Daftar HP Android Murah yang Punya Desain Mirip iPhone Terbaru

Jumat, 03 Juli 2026 | 03:33:31 WIB
Tecno Spark 40.

JAKARTA - Bagi Anda yang sedang memburu perangkat ponsel pintar alternatif dengan tampilan fisik menyerupai gawai flagship iPhone 17 Pro Max namun memiliki label harga miring, deretan HP Android berikut dapat menjadi pilihan.

Belakangan ini, sejumlah produsen ponsel pintar Android terpantau gencar merilis gawai yang mengadopsi estetika bentuk menyerupai iPhone 17 Pro maupun iPhone 17 Pro Max.

Titik kesamaan tersebut umumnya terletak pada dimensi rumah kamera berbentuk persegi panjang berskala besar, pilihan warna ikonik seperti cosmic orange, hingga formasi kamera boba yang dipasang secara zig-zag.

Indeks harga yang ditawarkan untuk membawa pulang jajaran ponsel robot hijau menyerupai produk Apple ini juga tergolong sangat variatif.

Pasaran harganya bergerak dinamis mulai dari kelas pemula atau entry-level di kisaran angka Rp1 jutaan hingga menyentuh segmen kelas menengah atau mid-range.

Kendati demikian, perlu digarisbawahi bahwa tidak semua unit ponsel tiruan tersebut sudah dipasarkan secara resmi untuk konsumsi publik di Indonesia.

Beberapa produk tercatat hanya didistribusikan secara eksklusif untuk negara tertentu saja seperti pasar domestik China.

Namun, ada pula jajaran produk yang baru saja melakoni debut peluncuran secara global dan kini tinggal menunggu momentum waktu rilis resminya di Tanah Air.

Berikut adalah daftar kompilasi varian HP Android ramah kantong yang dipersenjatai dengan konsep desain menyerupai kemewahan iPhone 17 Pro maupun Pro Max.

Urutan pertama ditempati oleh produk lansiran Vivo lewat seri S60 dan S60 Vitality Edition.

Duo ponsel pintar besutan Vivo ini baru saja mendarat resmi untuk menyapa target konsumen di pasar domestik China.

Kedua perangkat seluler ini mengusung karakteristik bentuk yang identik lewat pengaplikasian wadah kamera belakang persegi panjang menyerupai iPhone 17 Pro.

Secara umum, lini Vivo S60 reguler dan varian Vitality Edition mengusung spesifikasi teknis selevel, meliputi aspek bentang layar, konfigurasi lensa, hingga ketahanan daya baterai.

Meski begitu, sang produsen tetap menyematkan beberapa komponen pembeda khusus pada duo seri S60 ini, utamanya pada jenis chipset serta kemampuan lensa telefoto.

Urutan kedua diisi oleh varian terbaru dari Realme melalui seri P4 Lite.

Gawai pintar di segmen pemula ini terpantau baru saja meluncur resmi untuk pasar Indonesia pada hari Kamis (2/7/2026).

Ponsel entry-level yang dilepas ke pasaran dengan kisaran harga Rp2 jutaan ini mengusung keunikan berupa bentuk wadah lensa belakang yang identik dengan iPhone 17 Pro Series.

Rumah kamera berbentuk persegi panjang dengan sudut melengkung itu menampung dua buah sensor, yakni lensa utama berkekuatan 8 MP serta satu lensa pembantu untuk mengunci Auto Focus.

Sementara pada area wajah depan, tersemat lensa swafoto beresolusi 5 MP (f/2.2) yang dipasang pada poni bermotif huruf U di bagian tengah atas layar.

Urutan ketiga diwakili oleh pabrikan Tecno lewat produk bertajuk Spark 40.

Tecno Spark 40 memamerkan konsep estetika berupa rumah lensa berbentuk persegi panjang berukuran masif yang menyita hampir sepertiga luas dari penampang bodi belakang.

Formasi peletakan lensa kamera pada perangkat seluler ini diatur sedemikian rupa dengan gaya triangular atau mengikuti pola bangun segitiga.

