BPS Catat Impor Migas Indonesia Tembus Rp80,96 Triliun pada Mei 2026

Rabu, 01 Juli 2026 | 22:50:31 WIB
Pertamina melakukan pengeboran di lapangan minyak.

JAKARTA - Badan Pusat Statistik (BPS) merilis data bahwa nilai impor minyak dan gas bumi (migas) menyentuh angka US$4,51 miliar atau setara dengan Rp80,96 triliun (berdasarkan acuan kurs Rp17.953 per US$) pada Mei 2026.

Akumulasi nominal tersebut memperlihatkan lonjakan tajam sebesar 70,78 persen jika disandingkan dengan perolehan impor migas pada Mei 2025 yang hanya terdokumentasi senilai US$2,64 miliar.

"Impor migas sebesar US$4,51 miliar, meningkat 70,78% secara tahunan," ucap Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa BPS Ateng Hartono dalam konferensi pers, Rabu (1/7/2026).

Sementara itu, untuk aktivitas impor migas di sepanjang rentang waktu Januari sampai Mei 2026 secara akumulatif berhasil menembus angka US$17,45 miliar.

Pencapaian angka tersebut mencerminkan adanya pertumbuhan sebesar 27,89 persen dari periode yang sama di tahun sebelumnya yang tertahan pada nilai US$13,64 miliar.

Ateng memaparkan bahwa pasokan impor migas selama periode Januari hingga Mei 2026 tersebut paling dominan didatangkan dari negara Singapura dengan kontribusi nilai menyentuh US$5,1 billion.

"Negara asal impor migas pada periode Januari sampai Mei 2026 itu utamanya yang pertama dari Singapura, kami impor migasnya yang tadi Januari–Mei sebesar US$5,1 miliar atau sekitar 29,38% terhadap total impor migas," ucap Ateng.

Penyumbang pasokan impor migas terbesar pada urutan kedua ditempati oleh negara tetangga Malaysia, dengan torehan angka mencapai US$3,6 miliar.

Jumlah tersebut menyumbang andil sekitar 20,54 persen dari total keseluruhan pasokan impor migas tanah air selama kurun waktu Januari hingga Mei 2026.

Berikutnya, penyuplai pasokan ekspor migas terbesar ke tanah air ditempati oleh pihak Amerika Serikat (AS) dengan catatan sebesar US$1,4 miliar sepanjang kurun waktu Januari–Mei 2026 yang memberikan andil sekitar 8,28 persen.

Ateng menguraikan bahwa susunan daftar negara-negara pengekspor migas utama ke wilayah Indonesia ini relatif tidak menunjukkan pergeseran peta posisi jika disandingkan dengan situasi tahun lalu.

Kendati demikian, dirinya menyebut ada satu kekuatan baru yang mulai merangkak naik masuk ke jajaran negara pemasok migas terbesar bagi Indonesia, yakni negara Brasil.

"Untuk minyak mentah dari Brasil menjadi peringkat keempat di Januari-Mei 2026. Hanya Brasil saja yang naik ke peringkat keempat," katanya.

Terkini