Sidak Pasar Cipinang, KSP: Pasokan Beras Melimpah, Harga Pangan Stabil

Selasa, 09 Juni 2026 | 22:44:11 WIB
Kepala Staf Kepresidenan (KSP) Jenderal TNI (Purn.) Dudung Abdurachman.

JAKARTA - Kepala Staf Kepresidenan (KSP) Jenderal TNI (Purn.) Dudung Abdurachman memastikan pasokan beras melimpah dan harga pangan stabil saat melakukan inspeksi mendadak (sidak) di Pasar Induk Cipinang, Jakarta Timur, Selasa.

"Hari ini saya di Cipinang melihat kondisi pasokan beras. Pasokan beras dari daerah ini masih ada, artinya cukup. Hal ini menggambarkan bahwa pasokan di daerah dari para petani sampai saat ini masih terus berproses," kata Dudung dalam keterangan yang diterima ANTARA di Jakarta.

Dalam peninjauan tersebut, Dudung menyempatkan diri berdialog langsung dengan salah seorang pedagang beras, Livong, guna menggali data riil mengenai kondisi stok dan daya beli masyarakat di lapangan. 

Untuk beras kualitas medium, harga di pasar saat ini terpantau berada di kisaran Rp12.000 hingga Rp13.000 per kilogram, tergantung pada persentase broken (beras patah), menir, serta kualitas beras.

Livong mengonfirmasi fluktuasi harga murni disebabkan hanya oleh faktor musiman lebaran dan tidak ada kendala lain. Dia juga menambahkan daya beli masyarakat tetap tinggi karena beras merupakan kebutuhan pokok harian.

"Stoknya cukup-cukup saja. Daya beli masyarakat stabil, tidak terlalu sampai meledak-ledak karena beras adalah kebutuhan hidup sehari-hari," tutur Livong kepada Dudung.

Selain memantau ketersediaan, Kastaf Kepresidenan juga memberikan apresiasi tinggi terhadap mutu beras lokal yang masuk ke pasar. Menurut dia, kualitas beras yang baik mencerminkan keberhasilan para petani dalam mengelola aspek hulu pertanian.

"Kualitasnya saya lihat bagus. Artinya, petani kami pun semakin meningkat kualitasnya. Kualitas ini sangat tergantung kepada unsur tanah, unsur bibit, kemudian pupuk, termasuk pengolahan si petani itu sendiri terutama masalah hama dan sebagainya. Luar biasa," ucapnya.

Dalam kesempatan itu, Dudung turut memberikan pembaruan mengenai kondisi harga minyak goreng, khususnya program pemerintah, yakni MinyaKita. 

Walau terdapat dinamika harga minor di lapangan, dia memastikan posisinya berada dalam batas aman dan tidak ada keluhan pasokan dari pedagang.

"Harga minyak goreng, ada kenaikan sedikit. Namun posisi MinyaKita dalam kondisi aman. Pantauan harga berada di kisaran Rp15.879 per liter secara rata-rata nasional, sementara harga eceran tertinggi (HET) berada di angka Rp15.700 per liter. Jadi masih di sekitar harga HET, masih standar," jelas Kastaf.

"Terkait pasokan, tidak ada keluhan dari pedagang. Aman," sambung Dudung.

Terkini