Kemenhaj dan Musyrif Diny Siapkan Panduan Pembinaan Kemabruran Haji

Selasa, 09 Juni 2026 | 22:45:05 WIB
Menteri Haji dan Umrah Mochamad Irfan Yusuf.

JAKARTA - Musyrif Diny (pembimbing ibadah haji) bersama Direktorat Jenderal Penyelenggaraan Haji Kementerian Haji dan Umrah menyiapkan panduan pembinaan kemabruran haji yang akan menjadi rujukan bagi jamaah pascapulang ke Indonesia.

“Kami sudah sepakat dengan Dirjen Bina Haji untuk menyusun suatu panduan yang bisa dijadikan sebagai referensi dalam membina kemambruran haji kami pascamereka menunaikan ibadah haji di Tanah Suci,” kata Anggota Musyrif Diny Faturahman Kamal setibanya di Bandara Soekarno-Hatta, Banten, Selasa.

Menurut dia, penyusunan panduan tersebut merupakan bagian dari upaya mewujudkan salah satu target utama penyelenggaraan haji, yakni sukses peradaban dan keadaban haji, selain sukses ritual yang menjadi fokus pendampingan Musyrif Diny selama di Tanah Suci. 

Faturahman menjelaskan Musyrif Diny yang ditugaskan pemerintah memiliki mandat untuk memastikan seluruh rangkaian ibadah haji yang dijalankan oleh jamaah Indonesia berlangsung sesuai syariat dan kaidah fikih Islam.

Dalam menjalankan tugas tersebut, Musyrif Diny berperan menjembatani berbagai pandangan keagamaan dan fatwa yang berkembang di tengah masyarakat Indonesia. Namun demikian, terdapat dua prinsip utama yang menjadi pegangan selama pelaksanaan haji tahun ini. 

Pertama, penerapan paradigma fikih yang memberikan kemudahan bagi jamaah, terutama kelompok lanjut usia, penyandang disabilitas, serta perempuan yang jumlahnya mendominasi pada musim haji tahun ini.

“Kami sepakat menggunakan paradigma hukum fikih yang memudahkan jamaah sehingga mereka dapat melaksanakan ibadah secara optimal tanpa mengabaikan ketentuan syariat,” ujarnya.

Prinsip kedua adalah menjadikan ibadah haji sebagai sarana transformasi sosial yang melahirkan pribadi-pribadi berakhlak, beradab, dan siap berkontribusi bagi pembangunan bangsa. 

Anggota Musyrif Diny lainnya, Afifuddin, mengatakan haji tidak semata-mata dipahami sebagai pelaksanaan ritual keagamaan, tetapi juga sebagai proses pembentukan karakter yang mampu menghadirkan dampak positif bagi kehidupan bermasyarakat setelah jamaah kembali ke daerah masing-masing.

“Kami ingin haji tidak berhenti sebagai pengalaman spiritual di Tanah Suci, tetapi berlanjut menjadi gerakan moral dan sosial yang memberi manfaat bagi masyarakat,” katanya. Ia juga menyampaikan apresiasi kepada Menteri Agama, Kementerian Agama, serta seluruh pihak yang terlibat dalam penyelenggaraan ibadah haji tahun ini.

Menurutnya, pelaksanaan haji 1447 H/2026 M berjalan dengan baik dan menunjukkan capaian yang positif dalam aspek pelayanan, pendampingan ibadah, serta penguatan nilai-nilai peradaban di kalangan jamaah Indonesia. 

Menteri Haji dan Umrah Mochamad Irfan Yusuf mengatakan kehadiran para kiai di Musyrif Diny untuk memastikan semua ritual, semua kegiatan para peserta haji, sesuai dengan setiap aturan yang telah ditentukan dalam agama.

“Alhamdulillah, siang ini saya dan tim dari Kementerian Haji menyambut kedatangan sebagian dari Musyrif Diny, yaitu para kiai, para alim, yang kami undang untuk bergabung dengan kami dalam rangka memastikan semua ritual, semua kegiatan para haji kami memang sesuai dengan setiap aturan yang telah ditentukan dalam agama,” ujar Gus Irfan.

Terkini