ASDP Indonesia Ferry Siapkan Layanan Mudik Lebaran 2026 dengan Armada Maksimal dan Fasilitas Lengkap di Kepulauan Riau

Selasa, 03 Maret 2026 | 08:50:19 WIB
ASDP Indonesia Ferry Siapkan Layanan Mudik Lebaran 2026 dengan Armada Maksimal dan Fasilitas Lengkap di Kepulauan Riau

JAKARTA - Mudik Lebaran di wilayah kepulauan menuntut perencanaan transportasi laut yang matang. PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) memastikan kesiapan armada, pelabuhan, dan petugas untuk menghadapi lonjakan mobilitas masyarakat selama Lebaran 2026.

Direktur Utama ASDP, Heru Widodo, menekankan bahwa wilayah Kepulauan Riau memiliki peran strategis dalam sistem transportasi nasional. Lonjakan pergerakan penumpang dan kendaraan pada musim mudik membuat persiapan operasional harus presisi dan terukur.

"Karakteristik wilayah kepulauan menuntut perencanaan operasi yang presisi. Karena itu, kami memperkuat armada, menambah frekuensi perjalanan, serta mengatur pola operasi secara terukur," kata Heru. Jalur laut menjadi penghubung utama bagi keluarga dan aktivitas ekonomi antar pulau.

Menurut Heru, perjalanan mudik di Kepulauan Riau bukan sekadar antarkota. Laut menjadi jalur vital yang menghubungkan harapan masyarakat, keluarga, dan kegiatan ekonomi antar pulau.

Proyeksi Penumpang dan Kapal Selama Mudik Lebaran

ASDP Cabang Batam memproyeksikan peningkatan angkutan Lebaran 2026 sekitar 15 persen dibanding tahun sebelumnya. Pelabuhan Telaga Punggur diperkirakan melayani 64.483 penumpang dan 18.210 kendaraan, sedangkan Pelabuhan Tanjung Uban 61.822 penumpang dan 17.666 kendaraan.

Kapal yang disiapkan meliputi KMP Barau, KMP Tanjung Burang, KMP Mulia Nusantara, KMP Niaga Ferry II, KMP Lome, KMP Sembilang, KMP Satria Pratama, KMP Senangin, KMP Teluk Singkil, serta KMP Bahtera Nusantara 01 dan 03. Armada ini memastikan kapasitas angkut optimal untuk berbagai lintasan.

General Manager ASDP Cabang Batam, Reno Yulianto, menambahkan puncak arus di Telaga Punggur diperkirakan terjadi pada 19 dan 24 Maret 2026. Sementara di Tanjung Uban, lonjakan tertinggi diprediksi berlangsung pada 24 Maret 2026.

Penguatan Pola Operasi dan Optimalisasi Kapal

Untuk mengantisipasi lonjakan, ASDP menyiapkan penguatan pola operasi dengan kuota kapal terbanyak pada periode H-2 dan H+2 di Telaga Punggur. Di Tanjung Uban, penguatan layanan dilakukan secara bertahap mulai H-9, H-3, H-1 hingga H+5 dan H+8 menyesuaikan karakter arus mudik dan balik.

Pada lintasan tersibuk Telaga Punggur–Tanjung Uban, kapasitas angkut dioptimalkan dengan empat kapal pada kondisi normal. Saat kepadatan tinggi, jumlah kapal meningkat menjadi lima untuk menjaga kelancaran perjalanan.

Fasilitas Pendukung dan Keamanan Penumpang

ASDP juga menyiapkan berbagai fasilitas pendukung, mulai dari buffer zone, tollgate, vending machine, klinik kesehatan, layanan pelanggan, ruang tunggu nyaman, hingga fasilitas ibadah. Semua fasilitas ini bertujuan memastikan perjalanan berlangsung aman dan nyaman.

Koordinasi lintas sektor dengan BMKG dan pemangku kepentingan lainnya memastikan pemantauan cuaca real time. Penyesuaian operasional dapat dilakukan secara cepat dan responsif sesuai kondisi cuaca untuk mengurangi risiko gangguan perjalanan.

Masyarakat diimbau merencanakan perjalanan lebih awal. Pembelian tiket dapat dilakukan melalui Ferizy hingga H-60 sebelum keberangkatan untuk memastikan ketersediaan tempat dan jadwal perjalanan.

Kebijakan Fleksibilitas Tiket dan Layanan Mudik

ASDP memberikan fleksibilitas melalui kebijakan refund sebesar 25 persen dan reschedule 10 persen. Hal ini memungkinkan penumpang menyesuaikan perjalanan dengan kondisi cuaca atau situasi mendesak.

Melalui kesiapan operasional yang matang, kolaborasi berkelanjutan, dan armada yang memadai, ASDP optimistis layanan angkutan Lebaran 2026 dapat berjalan lancar. Masyarakat diharapkan menikmati perjalanan mudik yang aman, tertib, dan nyaman antar pulau.

Terkini