Industri Keramik Lokal Optimistis Tingkatkan Produksi Berkat SNI

Kamis, 09 Juli 2026 | 20:42:01 WIB
Penerapan SNI dan Pembatasan Impor Dorong Produksi Keramik Nasional [FOTO: NET].

JAKARTA - Kebijakan pemerintah Indonesia dalam memperketat masuknya produk impor serta memperkuat penerapan Standar Nasional Indonesia (SNI) membuka peluang besar bagi industri keramik lokal untuk meningkatkan volume produksinya.

"Adanya pembatasan impor yang diterapkan pemerintah, memberikan peluang besar bagi perusahaan keramik dalam negeri untuk meningkatkan produksi dan pemasaran," kata Chief Executive Officer PT Platinum Ceramics Industry Liem May Tjoe di Tangerang, Kamis.

Liem mengungkapkan bahwa kondisi global sempat menekan pertumbuhan bisnis keramik, meskipun pemerintah sedang menggencarkan pembangunan gedung dan hunian. 

Namun, dengan adanya pembatasan impor dan penguatan SNI, daya saing produk dalam negeri kini jauh lebih unggul dibandingkan produk asing. Ia menilai regulasi tersebut menjadi faktor kunci yang membantu industri keramik bertahan dan berkembang di tengah tantangan yang ada.

"Kami merasakan manfaat kebijakan yang diberikan pemerintah melalui aturan terhadap pertumbuhan bisnis keramik," kata Liem.

Dalam pameran IndoBuildTech Expo 2026, Titanium Lamina memperkenalkan inovasi sintered stone berefek cahaya yang meraih penghargaan MURI. Ketua Umum Asosiasi Aneka Industri Keramik Indonesia (ASAKI) Edy Suyanto menambahkan bahwa kinerja industri keramik nasional menunjukkan tren positif.

Produksi dalam negeri tercatat meningkat menjadi 73 persen pada 2025 dibandingkan tahun 2024. ASAKI bahkan memproyeksikan angka tersebut akan terus naik menjadi 75 persen pada akhir 2026, didorong oleh dukungan kebijakan pemerintah. "Kini perusahaan dalam negeri sedang meningkatkan produksi dan inovasinya dalam menghadirkan kebutuhan masyarakat," ujarnya.

Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan (Menko IPK) Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) saat membuka pameran tersebut turut mengapresiasi peningkatan kualitas produk lokal dengan kandungan Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) yang semakin tinggi.

Terkini