDT memiliki 12 program prioritas yang bisa dikolaborasikan, salah satunya adalah desa ekspor. Target program ini adalah membangun 5.000 desa ekspor yang memanfaatkan keberagaman potensi lokal setiap desa.

Program lainnya adalah desa tematik yang menyesuaikan potensi desa untuk menjadi penyuplai bahan baku Program Makan Bergizi Gratis. Mendes PDT Yandri juga menekankan pentingnya program desa berketahanan iklim dan desa bebas sampah agar pembangunan desa berkelanjutan.

Komitmen CEO Inggris dan Innovate UK Energy Access

Para CEO menyampaikan ketertarikan mereka untuk berkolaborasi dengan Kemendes PDT dalam mendukung 12 Rencana Aksi prioritas. Mereka melihat peluang untuk menerapkan teknologi energi dan inovasi agar desa-desa lebih mandiri dan produktif.

Audiensi ini juga menjadi bagian dari rangkaian Innovate UK Energy Access Brokerage di Indonesia. Kegiatan ini mempertemukan inovator Inggris dengan pemangku kepentingan nasional untuk membuka peluang proyek listrik perdesaan, energi terbarukan, dan penguatan ekonomi desa berbasis teknologi.

Kemitraan internasional ini diharapkan memberi dampak langsung bagi warga desa. Pemerintah ingin memastikan teknologi dan inovasi bisa meningkatkan kualitas hidup sekaligus mempercepat pembangunan ekonomi pedesaan.

Kolaborasi ini juga akan memperluas akses listrik di desa-desa yang sebelumnya belum teraliri. Mendes PDT Yandri menekankan bahwa teknologi harus sesuai dengan kebutuhan desa agar hasilnya optimal.

Program desa ekspor dan desa tematik yang dikolaborasikan dengan pihak internasional diharapkan menciptakan peluang ekonomi baru. Desa tidak hanya menjadi penerima bantuan, tetapi juga produsen yang mandiri dan produktif.

Selain listrik, penguatan cold chain pangan dengan teknologi surya juga menjadi perhatian. Hal ini bertujuan agar produk lokal bisa lebih tahan lama dan terdistribusi dengan baik ke pasar.

Mendes PDT Yandri menambahkan, pengembangan energi terbarukan dan teknologi desa harus menekankan inklusivitas. Semua warga desa, termasuk kelompok marjinal, harus mendapatkan manfaat langsung dari proyek ini.

Kerja sama ini menunjukkan sinergi antara inovasi teknologi global dan program pembangunan desa nasional. Desa-desa yang terlibat diharapkan menjadi model pilot project bagi desa lain di Indonesia.

Proyek percontohan ini mencakup wilayah terpencil dan kepulauan yang sulit dijangkau jaringan listrik konvensional. Dengan teknologi terdesentralisasi, listrik bisa tersedia tanpa bergantung pada jaringan utama, meningkatkan akses dan kualitas hidup warga.

Selain itu, keterlibatan BUMDes dan koperasi lokal menjadi kunci keberhasilan implementasi. Organisasi lokal akan membantu distribusi energi, pemeliharaan teknologi, dan pengelolaan manfaat ekonomi bagi warga desa.

Dengan dukungan CEO internasional, desa-desa dapat memanfaatkan teknologi terbaru di sektor energi dan iklim. Hal ini sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi berbasis teknologi lokal yang berkelanjutan.

Mendes PDT Yandri menekankan, proyek ini bukan hanya soal listrik, tetapi juga pembangunan desa secara menyeluruh. Infrastruktur energi menjadi fondasi agar desa bisa berkembang secara mandiri dan produktif.

Selain itu, teknologi yang diterapkan akan memperkuat ketahanan desa terhadap perubahan iklim. Pemanfaatan energi terbarukan dan solusi inovatif diharapkan membuat desa lebih tangguh menghadapi tantangan lingkungan.

Kerja sama ini menjadi langkah konkret untuk mencapai target pemerintah dalam pembangunan desa yang berkelanjutan. Semua pihak, baik pemerintah, inovator internasional, maupun masyarakat desa, harus bersinergi untuk mencapai tujuan bersama.

Dengan strategi ini, Indonesia bisa mempercepat pembangunan desa, meningkatkan akses listrik, dan menciptakan peluang ekonomi baru. Desa-desa akan menjadi lebih mandiri, produktif, dan siap menghadapi tantangan masa depan.

Terkini