Aksen rancangan tersebut sekilas membuat penampilan fisik dari Tecno Spark 40 terlihat layaknya tiruan dari kemewahan iPhone 17 Pro ataupun seri Pro Max.

Kesan menyerupai produk Apple kian dipertegas lewat eksekusi panel buritan yang sengaja dibuat minimalis polos tanpa adanya hiasan ornamen tambahan.

Di pasar Indonesia, Tecno Spark 40 ditawarkan secara resmi ke publik dengan label harga yang dipatok mulai dari angka nominal Rp1,8 juta.

Urutan keempat datang dari produsen Infinix melalui seri Note 60 Pro.

Infinix Note 60 Pro hadir ke pasaran dengan bekal rumah lensa berpotongan persegi panjang berdimensi besar yang diposisikan pada area atas punggung bodi.

Wadah tersebut dihuni oleh dua buah sensor kamera, yang masing-masing berkekuatan 50 MP sebagai kamera utama serta disokong oleh lensa ultrawide beresolusi 8 MP.

Secara visual, pembawaan bentuk dari wadah kamera menonjol ini sekilas akan mengingatkan para pencinta gadget pada karakteristik khas yang melekat di seri iPhone.

Tepat di sisi sebelah kanan modul, pabrikan menyematkan inovasi lampu dot matriks interaktif yang diberi nama panggung Active Matrix Display.

Inovasi tersebut mengemban fungsi fungsional untuk menampilkan indikator penunjuk waktu, panggilan masuk, notifikasi pesan, teks khusus, hingga animasi hewan peliharaan ala mainan tamagotchi.

Produk Infinix Note 60 Pro saat ini sudah bisa dibeli secara resmi oleh konsumen Indonesia dengan harga jual yang dipasang mulai dari angka Rp5,4 jutaan.

Urutan kelima ditempati oleh sang saudara kembar yakni Infinix Note 60 reguler.

Infinix Note 60 edisi standar ini mengusung bahasa desain wadah kamera yang masih berada dalam satu garis keturunan dengan versi Pro.

Modul penampung lensanya dirancang dengan potongan persegi panjang berukuran besar dan ditempatkan secara mencolok di area atas punggung ponsel.

Rangkaian lensa penunjang fotografi pada gawai ini dipasang dalam satu bidang datar dengan bentuk fisik yang dibuat sedikit menyembul keluar.

Namun sebagai aspek pembeda dari versi Pro, perangkat Infinix Note 60 reguler ini sengaja tidak dibekali dengan kehadiran fitur lampu Active Matrix Display.

Walau tanpa lampu interaktif, penampilan area buritan dari ponsel ini dinilai tetap menyuguhkan kesan yang sangat mirip dengan rumah kamera milik iPhone 17 Pro Max.

Untuk pasar Indonesia, unit Infinix Note 60 standar ini dilepas secara resmi ke publik dengan kisaran harga yang dimulai dari angka Rp4 jutaan.

Urutan keenam diisi oleh sub-brand Xiaomi melalui lini Poco F8 Series.

Varian Poco F8 Pro dan seri F8 Ultra tampil percaya diri mengusung modul kamera belakang berukuran raksasa yang mendominasi sebagian besar area penampang punggung.

Rumah kamera tersebut dirancang secara tegas lewat eksekusi bentuk kotak persegi dengan sudut-sudut yang dibuat membulat secara halus.

Secara tangkapan mata, susunan mata lensa pada ponsel Android ini sekilas akan langsung mengarahkan ingatan publik pada desain kamera belakang iPhone 17 Pro Max.

Meski demikian, terdapat satu detail kecil yang membedakan wajah Poco F8 Series dengan iPhone, yakni adanya sematan grafir tulisan Bose di samping lensa.

Poco F8 Series telah mendarat resmi di pasar Tanah Air dengan rincian harga mulai dari Rp8,5 jutaan untuk versi Pro serta Rp11,5 jutaan untuk kasta Ultra.

Urutan ketujuh ditempati oleh produk keluaran pabrikan Honor via seri Power 2.

