Bos Samsung Ungkap Arah Pengembangan AI dan Perangkat Lipat Terbaru

Kamis, 09 Juli 2026 | 06:00:31 WIB
Samsung yakin bahwa teknologi kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI) akan menjadi kebutuhan.

JAKARTA - Menjelang agenda tahunan Galaxy Unpacked pada 22 Juli nanti, CEO sekaligus President Samsung Electronics, TM Roh, menerbitkan sebuah editorial penting. Tulisan tersebut memberikan sejumlah petunjuk mengenai arah pengembangan teknologi kecerdasan buatan (AI) serta perangkat seri Galaxy generasi mendatang.

Editorial berjudul "AI Doesn't Need To Outthink You. It Needs To Understand You" itu dirilis melalui situs resmi Samsung Newsroom global pada Rabu (8/7/2026). Langkah ini tergolong menarik lantaran sosok eksekutif tersebut terbilang jarang menyampaikan pandangan pribadinya secara langsung melalui tulisan editorial.

Di dalam tulisannya, Roh menegaskan bahwa fase perkembangan teknologi selanjutnya tidak lagi hanya mengejar AI paling cerdas. Fokus utama kini beralih pada kemampuan AI dalam memahami setiap kebutuhan penggunanya secara personal.

"AI tidak lagi sekadar menjawab pertanyaan. Kini AI memasuki era agentic, yaitu mampu mengambil tindakan atas nama pengguna, sementara keputusan akhir tetap berada di tangan manusia," tulis Roh.

Samsung sendiri memulai debut fitur Galaxy AI pada seri S24 di tahun 2024. Setelah dua tahun berjalan, Samsung kini mulai memasuki babak baru yang disebut sebagai era agentic AI.

Pada era ini, perangkat mampu bertindak secara mandiri tanpa memerlukan perintah suara spesifik atau ketukan layar dari pengguna di awal. Hal ini menjadi pembeda utama dibandingkan sistem AI konvensional yang masih bergantung pada instruksi detail dari pengguna.

Menurut Roh, agar sistem AI mampu bertindak dengan tepat, perangkat harus memahami kebiasaan serta kebutuhan pemiliknya. Oleh karena itu, Samsung membangun ekosistem yang menghubungkan seluruh lini produk Galaxy agar AI bisa mendapatkan konteks data yang lebih komprehensif.

Konektivitas ini mencakup berbagai perangkat mulai dari ponsel pintar, tablet, jam tangan pintar, hingga peralatan rumah pintar yang memahami aktivitas pengguna. Semua perangkat tersebut berbagi konteks data untuk menciptakan pengalaman AI yang jauh lebih personal.

Sebagai contoh, data durasi dan kualitas tidur yang tercatat di Galaxy Watch dapat digunakan sistem AI untuk membantu menyusun jadwal harian pengguna secara otomatis. Roh menambahkan bahwa AI terbaik adalah sistem yang bekerja secara "senyap" di latar belakang tanpa mengganggu, namun tetap memberikan bantuan yang relevan.

Mengenai ponsel lipat, Roh menegaskan bahwa perangkat tersebut merupakan wadah paling ideal untuk mengakomodasi perkembangan AI. Menurutnya, semakin canggih kemampuan AI, maka semakin krusial pula desain perangkat yang digunakan.

"Seiring dengan bantuan AI dalam melakukan lebih banyak hal sekaligus, layar yang dapat dilipat memperluas kemungkinan yang ada. Inilah yang membuat ponsel lipat istimewa: perangkat ini dapat dilipat ke dalam genggaman tangan Anda atau dilipat untuk layar yang lebih besar," tulis Roh.

Ia menambahkan bahwa Samsung terus melakukan inovasi agar perangkat lipat menjadi lebih tipis, ringan, sekaligus kokoh. Selain itu, Samsung kini mulai memperluas integrasi AI ke jenis perangkat lain, termasuk kacamata pintar atau intelligent eyewear.

Pernyataan tersebut memperkuat rumor peluncuran Galaxy Z Fold 8 dengan desain lebih lebar pada acara Galaxy Unpacked di London. Selain itu, Samsung juga diketahui tengah menjalin kolaborasi dengan Google untuk pengembangan perangkat kacamata pintar.

Terkait privasi, Roh menekankan bahwa fondasi utama dari AI yang personal adalah kepercayaan. Samsung menyebut sistem keamanan Knox kini telah ditingkatkan untuk melindungi koneksi antarperangkat di dalam ekosistem Galaxy.

Data yang bersifat sensitif akan tetap diproses dan disimpan langsung di dalam perangkat (on-device). Langkah ini memastikan agar pengguna tetap memiliki kontrol penuh atas keamanan informasi pribadinya.

Menutup editorialnya, Roh menyatakan bahwa pertanyaan besar di era AI kini bukan lagi mengenai siapa pemilik AI tercanggih. Tantangannya adalah siapa yang mampu memahami manusia dengan lebih baik dan mengubah pemahaman itu menjadi pengalaman yang dapat dipercaya.

Samsung telah memastikan bahwa Galaxy Unpacked akan berlangsung pada 22 Juli 2026 di London, Inggris. Acara ini diprediksi menjadi panggung peluncuran Galaxy Z Fold 8 series, Galaxy Watch 9, serta potensi pengumuman perangkat baru lainnya.

Terkini