Abdul Mu’ti Ingatkan Wisudawan Unmuh Babel Jalankan 4 Tugas Penting

Kamis, 02 Juli 2026 | 19:49:01 WIB
Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Republik Indonesia, Abdul Mu’ti.

JAKARTA - Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Republik Indonesia, Abdul Mu’ti mengungkapkan bahwa para sarjana Universitas Muhammadiyah Bangka Belitung harus berdedikasi dan memberikan manfaat bagi masyarakat serta bangsa.

"Saya berharap mahasiswa yang diwisuda hari ini tidak mengidap "toga syndrome" yang merasa telah selesai belajar hanya karena sudah mengenakan toga," kata Abdul Mu’ti saat menghadiri Wisuda Ke-17 Unmuh Babel di Pangkalpinang, Kamis.

Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah menekan para wisuda Universitas Muhammadiyah Bangka Belitung senantiasa bersyukur, karena Allah mengingatkan kami dalam firman-Nya yang artinya "Jika kamu bersyukur, niscaya Aku akan menambah nikmat kepadamu. Tetapi jika kamu mengingkari nikmat-Ku, maka sesungguhnya azab-Ku sangatlah pedih".

"Saya berpesan kepada wisuda ini untuk selalu bersyukur and berdedikasi yang membawa manfaat bagi orang lain, karena sebaik-baik manusia adalah manusia yang paling bermanfaat bagi manusia lainnya," ujarnya.

Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah menyatakan, sarjana harus berdedikasi, dan bahkan lebih dari itu, karena manusia terbaik adalah mereka yang menjadi rahmat bagi seluruh alam semesta. Oleh karena itu, kalian hendaknya menjadi sarjana dan cendekiawan yang mampu memberi manfaat.

"Kalau kami mengikuti pemikiran Ali Syariati dalam bukunya tentang tugas cendekiawan Muslim, maka paling tidak ada empat tugas yang harus dijalankan," katanya.

Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah menerangkan empat tugas yang harus dijalankan cendekiawan Muslim ini, yaitu pertama memberikan pencerahan, mencerahkan kehidupan melalui ilmu yang dimiliki.

Kedua membumikan Islam yang progresif, agar Islam tidak hanya indah dalam kata-kata dan kitab suci, tetapi benar-benar menghadirkan rahmat yang membuat manusia hidup lebih bahagia dan alam semesta lebih sejahtera.

Ketiga menyatu dengan rakyat. Saudara semua adalah kaum intelektual, termasuk kelompok elit. Tetapi jangan menjadi orang yang elitis. Jadilah elit yang dekat dengan rakyat kecil. Itulah salah satu tugas penting seorang cendekiawan Muslim.

Keempat melawan kejumudan dan kemandekan. Artinya, seorang cendekiawan harus berani menjadi pendobrak, berani bersikap kritis demi kebaikan, dan berani menawarkan solusi atas berbagai persoalan.

"Seorang cendekiawan adalah pribadi yang selalu gelisah melihat ada sesuatu yang harus diperbaiki. Bukan orang yang hanya menyalahkan kegelapan, melainkan orang yang menyalakan pelita di tengah kegelapan. Oleh karena itu, setelah saudara diwisuda, jangan pernah berhenti berkarya," katanya.

Terkini