JAKARTA - PT Pertamina (Persero) resmi menaikkan harga BBM nonsubsidi pada bulan Maret 2026. Kenaikan ini terjadi di tengah perhatian publik terkait fluktuasi harga minyak global dan kebijakan PBBKB.
Kenaikan harga berlaku untuk Pertamax Series dan Dex Series di seluruh Indonesia. Sementara itu, harga BBM subsidi seperti Pertalite dan Bio Solar tetap stabil.
Harga BBM Nonsubsidi dan Subsidi di Jakarta dan Sekitarnya
Di DKI Jakarta dan wilayah sekitarnya, harga Pertamax naik menjadi Rp12.300 per liter dari sebelumnya Rp11.800. Pertamax Turbo sekarang dijual Rp13.100 per liter, naik dari Rp12.700, sementara Pertamax Green 95 menjadi Rp12.900 per liter dari Rp12.450.
Dexlite kini Rp14.200 per liter, sedangkan Pertamina Dex naik menjadi Rp14.500 per liter dari Rp13.500. BBM subsidi tetap stabil, Pertalite Rp10.000 per liter dan Bio Solar Rp6.800 per liter.
Harga BBM Terbaru di Seluruh Wilayah Indonesia
Berikut tabel harga BBM Pertamina per Senin, 9 Maret 2026, lengkap dari Pertalite hingga Pertamina Dex di berbagai daerah:
| Wilayah | Pertalite | Pertamax | Pertamax Turbo | Pertamax Green 95 | Dexlite | Pertamina Dex | Solar |
|---|---|---|---|---|---|---|---|
| Aceh & Sumatra Utara | 10.000 | 12.600 | 13.350 | - | 14.500 | 14.800 | 6.800 |
| FTZ Sabang | 10.000 | 11.550 | - | - | 13.250 | - | 6.800 |
| Sumatra Barat, Riau, Kep. Riau | 10.000 | 12.900 | 13.650 | - | 14.800 | 15.100 | 6.800 |
| FTZ Batam | 10.000 | 11.750 | 12.400 | - | 13.450 | 13.800 | 6.800 |
| Bengkulu, Sumatra Selatan, Jambi, Babel, Lampung | 10.000 | 12.600 | 13.350 | - | 14.500 | 14.800 | 6.800 |
| DKI Jakarta, Banten, Jabar, Jateng, DIY, Jatim | 10.000 | 12.300 | 13.100 | 12.900 | 14.200 | 14.500 | 6.800 |
| Bali & NTB | 10.000 | 12.300 | 13.100 | - | 14.200 | 14.500 | 6.800 |
| NTT, Kalbar, Kalteng, Kaltim | 10.000 | 12.600 | 13.300 | - | 14.500 | 14.800 | 6.800 |
| Kalsel & Kaltara | 10.000 | 12.900 | 13.650 | - | 14.800 | 15.100 | 6.800 |
| Sulut, Gorontalo, Sulteng, Sultra, Sulsel, Sulbar | 10.000 | 12.600 | 13.350 | - | 14.500 | 14.800 | 6.800 |
| Maluku & Maluku Utara | 10.000 | 12.600 | - | - | 14.500 | - | 6.800 |
| Papua | 10.000 | 12.600 | 13.350 | - | 14.500 | - | 6.800 |
| Papua Barat & Papua Barat Daya | 10.000 | 12.600 | - | - | 14.500 | 14.800 | 6.800 |
| Papua Selatan, Tengah, Pegunungan | 10.000 | 12.600 | - | - | 14.500 | - | 6.800 |
Aturan Resmi Kenaikan Harga BBM
Kenaikan harga BBM ini berdasarkan Keputusan Menteri ESDM Nomor 245.K/MG.01/MEM.M/2022. Keputusan tersebut merupakan perubahan atas Kepmen Nomor 62 K/12/MEM/2020 yang mengatur formula harga dasar BBM eceran.
Penerapan aturan ini berbeda-beda di setiap provinsi karena mempertimbangkan PBBKB dan ongkos distribusi. Hal ini membuat harga BBM nonsubsidi sedikit berbeda antar wilayah, terutama untuk Pertamax Series dan Dex Series.
Dampak dan Implikasi Bagi Masyarakat
Kenaikan harga BBM nonsubsidi berpotensi memengaruhi biaya transportasi dan distribusi barang. Masyarakat diminta menyesuaikan anggaran agar tetap efisien dalam menghadapi kenaikan ini.
Harga BBM yang stabil di segmen subsidi seperti Pertalite dan Bio Solar menjadi penopang bagi masyarakat menengah ke bawah. Ini juga menjaga mobilitas masyarakat tetap lancar tanpa beban biaya tambahan secara signifikan.
Pemantauan Harga dan Rekomendasi
Masyarakat disarankan selalu memantau harga BBM secara berkala melalui aplikasi resmi Pertamina atau media komunikasi resmi. Hal ini penting terutama menjelang periode ramadan dan lebaran ketika konsumsi BBM meningkat.
Dengan pemahaman harga BBM terbaru, pengendara dan pelaku logistik dapat merencanakan perjalanan dan distribusi barang secara lebih efektif. Kebijakan harga yang transparan membantu masyarakat tetap siap menghadapi perubahan biaya energi.