Honor Power 2 memikat pandangan lewat pembawaan bodi belakang yang dipercantik oleh kehadiran rumah kamera berbentuk persegi panjang.

Sektor kosmetik kamera ini terlihat seolah menampung tiga buah lingkaran lensa bergaya segitiga, walaupun fakta teknisnya Honor Power 2 hanya membawa dua kamera aktif.

Konsep manipulasi visual ini dinilai meniru mentah-mentah karakteristik desain plateau yang selama ini menjadi identitas mutlak dari iPhone 17 Pro.

Namun demikian, salah satu lingkaran kamera pada Honor Power 2 memiliki diameter yang jauh lebih dominan ketimbang dua lingkaran lainnya.

Kemiripan estetika Honor Power 2 dengan iPhone 17 Pro juga dipertegas lewat rilisnya opsi varian kelir jingga yang dinamai Rising Sun Orange.

Ponsel ini baru memulai debut komersialnya untuk area pasar domestik China dengan patokan harga mulai dari 2.699 yuan atau berkisar di angka Rp6,4 juta.

Urutan kedelapan diwakili oleh vendor ZTE lewat gawai Nubia V80 Design.

Perangkat Nubia V80 Design sukses mencuri perhatian khalayak luas lantaran membawa rancangan visual kamera belakang yang menyerupai iPhone 17 Pro.

Sistem kamera yang tertanam di bagian punggung tersebut dikemas rapi dalam wadah persegi panjang dengan tiga lingkaran lensa bersusun zig-zag.

Satu hal yang unik, dari ketiga lingkaran boba yang dipajang tersebut, tidak seluruhnya mengemban fungsi teknis sebagai lensa kamera aktif.

Sebab, salah satu lingkaran di antaranya sengaja dipasang hanya sebagai elemen dekorasi estetika semata alias sekadar komponen gimmick visual.

Nubia V80 Design telah dipasarkan secara resmi untuk publik Malaysia dengan label harga 570 ringgit atau berkisar di angka Rp2,3 jutaan untuk versi memori 8/256 GB.

Urutan kesembilan dihuni oleh produsen papan atas Xiaomi melalui seri 17 Pro Max.

Xiaomi 17 Pro Max menjadi salah satu kontestan Android dengan tingkat kemiripan visual yang tergolong paling rapat dengan karakteristik iPhone.

Modul kamera belakang pada gawai pintar ini dirancang dalam potongan persegi panjang yang turut diintegrasikan dengan panel layar mini.

Dimensi dari modul hibrida ini tergolong sangat masif hingga memakan hampir sepertiga luas bodi belakang, mirip dengan konsep iPhone namun dibekali fungsionalitas lebih canggih.

Rumah kamera belakang milik Xiaomi 17 Pro Max ini memayungi dua lensa vertikal, satu sensor ultrawide, serta lampu flash LED dengan sertifikasi lensa premium Leica.

Untuk urusan komersial, Xiaomi 17 Pro Max baru dipasarkan secara resmi di wilayah China dengan harga penawaran mulai dari 5.999 yuan atau setara Rp14,6 jutaan.

Urutan kesepuluh ditempati oleh brand entry-level legendaris lewat seri Itel A200.

Perangkat Itel A200 hadir meramaikan pasar sebagai salah satu opsi gawai Android teranyar yang berkiblat pada bahasa desain iPhone 17 Pro.

Sisi buritan dari ponsel murah ini dihiasi oleh modul kamera persegi panjang berskala besar lengkap dengan tiga lingkaran kamera boba yang menyerupai iPhone generasi terbaru.

Secara tangkapan visual, keselarasan warna yang disuguhkan oleh pihak Itel juga turut mendongkrak impresi mewah tersebut ke level yang lebih tinggi.

Salah satu varian warna andalannya diberi tajuk Comet Orange, yang lagi-lagi sengaja dibuat menyerupai identitas warna oranye khas kepunyaan iPhone 17 Pro.

Ponsel pintar Itel A200 ini dipasarkan secara resmi ke konsumen dengan label harga yang sangat ekonomis, yakni dimulai dari angka Rp1,5 juta saja.

