Strategi Otorita IKN Tingkatkan Kompetensi Kader Posyandu Desa

Sabtu, 13 Juni 2026 | 15:49:32 WIB
Kolaborasi lintas lembaga di IKN bertujuan memperkuat edukasi dan pendampingan gizi di akar rumput.

JAKARTA - Otorita Ibu Kota Nusantara (IKN) terus mendongkrak peran aktif dari segenap kader pos pelayanan terpadu sebagai langkah taktis menekan angka prevalensi stunting di wilayah delineasi IKN yang kini menyentuh angka 18 persen.

"Pengembangan sumber daya manusia (SDM) bagian tidak terpisahkan dari pembangunan ibu kota baru," ujar Direktur Pelayanan Dasar Otorita IKN Suwito ketika ditanya mengenai pembangunan aspek non-fisik di Sepaku, Penajam Paser Utara, Sabtu.

Manajemen Otorita IKN menegaskan bahwa pembangunan non-fisik lewat penyusunan kualitas kompetensi SDM warga lokal diposisikan sangat vital guna melahirkan generasi masa depan yang tangguh di wilayah ibu kota baru.

"Tercatat saat ini prevalensi stunting di wilayah IKN masih berada di kisaran 18 persen," katanya.

Skema penuntasan kasus stunting di koridor IKN diwujudkan melalui sistem pendekatan menyeluruh dari hulu hingga hilir, di mana taktik preventif atau pencegahan diletakkan sebagai pilar paling utama.

Langkah pencegahan tersebut diimplementasikan dengan memberikan program pembekalan intensif bagi kader posyandu seputar tata kelola keluarga sehat, kesehatan reproduksi, serta pemantauan masa kehamilan.

"Tidak boleh lagi ada kelahiran stunting di IKN, sebagai upaya menyiapkan generasi yang akan melanjutkan pembangunan ibu kota negara," jelas Suwito.

Kepala Puskesmas Maridan, Basiran, ikut menambahkan bahwa penguatan kapasitas keilmuan bagi kader posyandu merupakan bentuk investasi jangka panjang yang bernilai tinggi bagi ketahanan kesehatan publik.

Aksi kolaborasi antara Otorita IKN, puskesmas setempat, dinas terkait, BKKBN, hingga POGI dinilai sangat membantu memperluas jangkauan pemberian edukasi klinis dan pendampingan gizi di akar rumput.

Seminawati selaku perwakilan kader Posyandu Maridan mengonfirmasi bahwa pelatihan dari Otorita IKN ini memberikan tambahan wawasan aplikatif yang sangat berguna untuk mendampingi ibu menyusui.

Pihaknya menaruh harapan besar agar program bimbingan teknis seperti ini dapat diselenggarakan secara kontinu demi membebaskan seluruh kawasan IKN dari ancaman stunting secara permanen.

Terkini