Cara Mengelola Emosi dan Tetap Rasional dalam Situasi Sulit

Selasa, 30 Juni 2026 | 03:43:31 WIB
Ilustrasi perempuan dengan pikiran tenang dan hati senang.

JAKARTA — Saat menghadapi situasi yang penuh tekanan, setiap individu memiliki respon yang berbeda, mulai dari kepanikan hingga kemampuan untuk tetap tenang.

Menurut pakar, kemampuan untuk menjaga ketenangan bukan berarti seseorang tidak merasakan stres atau takut, melainkan mampu mengelola emosi agar tetap rasional.

Psikolog klinis Dr. Robert Puff menjelaskan bahwa ketenangan bukanlah sifat bawaan sejak lahir, melainkan suatu keterampilan yang dapat dilatih oleh siapa saja.

“Untuk mencapai ketenangan pikiran seperti ini, diperlukan pemahaman sederhana tentang cara kerja pikiran Anda,” ujarnya.

Berikut adalah lima kebiasaan berpikir yang sering diterapkan oleh individu yang mampu tetap tenang dalam situasi sulit untuk membantu melihat masalah secara objektif.

Pertama, fokuslah pada langkah kecil yang bisa dilakukan saat ini. Orang yang tenang memusatkan perhatian pada tindakan berikutnya daripada memikirkan skenario terburuk.

Kedua, sadarilah bahwa emosi bisa memengaruhi keputusan. Penting untuk mengenali rasa cemas atau takut tanpa membiarkan perasaan tersebut mengendalikan tindakan.

“Kemampuan mengenali emosi tanpa langsung bereaksi terhadapnya merupakan bagian penting dari kecerdasan emosional,” ungkap Dr. Susan David, dosen di Harvard Medical School.

Ketiga, berusahalah memahami akar masalah. Meluangkan waktu untuk mengidentifikasi penyebab utama dapat membantu memilih solusi yang lebih tepat dan tidak impulsif.

Keempat, bedakan hal yang bisa dan tidak bisa dikendalikan. Fokuslah pada upaya pribadi dan lepaskan tanggung jawab atas hal-hal yang berada di luar jangkauan kendali kami.

“Lepaskan segala rasa tanggung jawab yang keliru terhadap kesehatan Anda dan orang lain. Meskipun Anda dapat menurunkan risiko, apa yang akhirnya terjadi bukanlah kendali kami,” tulis Seth J. Gillihan, PhD.

Kelima, manfaatkan sumber daya yang dimiliki. Orang yang tenang akan mencari opsi terbaik dengan memanfaatkan dukungan keluarga, pengalaman, maupun pengetahuan yang ada.

Dengan menerapkan pola pikir tersebut, seseorang akan lebih mudah menemukan jalan keluar dibanding terus memikirkan keterbatasan dalam situasi yang sulit.

Terkini