Indonesia-Belarus Perluas Kerja Sama Industri hingga Perdagangan

Jumat, 03 Juli 2026 | 18:51:01 WIB
Prabowo dan Lukashenko Sepakat Perluas Kerja Sama di 3 Bidang Ini [FOTO: NET].

JAKARTA - Presiden Prabowo Subianto dan Presiden Belarus Alexander Lukashenko mencapai kesepakatan untuk memperlebar sayap kerja sama ekonomi kedua negara, dengan menitikberatkan pada pengembangan sektor industri, modernisasi lini pertanian, penguatan rantai pasok, hingga kolaborasi di bidang teknologi.

Kesepahaman tersebut diutarakan Prabowo sewaktu menyampaikan keterangan pers bersama (joint press statement) selepas melangsungkan pertemuan bilateral dengan Lukashenko di Istana Merdeka, Jakarta, Kamis (2/7/2026).

Prabowo mengemukakan bahwa Indonesia dan Belarus memegang komitmen kuat demi memperkokoh kemitraan ekonomi yang mampu menyokong agenda pembangunan nasional di masing-masing negara.

"Di bidang ekonomi kami sepakat untuk terus memperluas kemitraan yang mendukung agenda pembangunan nasional kedua negara. Ke depan kerja sama akan difokuskan pada pengembangan industri, modernisasi pertanian, penguatan rantai pasok serta kerja sama teknologi," ujar Prabowo.

Bukan sekadar memperkuat kemitraan di sektor riil, kedua negara pun memacu eskalasi jalinan niaga lewat percepatan implementasi kesepakatan perdagangan bebas antara Indonesia dengan Eurasian Economic Union (EAEU).

Prabowo menyampaikan apresiasi atas langkah Belarus yang telah menuntaskan proses ratifikasi Indonesia–Eurasian Economic Union Free Trade Agreement (I-EAEU FTA). Menurutnya, Indonesia pada saat ini juga tengah merampungkan proses ratifikasi untuk perjanjian tersebut.

"Di bidang perdagangan kami apresiasi Belarus telah menyelesaikan proses ratifikasi perjanjian Indonesia–Eurasian Economic Union Free Trade Agreement. Kami juga sedang melakukan proses ratifikasi tersebut," katanya.

Presiden Ke-8 RI tersebut memandang bahwa realisasi perjanjian itu bakal membuka lebar akses pasar yang lebih luas, sekaligus mendongkrak laju perdagangan serta investasi antara Indonesia dengan negara-negara anggota EAEU, termasuk Belarus.

Pada sektor industri, Prabowo mengamati adanya potensi besar bagi iklim usaha kedua negara untuk mempererat kemitraan lewat skema investasi ataupun pendirian perusahaan patungan (joint venture).

Sinergi tersebut, lanjut dia, bakal dipusatkan pada sejumlah sektor strategis, layaknya industri manufaktur, otomotif, kendaraan berat, serta agroindustri yang dinilai mempunyai prospek cerah untuk dipacu perkembangannya.

"Di bidang industri kami melihat peluang besar untuk meningkatkan investasi dan joint venture antara pelaku usaha kedua negara khususnya pada industri manufaktur, otomotif, kendaraan berat dan agroindustri," tandas Prabowo.

Terkini