Waspada Dampak Jangka Panjang Keseleo bagi Kesehatan Sendi

Jumat, 03 Juli 2026 | 05:09:02 WIB
Ilustrasi Cedera Keseleo.

JAKARTA - Keseleo merupakan cedera yang sering terjadi saat berolahraga, terutama pada aktivitas yang melibatkan banyak perubahan arah gerakan.

Banyak orang menganggap keseleo sebagai cedera ringan karena masih bisa berjalan, sehingga cenderung membiarkannya sembuh sendiri.

Namun, menurut dr. Gabriel Klemens Wienanda, M.Ked(Surg), Sp.OT, AIFO-K, keseleo bisa menandakan robekan ligamen yang berpotensi menimbulkan masalah sendi di masa depan.

Keseleo adalah istilah awam untuk sprain atau cedera pada ligamen, yaitu jaringan penghubung antartulang yang berfungsi menjaga kestabilan sendi.

"Ligamen itu adalah jaringan pengikat. Jadi enggak selalu cedera itu tentang tulang. Ligamen yang mengikat antara tulang ini bisa robek. Biru, bengkak, tapi dia bisa jalan, apakah selalu patah (tulang)? Enggak selalu, bisa jadi ligamennya robek," tutur dr. Gabriel.

Masalah utama muncul ketika robekan ligamen tidak ditangani dengan baik, sehingga menyebabkan sendi tidak stabil.

Ketidakstabilan ini sering kali terjadi dalam bentuk pergeseran kecil yang terus berulang saat sendi digunakan dalam aktivitas sehari-hari.

"Karena robekan itu kadang-kadang kalau enggak diperbaiki engkelnya jadi goyang. Goyangnya micro motion namanya, dan itu menyebabkan gampang pengapuran," ungkap dr. Gabriel.

Pengapuran yang dimaksud adalah osteoarthritis atau kerusakan sendi akibat menipisnya bantalan sendi yang memicu nyeri, kekakuan, serta penurunan fungsi.

Dr. Gabriel menegaskan bahwa tidak semua keseleo memerlukan tindakan medis serius, namun pemeriksaan awal sangat penting dilakukan.

Sebab, gejala robekan ligamen, retak tulang, dan patah tulang sering kali mirip sehingga sulit dibedakan tanpa pemeriksaan fisik atau penunjang.

"Yang pertama harus ke dokter ortopedi. Dia bisa menilai langsung dia patah (tulang) atau enggak. Yang kedua, ada baiknya dilakukan pemeriksaan lebih lanjut, misalnya MRI atau X-ray atau yang lain untuk memastikan kerusakan lebih lanjut," kata dr. Gabriel.

Pemeriksaan sejak awal akan membantu menentukan penanganan tepat agar sendi pulih maksimal dan meminimalkan risiko komplikasi di kemudian hari.

Terkini