Emiten Farmasi PYFA Tunda Rights Issue 5.7 Miliar Saham Baru di 2026

Sabtu, 13 Juni 2026 | 17:42:02 WIB
Perusahaan farmasi PT Pyridam Farma Tbk. (PYFA).

JAKARTA – Perusahaan farmasi PT Pyridam Farma Tbk. (PYFA) menetapkan langkah untuk menunda pengerjaan Penambahan Modal dengan Memberikan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (PMHMETD) II atau rights issue, yang mulanya diproyeksikan selesai pada kuartal III/2026.

Corporate Secretary PYFA Herdiasti Anggitya Dwisani menjelaskan bahwa langkah tersebut disepakati usai manajemen menimbang keadaan pasar modal beserta situasi makroekonomi saat ini yang dipandang belum cukup mendukung kelancaran aksi korporasi tersebut.

"Perseroan menunda pelaksanaan rencana PMHMETD II. Keputusan tersebut diambil setelah mempertimbangkan kondisi pasar modal dan makroekonomi terkini yang dinilai belum kondusif untuk mendukung pelaksanaan PMHMETD II," ujar Herdiasti dalam keterbukaan informasi, Jumat (12/6/2026).

Herdiasti mengimbuhkan, pihak internal emiten bakal terus mengamati situasi pergerakan pasar secara berkala dan bersiap meninjau kembali pengerjaan rights issue pada momentum yang dinilai lebih tepat dan stabil.

Kendati demikian, manajemen PYFA memastikan keputusan penangguhan agenda korporasi ini tidak membawa pengaruh yang material bagi aktivitas operasional sehari-hari maupun pada pos finansial internal perusahaan.

"Penundaan PMHMETD II tidak berdampak secara material terhadap kegiatan operasional, hukum, kondisi keuangan, atau kelangsungan usaha Perseroan," pungkas Herdiasti.

Sebelum melangkah pada keputusan ini, PYFA sebenarnya sudah mengantongi restu dari para investor untuk menggelar rights issue lewat forum Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) yang diselenggarakan pada 22 April 2026.

Mengacu pada skema yang telah diekspos ke publik, perseroan berniat melepas sebanyak-banyaknya 5,7 miliar lembar saham baru yang membawa nilai nominal sebesar Rp100 per saham.

Di samping itu, PYFA juga mematangkan rencana untuk merilis waran dengan porsi tertinggi sebesar 35 persen dari jumlah modal yang telah ditempatkan serta disetor penuh.

Direktur PYFA Sinta L. Ningsih sebelumnya menyampaikan dana hasil rights issue akan digunakan untuk memperkuat struktur permodalan dan mendukung potensi akuisisi guna mempercepat pengembangan usaha.

“With the approval we received, we will focus on completing our ecosystem. As a pharmaceutical company, providing the best healthcare products and services with cutting-edge technology to the public is our form of responsibility,” ujarnya dalam keterangan resmi, Jumat (1/5/2026).

Langkah korporasi ini diproyeksikan menjadi pilar penting bagi taktik korporasi dalam menyusun ekosistem jasa kesehatan yang saling terpadu lewat paduan ekspansi organik serta anorganik.

Pada estimasi awal, PYFA membidik surat keputusan efektif dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK) bisa terbit di akhir Juni 2026 dan masa eksekusi HMETD berjalan di Juli 2026, guna mengejar target rampung total pada kuartal III/2026.

Terkini