Kemhan Dukung Pabrik Munisi PT Pindad Baru di Kalimantan Selatan

Senin, 06 Juli 2026 | 23:37:02 WIB
Menteri Pertahanan Republik Indonesia, Sjafrie Sjamsoeddin, melakukan peletakan batu pertama (groundbreaking) pembangunan Pabrik Munisi milik PT Pindad di Batulicin, Kabupaten Tanah Bumbu, Sabtu (4/7/2026).

JAKARTA - Kementerian Pertahanan (Kemhan) memberikan dukungan penuh terhadap pembangunan pabrik munisi milik PT Pindad di Batulicin, Kalimantan Selatan. Proyek ini dijalankan guna memenuhi pasokan amunisi bagi para personel TNI yang bertugas di daerah.

Wujud dukungan tersebut ditunjukkan saat Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin menghadiri langsung proses peletakan batu pertama atau ground breaking pembangunan pabrik munisi di Kalimantan Selatan pada Sabtu (4/7).

"Pembangunan pabrik munisi di Batulicin merupakan bagian dari program pengembangan industri pertahanan oleh PT Pindad yang sejalan dengan kebijakan Kemenhan untuk mendukung pemenuhan kebutuhan munisi bagi TNI," kata Kepala Biro Informasi Pertahanan Sekretariat Jenderal Kemenhan Brigjen TNI Rico Ricardo Sirait di Jakarta, Senin.

Rico menerangkan bahwa pembangunan tersebut menjadi langkah strategis bagi Kemhan karena dinilai bakal memperkokoh berbagai macam lini di bidang pertahanan nasional.

Salah satu dampak positifnya, menurut Rico, kehadiran pabrik munisi baru ini akan melepaskan ketergantungan Indonesia terhadap negara luar dalam urusan pemenuhan persenjataan.

Situasi tersebut diproyeksikan membuat PT Pindad selaku pilar industri pertahanan domestik makin mandiri, mengingat posisinya sebagai ujung tombak utama dalam memproduksi amunisi bagi kebutuhan TNI.

Bukan hanya itu, alur pengiriman pasokan amunisi nantinya dapat berjalan jauh lebih kilat serta tepat sasaran, sehingga segala keperluan operasional di setiap satuan TNI mampu terpenuhi secara optimal.

Rico juga menambahkan bahwa terdapat sederet faktor krusial yang mendasari penunjukan Kalimantan Selatan sebagai lokasi berdirinya pabrik munisi PT Pindad tersebut.

"Pemilihan Batulicin tentu melalui berbagai pertimbangan teknis dan strategis, antara lain ketersediaan lahan, akses wilayah, potensi dukungan infrastruktur, serta posisi Kalimantan Selatan yang strategis dalam mendukung distribusi dan penguatan industri pertahanan nasional," jelas dia.

Melalui perluasan proyek pembangunan pabrik baru ini, Rico optimistis sektor industri pertahanan dalam negeri akan tumbuh semakin kuat sekaligus andal dalam menopang sistem pertahanan nasional Indonesia.

Terkini