JAKARTA - PT Pertamina Gas (Pertagas), anak usaha PT PGN Tbk, merealisasikan penyaluran gas bumi sebanyak 1.590 juta standar kaki kubik per hari (MMSCFD) pada tahun 2025. Realisasi ini tumbuh sekitar 4% dibandingkan capaian tahun 2024, menurut Direktur Utama Pertagas Indra P. Sembiring.
Pertumbuhan penyaluran gas mencerminkan meningkatnya aktivitas industri, kilang, dan pembangkit listrik nasional. Hal ini menjadi indikator positif bagi keberlanjutan pasokan energi dalam negeri.
Transportasi Minyak Bumi Meningkat Signifikan
Selain gas, Pertagas juga merealisasikan transportasi minyak bumi lebih dari 174 ribu barel per hari sepanjang 2025. Angka ini meningkat 8% dibandingkan penyaluran minyak bumi pada tahun sebelumnya.
Indra menekankan bahwa pertumbuhan ini berjalan seiring dengan komitmen keselamatan dan tata kelola perseroan. Sistem Manajemen Terintegrasi dan Sistem Manajemen Anti Penyuapan diterapkan dalam setiap operasi penyaluran minyak dan gas bumi.
Prioritas Keselamatan dan HSSE
Pertagas menempatkan HSSE sebagai prioritas utama melalui penguatan manajemen risiko, pemeliharaan aset, dan standar operasi ketat. Pendekatan ini memastikan setiap aktivitas operasional tetap aman, andal, dan berkelanjutan.
Realisasi penyaluran gas dan minyak juga menjadi bukti nyata peran strategis Pertagas dalam mendukung pertumbuhan ekonomi nasional. Perusahaan telah berkontribusi signifikan terhadap sektor industri vital seperti pupuk, petrokimia, baja, keramik, dan kelistrikan.
Infrastruktur Gas dan Minyak Mendukung Industri Nasional
Saat ini Pertagas memiliki jaringan 2.730 km pipa transmisi gas bumi serta 605 km pipa transmisi minyak bumi lengkap dengan fasilitas pendukung. Infrastruktur ini memastikan ketersediaan energi sebagai bahan baku industri dan proses produksi, memperkuat daya saing industri dalam negeri.
Pipa transmisi juga menyalurkan energi ke pembangkit listrik dan kilang, memastikan suplai energi merata di seluruh wilayah. Hal ini menjadi salah satu kunci penguatan ketahanan energi nasional.
Proyek Strategis untuk Ekspansi dan Efisiensi
Di Sumatra Utara, pengoperasian Pipa Arun–Belawan dan pembangunan Pipa Extension Sei Mangkei memperkuat pasokan gas ke Kawasan Ekonomi Khusus Sei Mangkei. Proyek ini mendorong pengembangan industri hilir sekaligus meningkatkan pertumbuhan ekonomi kawasan.
Di Jawa Barat dan DKI Jakarta, proyek Pipanisasi BBM Cikampek–Plumpang sepanjang 96 km memperkuat logistik energi. Pembangunan ini menurunkan biaya distribusi dan mengurangi emisi distribusi darat, sejalan dengan upaya energi bersih dan efisien.
Revitalisasi fasilitas LNG Arun di Aceh juga menjadi bagian strategi nasional. Proyek ini memperkuat pasokan gas bagi industri dan kelistrikan serta meningkatkan peran Indonesia dalam jaringan energi regional.
Integrasi Jaringan Pipa Nasional
Indra menegaskan bahwa integrasi dan pengembangan jaringan pipa nasional menjamin penyaluran energi yang fleksibel dan efisien. Hal ini memungkinkan Pertagas menjawab dinamika kebutuhan industri sekaligus memperkuat ketahanan energi nasional.
Peran Pertagas sebagai pengelola energi strategis terus diperkuat melalui peningkatan kapasitas infrastruktur. Upaya ini memastikan sektor industri dan pembangkit listrik mendapat pasokan energi yang andal sepanjang tahun.
Dukungan Energi untuk Pertumbuhan Ekonomi
Realisasi penyaluran gas dan minyak bumi Pertagas menjadi kontribusi nyata bagi pertumbuhan ekonomi nasional. Dengan pasokan energi yang stabil, sektor industri dapat meningkatkan produksinya dan bersaing di pasar global.
Investasi dalam pengembangan jaringan pipa dan fasilitas pendukung juga membuka peluang baru bagi industri hilir. Pertagas terus memastikan keberlanjutan operasi yang sejalan dengan keselamatan, efisiensi, dan kepatuhan terhadap standar energi nasional.
Pertagas Kunci Ketahanan Energi Nasional
Keandalan operasional Pertagas pada 2025 membuktikan peran strategisnya dalam sektor energi nasional. Dengan peningkatan penyaluran gas dan minyak, serta proyek-proyek strategis infrastruktur, Pertagas memperkuat ketahanan energi, mendukung industri, dan mendorong pertumbuhan ekonomi Indonesia.