Penerbitan Obligasi Global Danantara Indonesia Raih Sukses Besar

Senin, 15 Juni 2026 | 20:28:01 WIB
kanan-kiri) CEO Danantara Indonesia, Rosan Perkasa Roeslani dan Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg), Prasetyo Hadi dalam konferensi pers di Istana Kepresidenan, Jakarta, Senin (15/6/2026).

JAKARTA - CEO Danantara Indonesia sekaligus Menteri Investasi dan Hilirisasi Rosan Roeslani menyatakan keberhasilan penerbitan obligasi global (global bond) perdana Danantara Indonesia merupakan bukti nyata bahwa para investor asing masih menaruh kepercayaan tinggi terhadap pasar Indonesia.

Melalui keterangan resmi di Kantor Presiden, Kompleks Istana Kepresidenan, Rosan menyebut PT Danantara Investment Management (DIM) telah merilis obligasi internasional perdana dengan nilai menembus 1,5 miliar dolar Amerika Serikat (AS).

Langkah penerbitan surat utang ini memperoleh respons luar biasa dari pasar keuangan internasional. Hal itu tercermin dari nilai peak orderbook yang menyentuh kisaran 4,6 miliar dolar AS, atau melonjak lebih dari tiga kali lipat dari total nilai penerbitan awal.

"Ini membuktikan juga bahwa kepercayaan investor terhadap Indonesia ini tinggi dan ini terbukti dan ini real ya," ujar Rosan.

Rosan memaparkan bahwa pencapaian positif tersebut bukan sekadar komitmen tertulis di atas kertas belaka. Penandatanganan transaksi secara resmi telah dirampungkan pada tanggal 11 Juni 2026 dan dana segar hasil penerbitan dijadwalkan masuk rekening Danantara pada 18 Juni 2026.

Lebih lanjut, ia menekankan bahwa raihan ini sekaligus mematahkan asumsi miring yang menilai pemodal global enggan menanamkan modal di tanah air, atau hanya mau melirik surat utang domestik jika ditawarkan dengan premi risiko yang terlampau tinggi.

"Ini di luar ekspektasi banyak orang yang memperkirakan, tadinya kalau kita mau raise obligasi, mana ada yang mau beli, itu yang pertama. Kedua, wah pasti nanti rate-nya tinggi nih. Ternyata dua hal itu tidak terjadi dan ini juga menunjukkan kredibilitas baik dari Danantara maupun dari pemerintah itu sangat terjaga," jelasnya.

Ia menambahkan, pihak Danantara kini membuka peluang lebar untuk menerbitkan obligasi dengan tenor waktu yang jauh lebih panjang, yakni mencapai 30 tahun di masa depan lantaran mengamati tingginya animo pasar internasional.

Menurut pandangannya, sikap optimistis dari para investor tersebut dipicu oleh keyakinan kuat terhadap prospek pertumbuhan ekonomi Indonesia yang dinilai kokoh dan relatif stabil, meskipun di tengah gempuran tantangan geopolitik serta geoekonomi global.

"Jadi ini membuktikan bahwa dan antara dalam hal ini mempunyai kredibilitas yang baik, dan ini tercermin dari obligasi yang mempunyai offensive credit sampai lebih dari tiga kali," imbuhnya.

Terkini