ASDP Segera Perluas Dermaga Ketapang-Gilimanuk untuk Logistik Besar

Sabtu, 04 Juli 2026 | 19:40:01 WIB
Atasi Kemacetan, ASDP Tingkatkan Kapasitas Dermaga Ketapang-Gilimanuk [FOTO: NET].

JAKARTA - PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) menyiapkan peningkatan kapasitas dermaga di lintasan Ketapang–Gilimanuk sebagai solusi jangka menengah untuk mengurangi kepadatan yang kerap terjadi, terutama pada periode puncak angkutan. Kemacetan di lintasan penyeberangan yang menghubungkan Pulau Jawa dan Bali itu terjadi berulang saat musim mudik Lebaran, libur panjang, maupun libur sekolah.

Corporate Secretary ASDP, Windy Andale, mengatakan peningkatan kapasitas dermaga telah masuk dalam rencana pengembangan perseroan, termasuk melalui peningkatan kapasitas dermaga eksisting di lintasan Ketapang–Gilimanuk.

“Langkah ini merupakan bagian dari upaya peningkatan kapasitas layanan penyeberangan, khususnya untuk mengakomodasi kendaraan logistik besar dan meningkatkan fleksibilitas operasional di kedua pelabuhan,” ujarnya kepada Bisnis, Jumat (3/7/2026).

Menurut Windy, peningkatan kapasitas tersebut ditujukan untuk memperbesar daya tampung layanan penyeberangan, terutama bagi kendaraan logistik besar, sekaligus meningkatkan fleksibilitas operasional di Pelabuhan Ketapang dan Gilimanuk.

Sejauh ini, operasional penyeberangan di lintasan Ketapang–Gilimanuk masih berjalan normal. Namun, utilisasi pelabuhan meningkat signifikan pada periode tertentu sehingga membutuhkan pengaturan lalu lintas yang lebih intensif. Di sisi lain, keterbatasan infrastruktur menjadi kendala, di mana kendaraan logistik besar hanya dilayani melalui tiga dermaga landing craft machine (LCM) dan satu dermaga moveable bridge (MB) IV.

Sebagai bagian dari pengembangan, ASDP memprioritaskan peningkatan Dermaga Ponton Ketapang menjadi Dermaga MB dengan kapasitas 60 ton. Selain itu, kapasitas Dermaga MB II Gilimanuk akan ditingkatkan dari 35 ton menjadi 60 ton.

“Peningkatan kapasitas dermaga menjadi salah satu upaya jangka menengah dan panjang untuk memperkuat keandalan layanan, meningkatkan fleksibilitas operasional, serta mengantisipasi pertumbuhan trafik dan potensi kepadatan pada periode-periode tertentu,” ujar Windy.

Pekerjaan ini ditargetkan dimulai tahun ini dengan estimasi penyelesaian sekitar 15 bulan setelah groundbreaking. Selain itu, ASDP bersama Pemerintah Provinsi Jawa Timur tengah mempercepat transformasi Pelabuhan Ketapang melalui penguatan tata kelola dan penyusunan rencana pengembangan jangka panjang hingga 2029.

Direktur Utama ASDP, Heru Widodo, menambahkan bahwa transformasi ini memerlukan kolaborasi lintas sektor. “Rencana tersebut disusun untuk memenuhi kebutuhan trafik saat ini sekaligus mengantisipasi pertumbuhan arus kendaraan dalam beberapa tahun ke depan,” ujarnya dalam keterangan resmi.

Terkini