Urutan kesebelas diwakili oleh saudara dekatnya, yakni Itel A100 Pro.

Selain tipe A200, brand Itel juga tercatat mengantongi model lain yang secara sekilas akan langsung mengingatkan publik pada kemewahan iPhone 17 Pro Max, yaitu tipe A100 Pro.

Titik kemiripan tersebut kembali terpancar dari eksekusi rumah kamera belakang yang dirancang masif lengkap dengan dekorasi tiga buah lingkaran lensa.

Pihak vendor juga turut menyediakan opsi kelir Comet Orange yang identik dengan warna kebesaran dari lini ponsel flagship besutan Apple.

Bukan melulu meniru pada aspek cangkang fisik eksternal, Itel A100 Pro juga sudah disuntik dengan ketersediaan fitur perangkat lunak interaktif bernama Dynamic Bar.

Sistem Dynamic Bar ini mengemban tugas memunculkan animasi notifikasi di sekitar area kamera depan, meniru konsep kerja Dynamic Island milik iPhone.

Untuk peta pemasaran di negara India, unit Itel A100 Pro ini dilepas ke pasaran dengan estimasi nilai jual berkisar di angka Rp1,6 jutaan.

Urutan kedua belas diisi oleh jenama lama yakni Coolpad lewat seri Cool 80.

Coolpad tidak ingin ketinggalan dalam memanfaatkan momentum tren HP Android mirip iPhone 17 Pro ini dengan meluncurkan varian bertajuk Cool 80.

Walau cetakan bodinya tidak bisa dikatakan seratus persen identik, kemiripan visual yang coba ditawarkan bertumpu pada bentuk modul kamera persegi panjangnya.

Di dalam ruangan modul tersebut, tertanam dua lensa kamera berdiameter besar yang dipasang secara vertikal, ditemani satu lingkaran tambahan di sisi samping.

Guna memperkental nuansa premium ala Apple, Coolpad Cool 80 juga menyediakan pilihan opsi warna khusus yang diberi nama Dune Orange.

Mengenai urusan harga jual, gawai pintar ini dipasarkan di wilayah China dengan banderol nilai 819 yuan atau setara dengan nominal Rp2,1 jutaan.

Urutan ketiga belas ditempati oleh pabrikan Honor melalui duet seri 600 dan 600 Pro.

Walaupun menyandang identitas penamaan yang berbeda, rancangan fisik dari Honor 600 dan versi 600 Pro tampak kompak berkiblat pada inspirasi iPhone 17 Pro.

Hal itu didasari oleh eksekusi rumah kamera belakang kedua perangkat yang berbentuk persegi panjang, dengan formasi vertikal untuk versi standar dan zig-zag untuk versi Pro.

Duo gawai ini juga datang membawa opsi varian warna yang senada dengan iPhone 17 Pro, yakni balutan warna oranye, kelir putih, serta opsi warna hitam.

Ketiga opsi warna tersebut dinilai memiliki kemiripan instan dengan nama warna resmi dari iPhone 17 Pro, yaitu Cosmic Orange, Silver, serta Deep Blue.

Untuk wilayah Malaysia, Honor 600 standar dilepas dengan harga 2.599 ringgit (Rp11,3 juta), sementara kasta Honor 600 Pro dihargai 3.099 ringgit (Rp13,4 juta).

Urutan terakhir atau keempat belas ditutup oleh Tecno lewat seri Spark 50 4G.

Tecno Spark 50 4G mengadopsi bahasa visual yang tergolong menyerupai karakteristik dari model papan atas iPhone 17 Pro Max.

Alasan utamanya lantaran ponsel pintar ini dibekali dengan modul kamera berbentuk persegi panjang yang areanya memakan hampir separuh punggung atas gawai.

Di dalam rumah kamera tersebut, pihak produsen menerapkan formasi lensa secara zig-zag di sisi kiri, persis seperti susunan kamera iPhone generasi terbaru.

Hingga saat ini, belum ada rilis data resmi mengenai nominal harga serta ketersediaan unit Tecno Spark 50 4G untuk pasar global maupun Indonesia.

Terkini