Emiten MTEL Bagikan Dividen Tunai Senilai Rp2,08 Triliun

Rabu, 01 Juli 2026 | 02:38:32 WIB
Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan PT Dayamitra Telekomunikasi Tbk.

JAKARTA - Agenda Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) dari PT Dayamitra Telekomunikasi Tbk. (MTEL) atau Mitratel yang digelar pada Selasa (30/6/2026), resmi menyepakati pengucuran dana dividen senilai Rp2,08 triliun atau Rp25,6 per lembar saham.

Melalui publikasi dokumen resminya, manajemen MTEL mengonfirmasi bahwa besaran total imbal hasil atau dividen ini setara dengan porsi 98% dari raihan laba bersih korporasi.

“Para pemegang saham menyetujui pembagian dividen tunai sebesar Rp2,08 triliun atau Rp25,6 per saham, setara dengan 98% dari laba bersih Perseroan,” ujar manajemen MTEL, Selasa (30/6/2026).

Pihak manajemen membeberkan bahwa persentase payout ratio tersebut mengukir posisi sebagai salah satu yang tertinggi di industri sejenis, sekaligus menandai tahun kedua berturut-turut bagi Mitratel dalam menggelontorkan dividen dengan rasio 98%.

Direktur Utama Mitratel Theodorus Ardi Hartoko menyampaikan bahwa pencapaian kinerja sepanjang tahun buku 2025 merefleksikan ketangguhan fundamental bisnis internal, sekaligus menjadi batu pijakan untuk fase ekspansi ke depan.

“Kami terus menjaga keseimbangan antara penciptaan nilai bagi pemegang saham melalui dividen yang konsisten, investasi pada peluang pertumbuhan baru, dan transformasi menuju Next-Generation Tower Company. Dengan fondasi tersebut, kami optimistis dapat terus memperkuat kepemimpinan Mitratel sebagai perusahaan infrastruktur digital terdepan di Indonesia dan Asia Tenggara,” ujar Theodorus.

Jika merujuk pada performa sepanjang tahun buku 2025, Mitratel sukses mengantongi pendapatan usaha senilai Rp9,53 triliun, perolehan EBITDA sebesar Rp7,83 triliun, serta torehan laba bersih bersih senilai Rp2,12 triliun.

Kinerja keuangan yang prima tersebut disokong penuh oleh skema model bisnis korporasi yang berbasis pada pendapatan berulang, tingkat profitabilitas yang tebal, serta ketahanan arus kas operasional perusahaan.

Di samping itu, MTEL konsisten mengatrol kualitas pertumbuhan lewat peningkatan tenancy ratio atau rasio keterisian menara sewaan ke level 1,57x, yang menunjukkan tingkat optimalisasi aset yang sangat baik.

Perusahaan juga memacu penetrasi bisnis fiber optik lewat realisasi penambahan bentangan jaringan sepanjang 6.160 kilometer secara organik, sehingga total cakupan infrastruktur kini menyentuh angka 57.199 kilometer.

Sejalan dengan masifnya langkah ekspansi fisik tersebut, indikator Fiber Billable Length milik perseroan ikut terkerek naik menuju ke posisi sepanjang 70.618 kilometer.

Pertumbuhan infrastruktur ini sukses memicu lonjakan pendapatan pada segmen bisnis jaringan fiber optik hingga sebesar 18,1% jika disandingkan dengan perolehan pada periode tahun sebelumnya.

Berbekal kepemilikan aset yang mencakup lebih dari 40.000 menara telekomunikasi serta jaringan fiber optik yang terus meluas, MTEL kian memperkokoh posisinya sebagai raja infrastruktur digital di tanah air.

Langkah penguatan portofolio ini sekaligus bertindak sebagai pilar utama dalam mendukung akselerasi transformasi ekosistem digital secara nasional.

Terkini