Bahlil Lahadalia Ungkap Hasil Uji Coba Kualitas Biodiesel B50

Kamis, 09 Juli 2026 | 02:00:31 WIB
Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia dalam peluncuran Program Mandatori Biodiesel B50, di Rest Area Km 57, Kabupaten Karawang, Jawa Barat, Kamis (9/7/2026).

JAKARTA - Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia memberikan jaminan bahwa mutu produk biodiesel B50 sangat kompatibel untuk mesin kendaraan roda empat besutan pabrikan Asia hingga Eropa.

“Tidak hanya dites di Toyota, di Mercedes pun oke. Jadi, ini dari Asia sampai Eropa semua kami bikin,” ujar Bahlil dalam peluncuran Program Mandatori Biodiesel B50, di Rest Area Km 57, Kabupaten Karawang, Jawa Barat, Kamis.

Berdasarkan data dari proses pengujian performa B50 yang sudah dilangsungkan sepanjang kurun waktu enam bulan, Bahlil menyebutkan tingkat kualitas B50 berada jauh di atas varian terdahulu yaitu B40.

Indikator keunggulan tersebut dibuktikan lewat durasi penggantian filter mesin saat masa uji berkendara di jalan raya. Pada varian B40, suku cadang filter harus diganti usai menempuh jarak 10 ribu sampai 20 ribu km.

Sementara pada sesi uji coba jalan untuk produk B50, Bahlil memaparkan ada unit kendaraan yang tercatat sama sekali belum perlu mengganti filter walaupun performanya sudah menyentuh jarak 40 ribu km.

“Waktu saya jadi sopir angkot, belum ada B50 ini. Karena itu, saya memberikan apresiasi kepada teman-teman yang melakukan ini secara teknis,” ujar Bahlil.

Di tempat yang sama, Presiden Prabowo Subianto secara resmi membuka peluncuran perdana Program Mandatori Biodiesel B50 di area peristirahatan tol tersebut pada hari Kamis.

Payung hukum utama dari pengerjaan program nasional ini mengacu pada Peraturan Menteri ESDM Nomor 4 Tahun 2025 serta keputusan teknis dalam Keputusan Menteri ESDM Nomor 257.K/EK.01/MEM.E/2026.

Aturan baru B50 ini mengharuskan pencampuran zat biodiesel dengan porsi 50 persen ke dalam komoditas solar, di mana seluruh badan usaha penyuplai wajib mematuhi standar baku mutu yang berlaku.

Langkah taktis ini menjadi bagian dari visi besar pemerintah dalam menekan angka ketergantungan pasokan impor BBM, meningkatkan nilai jual komoditas alam, sekaligus mengamankan ketahanan energi nasional.

Terkini