BRI Buka Suara Terkait Wacana Pembelian Kembali Saham Emiten BUMN

Sabtu, 13 Juni 2026 | 16:30:01 WIB
Ilustrasi Gedung BBRI.

JAKARTA - PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. (BBRI) angkat bicara mengenai wacana pembelian kembali atau buyback saham emiten BUMN yang sempat mencuat dalam pertemuan bersama Wakil Ketua DPR RI Sufmi Dasco Ahmad pada Selasa (9/6/2026).

Menanggapi wacana tersebut, Direktur Utama BRI Hery Gunardi menyampaikan bahwa setiap aksi korporasi akan melalui kajian yang matang dan dilakukan dengan mengacu pada ketentuan regulator yang berlaku.

“Terkait wacana buyback, setiap aksi korporasi tentu akan dikaji secara cermat dan dilaksanakan sesuai ketentuan regulator yang berlaku,” kata Hery.

Ketua Umum Perhimpunan Bank Nasional (Perbanas) itu menegaskan, saat ini fokus utama BRI tetap pada penguatan fundamental perusahaan dan penciptaan nilai jangka panjang bagi seluruh pemangku kepentingan.

Adapun, fundamental industri perbankan nasional hingga saat ini tetap kuat. Hery, mengutip data Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mengungkapkan bahwa hingga April 2026 kredit perbankan tumbuh 9,98 persen secara tahunan atau year on year (YoY).

Pada saat yang sama, Dana Pihak Ketiga (DPK) meningkat 11,40 persen YoY. Menurutnya, pertumbuhan kredit dan penghimpunan dana masyarakat yang tetap kuat menunjukkan kepercayaan publik terhadap industri perbankan masih terjaga dengan baik.

Kondisi tersebut sekaligus mencerminkan fungsi intermediasi yang berjalan efektif. Bagi BRI, Hery menekankan bahwa penguatan kepercayaan pasar terutama dibangun melalui kinerja yang konsisten.

Perseroan terus fokus menjaga kualitas aset, memperkuat permodalan dan likuiditas, serta menciptakan nilai tambah yang berkelanjutan bagi para pemegang saham di pasar modal.

Dalam catatan perbankan, Wakil Ketua DPR RI Sufmi Dasco Ahmad melaksanakan pertemuan dengan perwakilan Himpunan Bank Milik Negara (Himbara), BPJS, dan asuransi Badan Usaha Milik Negara (BUMN) di Kompleks Parlemen, Jakarta.

Salah satu topik utama yang dibahas yakni kemungkinan pembelian kembali atau buyback saham BUMN. Hal itu diungkapkan Dasco usai menghadiri pertemuan dengan perwakilan Himbara, BPJS, dan asuransi BUMN tersebut.

“Kami tadi juga berdiskusi mengenai situasi market dan mungkin saham-saham yang pada saat ini bagus dan kemudian bisa dibeli kembali,” kata Dasco.

Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi menambahkan, saat ini fundamental ekonomi Indonesia dari sisi perbankan sangat kuat.

Meski demikian, dia terus mendorong pelaku pasar untuk terus berkoordinasi serta berdiskusi guna mengatasi permasalahan ekonomi saat ini.

 

Terkini