Blue Bird Siapkan Ekspansi Armada dan Teknologi Digital Demi Bisnis Transportasi 2026 Lebih Optimal

Jumat, 13 Februari 2026 | 13:38:06 WIB
Blue Bird Siapkan Ekspansi Armada dan Teknologi Digital Demi Bisnis Transportasi 2026 Lebih Optimal

JAKARTA - PT Blue Bird Tbk. (BIRD) menilai prospek bisnis tahun 2026 akan lebih positif dibandingkan 2025, seiring rencana peningkatan belanja modal dan penguatan fitur digital. Direktur Utama BIRD, Adrianto Djokosoetono, mengatakan pembelian armada baru tetap menjadi fokus strategi pertumbuhan perseroan.

Alokasi capex tahun ini dianggarkan lebih besar dibandingkan tahun sebelumnya, menandakan ekspansi armada akan lebih agresif. “Pembelian armada selalu ada. Tahun ini kami anggarkan lebih besar dari tahun lalu,” ujar Adrianto, Kamis, 12 Februari 2026.

Tantangan Ekonomi dan Sentimen Global

Dari sisi outlook, Blue Bird mengakui tantangan utama masih berasal dari siklus ekonomi nasional. Perseroan menyebut pertumbuhan ekonomi yang lebih tinggi akan berdampak positif bagi bisnis mereka.

Meskipun pertumbuhan lebih rendah dari tahun sebelumnya, perseroan tetap optimistis mampu mencatat kenaikan. Adrianto menambahkan gejolak geopolitik dan fluktuasi pasar keuangan merupakan faktor eksternal yang tak terhindarkan, tetapi hal ini masuk dalam dinamika bisnis.

Momentum Ramadan dan Lebaran sebagai Pendorong Permintaan

Mendekati Ramadan dan Idulfitri, perseroan biasanya mencatat peningkatan aktivitas masyarakat. Perubahan mobilitas dari kota besar ke kota kecil saat mudik menjadi dinamika tersendiri bagi operasional taksi dan transportasi lainnya.

Lonjakan permintaan di periode ini bersifat temporer dan tergantung lamanya periode libur. Meskipun begitu, perseroan memanfaatkan momentum tersebut untuk meningkatkan pemanfaatan armada dan layanan digital.

Penguatan Investasi Teknologi dan Fitur Digital

Selain ekspansi fisik, Blue Bird juga menyiapkan peningkatan investasi di sektor teknologi. Perseroan akan meluncurkan pembaruan fitur pada aplikasi MyBluebird untuk meningkatkan kemudahan pemesanan dan pengalaman pengguna.

Langkah ini bertujuan untuk memperkuat layanan digital, seiring perubahan perilaku konsumen yang semakin mengandalkan aplikasi. Fitur baru juga diharapkan mampu meningkatkan efisiensi operasional dan kepuasan pelanggan.

Kinerja Keuangan dan Kontribusi Segmen Usaha

Sepanjang Januari–September 2025, Blue Bird mencatat kinerja positif dari sisi topline maupun bottomline. Pendapatan perseroan mencapai Rp4,12 triliun, meningkat 12,4% dibanding periode sama tahun sebelumnya.

Laba bersih Blue Bird meningkat 10,5% menjadi Rp488 miliar. Sekitar 70% kontribusi pendapatan berasal dari segmen taksi, sementara 30% dari segmen non-taksi, seperti bus, shuttle, dan BRT.

Segmen taksi mencatat pertumbuhan positif, didorong oleh peningkatan permintaan di luar Jadetabek. Optimalisasi armada yang efektif menjadi salah satu kunci pencapaian ini, sekaligus memanfaatkan momentum pemulihan mobilitas masyarakat.

Segmen non-taksi juga menunjukkan pertumbuhan, terutama melalui perluasan jangkauan layanan bus, shuttle, dan BRT. Okupansi yang meningkat dan diversifikasi layanan membuat segmen ini menjadi pendorong pendapatan tambahan bagi Blue Bird.

Optimisme Ekspansi Armada dan Capex

Perseroan memberi sinyal ekspansi armada akan lebih agresif dibanding tahun sebelumnya. Meski belum merinci jumlah unit tambahan, manajemen memastikan rencana pembelian armada tetap berjalan sesuai strategi pertumbuhan.

Blue Bird menilai ekspansi fisik dan investasi teknologi menjadi kombinasi strategis untuk meningkatkan kapasitas layanan. Pendekatan ini diharapkan mampu menangkap peluang pertumbuhan mobilitas masyarakat di berbagai kota besar di Indonesia.

Kesimpulan: Sinergi Armada dan Teknologi Dorong Pertumbuhan Berkelanjutan

Tahun 2026 menjadi momentum bagi Blue Bird untuk memaksimalkan potensi bisnis transportasi. Dengan ekspansi armada, investasi teknologi, dan optimisme pertumbuhan ekonomi, perseroan siap menghadapi dinamika pasar dan tetap menjaga layanan optimal bagi masyarakat.

Kombinasi strategi fisik dan digital juga menjadi fondasi bagi pertumbuhan berkelanjutan. Sinergi antara armada yang lebih besar dan layanan digital yang diperkuat diharapkan mampu meningkatkan efisiensi, kepuasan pelanggan, serta memperkuat posisi Blue Bird di industri transportasi nasional.

Terkini