Sentimen Global Bawa IHSG Ditutup Menguat ke Level 5.875 Sore Ini

Jumat, 03 Juli 2026 | 05:58:02 WIB
Ilustrasi Saham IHSG.

JAKARTA - Laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada perdagangan Jumat sore sukses mengakhiri pekan di zona hijau, sejalan dengan tren penguatan yang melanda bursa saham di kawasan Asia.

IHSG ditutup melonjak sebesar 131,22 poin atau sekitar 2,28 persen menuju posisi 5.875,78. Seirama dengan indeks acuan, kelompok 45 saham unggulan atau indeks LQ45 juga terkerek naik 16,29 poin atau 2,88 persen ke level 581,78.

"Jelang akhir pekan, sentimen global memberikan katalis positif terhadap menguatnya IHSG," ujar Associate Director of Research and Investment Pilarmas Investindo Sekuritas Maximilianus Nico Demus alias Nico dalam kajiannya di Jakarta, Jumat.

Dari panggung internasional, perkembangan isu geopolitik di Timur Tengah memberikan angin segar setelah Qatar selaku pihak penengah mengabarkan adanya sinyal positif dalam mediasi damai antara Amerika Serikat (AS) dengan Iran demi menyudahi ketegangan selama empat bulan ke belakang.

Pihak Kementerian Luar Negeri Qatar mengonfirmasi bahwa jalannya diskusi mengenai rancangan nota kesepakatan gencatan senjata pada Juni 2026 berjalan dengan sangat kondusif.

"Namun, pelaku pasar masih bersikap waspada karena belum ada kesepakatan tertulis yang menjamin perdamaian jangka panjang di kawasan tersebut," ujar Nico.

Di sisi lain, dorongan positif juga datang dari melemahnya data serapan tenaga kerja di AS. Berdasarkan laporan nonfarm payrolls (NFP) AS per Juni 2026, ketersediaan lapangan kerja baru hanya bertambah 57.000, berada di bawah target pasar sebesar 110.000, walaupun angka pengangguran bertahan di level 4,2 persen atau lebih baik dari perkiraan sebesar 4,3 persen.

"Rilis data pasar tenaga kerja AS yang melambat memberikan pandangan baru pelaku pasar yang berspekulasi The Fed tidak akan menaikkan suku bunga acuan dalam waktu dekat," ujar Nico.

Merujuk pada data CME Fedwatch, potensi kenaikan suku bunga acuan oleh Bank Sentral AS pada September 2026 kini menyusut ke angka 45,6 persen, merosot tajam dari prediksi awal yang sempat menyentuh 67 persen sebelum indikator ketenagakerjaan dirilis.

Beralih ke ranah domestik, jajaran pemerintah bersama DPR dilaporkan telah menyepakati draf postur awal untuk Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RAPBN) 2027 yang nantinya menjadi fondasi utama penyusunan RUU APBN serta Nota Keuangan 2027.

Pada struktur tersebut, target rasio penerimaan negara ditetapkan pada kisaran 12,01 hingga 12,40 persen terhadap PDB, dengan sektor perpajakan ditargetkan menyumbang sekitar 10,08 sampai 10,45 persen terhadap PDB. Sementara pos belanja negara dipatok pada level 13,82 hingga 14,20 persen terhadap PDB, yang memicu estimasi defisit anggaran di kisaran 1,8 sampai 2,2 persen terhadap PDB.

"Postur ini mencerminkan upaya pemerintah menjaga keseimbangan antara disiplin fiskal dan kebutuhan mendorong pertumbuhan ekonomi," ujar Nico.

Sejak bel pembukaan berbunyi, IHSG terus konsisten bergerak di area positif hingga berakhirnya paruh pertama sesi perdagangan saham. Memasuki sesi kedua, pergerakan indeks tetap nyaman berada di zona hijau hingga penutupan bursa.

Berdasarkan data Indeks Sektoral IDX-IC, seluruh atau sebelas sektor saham terpantau kompak menguat yang dipimpin oleh sektor industri dengan kenaikan 3,74 persen, diikuti oleh sektor barang baku sebesar 2,97 persen serta sektor infrastruktur yang melesat 2,36 persen.

Untuk deretan saham yang mencatatkan pertumbuhan harga tertinggi antara lain KOKA, FUTR, ECII, COCO, dan RMKO. Di sisi lain, saham-saham yang terpuruk di zona pelemahan terdalam di antaranya BOBA, JECC, INPP, RANC, dan KBLI.

Aktivitas perdagangan hari ini membukukan frekuensi sebanyak 1.363.000 kali transaksi dengan volume saham yang berputar mencapai 17,15 miliar lembar saham senilai Rp10,53 triliun. Secara keseluruhan, 520 saham bergerak naik, 159 saham merosot, dan 280 saham stagnan.

Dari pasar regional Asia sore ini, indeks Nikkei melambung 1,47 persen ke posisi 69.744,07, indeks Shanghai terangkat 0,37 persen ke 4.034,64, indeks Kuala Lumpur naik 1,04 persen ke 1.679,05, indeks Shenzen menguat 0,76 persen ke 2.792,58, dan indeks Strait Times merangkak naik 0,26 persen ke 5.230,87.

Terkini