Menbud Harap Kampus Usia 50 Tahun ke Atas Miliki Museum

Sabtu, 04 Juli 2026 | 20:19:02 WIB
Menbud Fadli Zon Dorong Perguruan Tinggi Bangun Museum [FOTO: NET].

JAKARTA - Menteri Kebudayaan RI, Fadli Zon mengimbau seluruh universitas di Indonesia untuk mendirikan museum sebagai sarana pembelajaran, penelitian, serta menjaga sejarah lembaga masing-masing.

“Kami ingin menggerakkan setiap perguruan tinggi, terutama yang telah berusia lebih dari 50 tahun, memiliki museum,” kata Menbud Fadli dalam keterangan resminya diterima di Jakarta, Sabtu.

Pernyataan tersebut diutarakan oleh Menbud Fadli setelah meresmikan Museum Institut Teknologi Bandung (ITB) di Kampus ITB, Bandung, Jumat (3/7).

Menbud Fadli memaparkan bahwa tanah air kini mempunyai sekitar 516 museum terdaftar, dan kehadiran Museum ITB diharapkan mampu mengatrol angka tersebut.

Museum, sambung Menbud mesti berstatus sebagai wadah yang aktif, ramai didatangi warga, memotivasi kaum muda, sekaligus menjadi komponen vital bagi roda ekonomi budaya Indonesia.

Pembukaan museum ini menjadi momen krusial demi memperkokoh tatanan permuseuman tanah air sekaligus memacu penyelamatan peninggalan intelektual universitas demi mendukung kemajuan kebudayaan Indonesia.

Menteri Kebudayaan memberikan apresiasi atas berdirinya Museum ITB yang telah melewati perjalanan panjang selama delapan tahun. Bagi dia, museum tidak cuma berfungsi untuk meletakkan benda bersejarah, melainkan area yang mendokumentasikan rekam jejak dan jati diri suatu lembaga.

"Museum merupakan etalase budaya dan etalase peradaban. Ini bukan tempat penyimpanan artefak, tetapi memori kolektif sebuah institusi. ITB adalah institusi penting yang telah melahirkan banyak tokoh bangsa, sehingga keberadaan museum ini menjadi sangat penting untuk menjaga keberlanjutan memori kolektif tersebut," ujar Menbud.

Pihak Kementerian Kebudayaan mengharapkan kian banyak universitas, pemda, sektor bisnis, hingga publik saling bersinergi mendirikan museum demi fungsi edukasi, konservasi, serta pemantapan karakter bangsa, selaras dengan amanah Pasal 32 UUD NRI Tahun 1945 terkait pemajuan kebudayaan nasional.

Museum ITB sendiri disajikan sebagai area interaktif serta partisipatif yang mengelola ingatan sejarah ITB sejak mulanya berdiri sebagai Technische Hoogeschool te Bandoeng pada tahun 1920.

Tempat ini menawarkan empat area utama, yaitu Akar Sejarah Institut Teknologi Bandung, Jejak Pencerahan Riset dan Pendidikan, Kehidupan Kampus dari Masa ke Masa, serta Inspirasi Masa Depan, lengkap dengan fasilitas 360° Theater Dome untuk memberikan impresi imersif lewat teknologi digital.

Rektor ITB, Prof. Dr. Ir. Tatacipta Dirgantara menuturkan bahwa Museum ITB diwujudkan dari cita-cita kolektif para penemu untuk menyuguhkan tempat yang sanggup merawat linimasa sejarah sekaligus memantik ide masa depan.

"Museum ini bukan sekadar tempat menyimpan benda-benda bersejarah. Ini adalah ruang pengetahuan, ruang refleksi, ruang dialog, dan ruang inspirasi. Tidak hanya menjadi kenangan masa lalu, tetapi juga sumber pembelajaran untuk masa depan," ujar Rektor ITB.

Terkini