Peringatan BMKG: Sejumlah Wilayah Jawa Tengah Siaga Hujan Lebat Dasarian II Februari 2026

Jumat, 13 Februari 2026 | 15:02:28 WIB
Peringatan BMKG: Sejumlah Wilayah Jawa Tengah Siaga Hujan Lebat Dasarian II Februari 2026

JAKARTA - Memasuki pertengahan Februari 2026, perhatian masyarakat Jawa Tengah tertuju pada peningkatan intensitas hujan yang diprakirakan terjadi secara bertahap. Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) menyatakan sejumlah wilayah di Jawa Tengah berstatus siaga curah hujan tinggi pada Dasarian II Februari 2026.

Kondisi tersebut membuat masyarakat diimbau untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi banjir serta tanah longsor. Peringatan ini disampaikan agar langkah mitigasi dapat dilakukan lebih awal sebelum dampak cuaca ekstrem benar-benar terjadi.

Ketua Tim Kerja Pelayanan Data dan Diseminasi Informasi BMKG Stasiun Meteorologi Tunggul Wulung Cilacap, Teguh Wardoyo, menyampaikan bahwa seluruh wilayah Jawa Tengah saat ini masih berada pada periode musim hujan. Hal itu berarti potensi hujan dengan intensitas sedang hingga lebat masih cukup tinggi di berbagai daerah.

“Memasuki Dasarian II Februari 2026 (11–20 Februari), seluruh wilayah Jawa Tengah berada pada musim hujan. Beberapa daerah masuk kategori siaga curah hujan tinggi dengan potensi curah hujan 200–300 milimeter per dasarian,” katanya.

Periode Potensi Hujan Deras Bertahap 11–20 Februari 2026

Berdasarkan surat Peringatan Dini Cuaca dan Iklim Provinsi Jawa Tengah, periode Dasarian II Februari 2026 diprakirakan akan diwarnai hujan deras secara bertahap. Potensi tersebut diperkirakan terjadi pada 11–13 Februari, 14–16 Februari, serta 17–20 Februari 2026 di berbagai wilayah Jawa Tengah.

Pola hujan yang berlangsung bertahap ini menunjukkan adanya dinamika atmosfer yang aktif selama rentang waktu tersebut. Masyarakat diminta tidak lengah karena intensitas hujan dapat meningkat sewaktu-waktu pada masing-masing periode.

Wilayah yang berstatus siaga curah hujan tinggi meliputi Kota Tegal serta Kabupaten Tegal, Jepara, Brebes, Pemalang, Pekalongan, Batang, Cilacap, Banyumas, Purbalingga, dan Banjarnegara. Daerah-daerah ini diperkirakan berpotensi mengalami curah hujan 200–300 milimeter per dasarian.

Sementara itu, sejumlah wilayah lainnya masuk kategori waspada dengan potensi curah hujan 150–200 milimeter per dasarian. Wilayah tersebut antara lain Kota Semarang, Kota Salatiga, Kota Surakarta, Kota Pekalongan, Kota Magelang, serta Kabupaten Pati, Kudus, Demak, Kendal, Semarang, Temanggung, Wonosobo, Purworejo, Magelang, Boyolali, Klaten, Sragen, Karanganyar, Sukoharjo, dan Wonogiri.

Faktor Iklim dan Risiko Bencana Hidrometeorologi

Meskipun fenomena iklim global seperti El Niño-Southern Oscillation (ENSO) dan Indian Ocean Dipole (IOD) berada pada fase netral, kondisi atmosfer regional tetap menunjukkan aktivitas signifikan. Teguh Wardoyo menjelaskan bahwa dinamika atmosfer regional masih mendukung pembentukan awan hujan yang cukup intens di wilayah Jawa Tengah.

Kondisi ini berpotensi meningkatkan risiko bencana hidrometeorologi di sejumlah wilayah. Risiko tersebut meliputi banjir, tanah longsor, dan genangan air, terutama di daerah perbukitan dan kawasan dengan sistem drainase kurang optimal.

Wilayah yang berada di sepanjang daerah aliran sungai juga perlu meningkatkan kewaspadaan. Intensitas hujan tinggi dalam waktu relatif singkat dapat menyebabkan peningkatan debit air secara cepat dan memicu luapan sungai.

Daerah dengan kontur tanah labil atau kemiringan tajam memiliki potensi longsor lebih besar saat curah hujan tinggi berlangsung beberapa hari berturut-turut. Oleh karena itu, kesiapsiagaan masyarakat menjadi kunci untuk meminimalkan dampak yang mungkin timbul.

Imbauan BMKG dan Potensi Gelombang Laut Selatan Jawa

“Kami mengimbau pemerintah daerah dan masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan, membersihkan saluran air, serta terus memantau informasi resmi BMKG agar dapat melakukan langkah mitigasi lebih dini,” katanya. Pernyataan tersebut menegaskan pentingnya peran aktif masyarakat dalam menghadapi potensi cuaca ekstrem.

Selain potensi hujan deras, BMKG juga memprakirakan adanya gelombang kategori sedang setinggi 1,25 hingga 2,5 meter di Samudera Hindia selatan Jawa Tengah pada 11–13 Februari 2026. Nelayan dan pengguna jasa kelautan diminta berhati-hati terhadap kondisi gelombang tersebut.

Gelombang dengan ketinggian tersebut dapat memengaruhi aktivitas pelayaran dan penangkapan ikan di wilayah perairan selatan. Oleh sebab itu, pemantauan informasi cuaca laut secara berkala sangat disarankan sebelum melaut.

“BMKG memastikan akan terus memperbarui informasi cuaca dan peringatan dini sesuai perkembangan kondisi atmosfer terkini melalui aplikasi InfoBMKG dan kanal resmi lainnya,” kata Teguh Wardoyo. Pembaruan informasi ini diharapkan membantu masyarakat mengambil keputusan yang lebih tepat sesuai kondisi cuaca terkini.

Dengan status siaga dan waspada yang telah ditetapkan, koordinasi antara pemerintah daerah, instansi terkait, dan masyarakat menjadi sangat penting. Upaya pencegahan seperti membersihkan drainase, memangkas pohon rawan tumbang, dan memantau lereng rawan longsor perlu dilakukan secara bersama-sama.

Kesiapsiagaan sejak dini menjadi langkah utama untuk mengurangi risiko kerugian akibat bencana hidrometeorologi. Masyarakat di Jawa Tengah diharapkan tetap tenang namun waspada selama periode Dasarian II 11–20 Februari 2026.

Garis besar peringatan ini menegaskan bahwa musim hujan masih berlangsung di seluruh wilayah Jawa Tengah. Dengan memantau informasi resmi dan mengikuti imbauan yang diberikan, dampak cuaca ekstrem dapat diminimalkan secara lebih efektif.

Terkini