Cara Menyamarkan Tampilan Pori Pori Wajah Menurut Dokter Kulit

Rabu, 01 Juli 2026 | 05:40:31 WIB
Ilustrasi Sedang Melihat Pori Pori.

JAKARTA - Masalah tampilan pori-pori besar di area wajah menjadi salah satu keluhan kosmetik yang paling kerap mencemaskan banyak orang pada era digital modern saat ini.

Apalagi tren pencitraan di media sosial lewat bantuan filter digital kian mengaburkan realitas dengan menyajikan visual permukaan kulit yang sangat mulus tanpa tekstur alami.

Akibatnya, banyak individu berlomba-lomba mencari formula kosmetik yang mengklaim sanggup menyusutkan ukuran diameter lubang kulit tersebut secara permanen.

Padahal, saluran halus ini merupakan anatomi biologis yang kodrati pada kulit dan mengemban fungsi vital yang tidak dapat dihilangkan dari tubuh.

Dokter spesialis kulit bersertifikat Dr. Geeta Yadav menjelaskan, pori-pori adalah saluran kecil yang terhubung dengan kelenjar minyak di bawah permukaan kulit.

"Pori-pori berfungsi sebagai saluran keluarnya sebum ke permukaan kulit sehingga kulit tetap seimbang dan ternutrisi," ujar Dr. Yadav, seperti dikutip Best Health, Rabu (1/7/2026).

Seiring berjalannya usia manusia, tingkat elastisitas alami pada lapisan kulit bakal merosot sehingga menyebabkan lubang folikel terkesan kian melonggar.

Di samping itu, penimbunan zat minyak, sumbatan sel tanduk yang mati, serta debu lingkungan juga memicu diameter pori-pori tampak jauh lebih tegas.

Elizabeth Layton dari Regional Education Trainer M.A.C Cosmetics menambahkan, banyak orang terlalu fokus pada ukuran pori-pori karena terpengaruh foto yang telah diedit atau filter media sosial.

"Iklan dan gambar yang telah diedit menciptakan harapan yang tidak realistis sehingga banyak orang menginginkan hasil yang instan dan kulit tanpa pori-pori, padahal hal itu tidak mungkin terjadi," kata Layton.

Kendati tidak ada metode untuk mereduksi ukurannya secara permanen, aplikasi regimen kecantikan yang tepat dinilai andal dalam menyamarkan dimensi visualnya.

Dr. Yadav menyarankan pemakaian sediaan topikal dengan muatan asam salisilat lantaran zat aktif ini andal meresap ke dalam saluran kulit untuk mengurai sumbatan minyak.

"Dengan begitu, sebum dapat mengalir lebih lancar melalui pori-pori tanpa memperparah sumbatan yang membuat pori tampak membesar," ujarnya.

Pilihan obat luar lain seperti retinoid juga pas diaplikasikan, khususnya bagi pemilik kulit dengan produksi minyak berlebih atau yang mulai kendur.

Elemen aktif ini berkhasiat meregulasi sekresi sebum sekaligus memicu sintesis jaringan kolagen baru demi memperbaiki mutu tekstur permukaan kulit wajah.

Pada skenario klinis tertentu, ahli dermatologi umumnya bakal menawarkan opsi perawatan modern layaknya tindakan laser resurfacing ataupun microneedling.

Rangkaian intervensi medis tersebut berfokus memicu pertumbuhan kolagen internal agar kulit kembali rapat sehingga dimensi lubang kulit tersamar.

Bukan cuma lewat perawatan medis, rekayasa riasan kosmetik yang jeli juga mampu memberikan manipulasi optik agar kulit muka terkesan mulus.

Layton menyarankan hidrasi kulit yang optimal sebagai modal utama sebelum merias wajah agar produk alas bedak dapat menempel dengan sempurna.

Penggunaan krim dasar atau primer sebelum pengaplikasian foundation juga dinilai efektif dalam meratakan kembali area kulit yang bertekstur.

"Saya menyarankan memilih foundation yang mampu menyamarkan tekstur dan memantulkan cahaya sehingga memberikan efek seperti filter pada kulit," ungkap Layton.

Bagi konsumen yang menghindari penggunaan foundation tebal, aplikasi bedak tabur berformula ringan dapat diaplikasikan sebagai alternatif cerdas.

Menurut ulasan Layton, lini produk bedak modern saat ini sudah dilengkapi kemampuan memberikan impresi blur tanpa memicu efek kering pada wajah.

Terkini