Perbasi Tunjuk Fredy Jadi Pelatih Kepala Timnas Basket Putri U18

Selasa, 07 Juli 2026 | 06:34:31 WIB
Timnas Basket Putri U18

JAKARTA - Dewan Pengurus Pusat Persatuan Bola Basket Seluruh Indonesia (DPP Perbasi) secara resmi mengambil langkah untuk merombak posisi nakhoda kepelatihan utama pada skuat nasional kelompok umur di bawah 18 tahun putri.

Federasi memutuskan untuk menyudahi kerja sama dengan pelatih kepala timnas U18 putri sebelumnya, Amin Prihantono, lalu menunjuk Fredy sebagai suksesornya.

Penanggung jawab Timnas Bola Basket U18 Indonesia, Fictor Roring, menjabarkan bahwa agenda pergeseran posisi ini merupakan bagian krusial dari pemantapan taktik menjelang gelaran turnamen Piala Asia Putri 2026 Divisi B yang bakal digulirkan di Bangkok, Thailand, pada tanggal 13 hingga 19 Juli mendatang.

"Pergantian juga tidak mengganggu persiapan karena Fredy sudah mengikuti proses sejak seleksi awal, jadi program latihan tetap berjalan sesuai rencana sehingga para pemain tidak perlu beradaptasi dengan sistem baru," kata dia di Jakarta, Selasa.

Fictor mengonfirmasi bahwa Amin berhalangan hadir untuk mendampingi srikandi muda Indonesia dalam menghadapi kejuaraan internasional tersebut. Atas dasar kendala itu, pihak federasi sepakat untuk menaikkan jabatan Fredy yang sebelumnya bertugas sebagai asisten pelatih di dalam internal timnas.

Ia kembali menegaskan bahwa suksesi kepemimpinan ini sama sekali tidak menggeser haluan dari program latihan yang telah disusun. Hal itu dikarenakan kedua arsitek strategi tersebut sudah menerapkan basis pendekatan serta formula taktik permainan yang seragam semenjak fondasi tim mulai dibentuk.

Langkah penguatan struktural internal juga dilakukan oleh Perbasi dengan menyuntikkan tenaga pelatih wanita tambahan, yakni Jenny yang didatangkan dari wilayah Sumatera Utara, untuk ikut menggembleng kesiapan timnas U18 putri.

Fictor menguraikan bahwa adopsi kebijakan strategis ini dieksekusi demi menyelaraskan regulasi ketat dari FIBA. Aturan induk organisasi internasional tersebut mewajibkan setiap tim kategori putri untuk menyertakan figur pelatih wanita di dalam struktur kepengurusan staf kepelatihan.

Selain pada barisan taktis lapangan, perombakan juga menyasar ke dalam unit tim medis pendukung dengan mendaulat Dr. Grace Suriadi Halim untuk memegang tanggung jawab penuh sebagai dokter tim.

Skuat timnas putri U18 sendiri terpantau sudah mulai memacu intensitas latihan melalui agenda pemusatan latihan nasional yang dipusatkan di The Breeze BSD City, Kabupaten Tangerang, Banten, semenjak hari Senin (6/7).

Terdapat sebanyak 12 pebasket putri yang secara resmi dipanggil oleh Badan Tim Nasional (BTN) DPP Perbasi untuk merapat ke kamp pelatnas. Dari total tersebut, 10 di antaranya merupakan penggawa yang sukses membawa Indonesia lolos dari fase kualifikasi Piala Asia Putri SEABA 2026.

Dua nama amunisi anyar, yakni Raina Aisha Raheem yang berasal dari klub Roar Jakarta serta Regina Cahyu Maharani dari tim Sahabat Semarang, dipanggil masuk untuk mengisi posisi yang ditinggalkan oleh Maria Odifa dan Chelsea Kustiawan.

Pada pembagian peta kompetisi, Indonesia dipastikan masuk ke dalam saringan Grup A berpasangan dengan India, Thailand, dan Oman. Sementara pada peta persaingan Grup B bakal dihuni oleh kolektif negara Samoa, Kepulauan Cook, Lebanon, dan Kazakhstan.

Guna mengamankan tiket promosi menuju kasta Divisi A, Srikandi Indonesia diwajibkan menyudahi babak kualifikasi grup minimal di urutan tiga besar demi menjaga asa menembus fase perempat final sebelum berjuang memburu tiket menuju partai puncak.

Daftar nama pemain timnas putri U18:

Ariqa Shafa Chayyara (Roar Jakarta).

Raina Aisha Raheem (Roar Jakarta).

Yemima Agatha Rahiesa (Roar Jakarta).

Chloe Cathleen Cung (Airone Jakarta).

Mabekou Talla Valeria (Warriors Jakarta).

Inez Angelina Welly (GMC Cirebon).

Praisey Blessed (GMC Cirebon).

Fiorenza Celesta (Scorpio Bandung).

Regina Cahyu Maharani (Sahabat Semarang).

Richelle Evelyn Widjaja (CLS Surabaya).

Joanne Giovanni (Line Spartan).

I Gusti Ayu Krisabella (Merpati Bali).

Terkini