Pentingnya Menyesuaikan Jadwal Olahraga dengan Jam Biologis Tubuh

Rabu, 08 Juli 2026 | 05:44:01 WIB
Ilustrasi Jogging.

JAKARTA — Sebagian kalangan masyarakat memilih untuk melakukan aktivitas fisik pada pagi hari supaya tubuh merasa lebih segar, sementara kelompok lain merasa performa mereka justru jauh lebih optimal saat melakukan olahraga pada sore atau malam hari.

Studi riset teranyar mengindikasikan bahwasanya tidak ada satu jawaban tunggal yang berlaku mutlak bagi semua orang.

Waktu pelaksanaan olahraga yang terhitung paling efektif untuk memelihara kesehatan jantung ternyata sangat bergantung pada chronotype, yaitu sebuah kecenderungan alami tubuh manusia untuk berada dalam kondisi aktif pada pagi hari ataupun malam hari.

Riset ini melibatkan partisipan sebanyak 150 orang dengan rentang usia 40 sampai 60 tahun yang memiliki setidaknya satu faktor risiko penyakit kardiovaskular, seperti obesitas, kelebihan berat badan, ataupun tekanan darah tinggi.

Para partisipan tersebut dikategorikan berdasarkan chronotype mereka ke dalam dua kelompok, yakni kelompok "morning person" atau tipe pagi dan kelompok "night owl" atau tipe malam.

Selama durasi 12 minggu, mereka diwajibkan melakukan aktivitas jalan cepat di atas treadmill selama 40 menit, dengan frekuensi sebanyak lima kali dalam kurun waktu satu minggu.

Peserta yang masuk dalam tipe pagi menjalankan rutinitas olahraga pada kisaran pukul 08.00 hingga 11.00, sedangkan kelompok tipe malam melakukan olahraga pada rentang pukul 18.00 hingga 21.00.

Hasilnya, mereka yang melakukan olahraga selaras dengan jam biologis tubuh berhasil mendapatkan manfaat kesehatan yang jauh lebih signifikan jika dikomparasikan dengan peserta yang berolahraga di luar durasi waktu alami tubuh mereka.

Peneliti utama dari University Institute of Physical Therapy, University of Lahore, Pakistan, Dr. Arsalan Tariq, DPT, memaparkan bahwa waktu pelaksanaan olahraga mempunyai peran krusial di samping aspek frekuensi maupun intensitas latihan.

"Kebaruan utama penelitian ini adalah menunjukkan bahwa waktu berolahraga juga penting, bukan hanya seberapa sering atau seberapa berat latihannya," ujar Dr. Tariq, seperti dikutip Everyday Health, Rabu (8/7/2026).

Tubuh manusia bekerja dengan mengikuti ritme sirkadian yang mengatur fungsi kinerja jantung, hormon, sistem metabolisme, serta pola tidur.

Oleh karena itu, melakukan penyesuaian durasi waktu olahraga dengan ritme internal tubuh berdampak jauh lebih positif bagi kesehatan jantung.

"Ketika olahraga dilakukan sesuai ritme tersebut, sistem kardiovaskular bekerja lebih efisien, keseimbangan hormon menjadi lebih optimal, dan kualitas tidur ikut membaik," jelas dia.

Kelompok yang berolahraga selaras dengan chronotype mengalami penurunan tekanan darah sistolik yang lebih besar, peningkatan kapasitas aerobik, serta kualitas tidur yang lebih baik dibanding kelompok lainnya.

Menurut ahli jantung Dr. Cheng-Han Chen, aktivitas olahraga merupakan salah satu sinyal yang membantu menjaga ritme sirkadian tubuh agar tetap terjaga dengan teratur.

Ia menjelaskan bahwa segala bentuk gangguan terhadap jam biologis dapat berdampak pada pengaturan tekanan darah, denyut jantung, sampai dengan fungsi metabolisme.

"Olahraga membantu tubuh menyelaraskan sinyal biologis ritme sirkadian. Jika ritme ini terganggu dalam jangka panjang, risiko tekanan darah tinggi, obesitas, hingga penyakit jantung dapat meningkat," kata Dr. Chen.

Kendati demikian, riset ini hanya menunjukkan adanya hubungan korelatif, sehingga masih diperlukan kajian lanjutan untuk memastikan penyebab langsung dari temuan tersebut.

Meskipun olahraga yang diselaraskan dengan chronotype memberikan manfaat tambahan, para peneliti menekankan bahwa aktivitas fisik kapan pun dilakukan tetap jauh lebih baik daripada tidak berolahraga sama sekali.

"Olahraga apa pun tetap lebih baik daripada tidak berolahraga. Saat ini kami baru mulai memahami bahwa waktu olahraga dapat membuat manfaatnya menjadi lebih optimal," kata Dr. Chen.

Sementara itu, Dr. Tariq menyarankan masyarakat agar mulai memperhatikan sinyal alami tubuh sewaktu menentukan jadwal rutin berolahraga.

"Cara ini dapat membantu meningkatkan kesehatan jantung, memperbaiki kualitas tidur, dan membuat kebiasaan berolahraga lebih mudah dipertahankan," pungkas dia.

Terkini