Apa Itu Underwriter Asuransi: Tugas, Manfaat, dan Jenisnya

Selasa, 18 Maret 2025 | 01:00:42 WIB
apa itu underwriter asuransi

Apa itu underwriter asuransi? Underwriting merupakan proses penting yang sering terlibat dalam dunia asuransi, meskipun istilah ini jarang digunakan dalam percakapan sehari-hari. 

Proses underwriting dalam asuransi merujuk pada penilaian risiko yang dilakukan oleh perusahaan asuransi sebelum mereka menyetujui atau menolak pengajuan polis asuransi. 

Dalam proses ini, underwriter akan mengevaluasi berbagai faktor, seperti kondisi kesehatan, riwayat medis, pekerjaan, dan kebiasaan individu yang mengajukan asuransi, untuk menentukan besaran premi dan syarat-syarat polis yang akan diterima. 

Dengan memahami apa itu underwriter asuransi, kamu dapat lebih siap menghadapi tahap ini saat mengajukan asuransi.

Apa Itu Underwriter Asuransi?

Profesi underwriter sudah dikenal luas di sektor keuangan, sehingga mungkin kamu pernah menemui berbagai definisinya dalam konteks KPR maupun pasar modal. Namun, dalam dunia asuransi, istilah ini memiliki makna yang berbeda. 

Seorang underwriter asuransi bertugas untuk menilai, meninjau, dan menentukan apakah seseorang memenuhi syarat untuk mendapatkan manfaat asuransi.

Peran underwriter sangat krusial dalam menilai apakah risiko yang dihadapi seorang nasabah dapat diasuransikan. Sebagai ilustrasi, seorang nasabah mengajukan klaim asuransi kesehatan akibat radang paru-paru. 

Setelah ditinjau oleh underwriter, diketahui bahwa penyebabnya adalah kebiasaan merokok. 

Berdasarkan hasil evaluasi, klaim tersebut tidak dapat dibayarkan sepenuhnya karena penyakit yang diderita nasabah dianggap sebagai akibat dari kelalaian pribadi.

Setelah memahami bagaimana underwriter berperan dalam asuransi, kini kita akan melihat proses kerjanya. Ketika nasabah mengajukan klaim manfaat, perusahaan asuransi biasanya menunjuk underwriter independen untuk menilai kondisi nasabah.

Dalam prosesnya, berbagai aspek dianalisis, seperti alasan klaim, jumlah tanggungan, aset yang dimiliki, serta faktor lain yang relevan.

Setelah analisis selesai, underwriter menyusun laporan underwriting yang menjadi referensi bagi perusahaan asuransi maupun nasabah. 

Laporan ini membantu perusahaan mencocokkan data terbaru nasabah dengan informasi yang diberikan saat pendaftaran. Selain itu, laporan underwriting juga menjadi dasar dalam proses pencairan klaim. 

Jika ditemukan ketidaksesuaian antara klaim yang diajukan dengan ketentuan yang disepakati, perusahaan asuransi berhak mengurangi jumlah klaim yang dibayarkan dan meminta underwriter untuk memberikan penjelasan kepada nasabah. 

Dengan memahami apa itu underwriter asuransi, calon nasabah dapat lebih memahami bagaimana risiko dinilai dan bagaimana klaim diproses.

Sebagai tambahan informasi, berikut adalah beberapa keputusan underwriting yang perlu kamu pahami:

1. Diterima sepenuhnya

Keputusan ini diberikan kepada calon nasabah yang masuk dalam kategori preferred risk atau standard risk, di mana mereka memenuhi seluruh persyaratan dalam proses underwriting. 

Dengan demikian, nasabah berhak mendapatkan seluruh manfaat sesuai dengan pengajuan dan dapat membeli asuransi tanpa ada penyesuaian.

2. Diterima dengan pengecualian

Pada kasus ini, calon nasabah tetap diterima, namun ada beberapa kondisi kesehatan tertentu yang tidak akan ditanggung oleh pihak asuransi. Pengecualian ini dibuat berdasarkan hasil evaluasi kondisi kesehatan calon nasabah. 

Durasi pengecualian dapat bervariasi untuk setiap individu, ada yang bersifat permanen dan ada pula yang hanya berlaku selama beberapa tahun.

3. Diterima dengan premi tambahan

Jika calon nasabah masuk dalam kategori substandard risk, maka pengajuan asuransinya tetap diterima, tetapi dengan persyaratan khusus. 

Nasabah masih bisa memperoleh manfaat seperti yang diajukan, namun harus membayar premi yang lebih tinggi dibandingkan dengan premi standar.

4. Ditolak

Keputusan ini diberikan kepada calon nasabah yang masuk dalam kategori declined risk atau dianggap tidak dapat diasuransikan (uninsurable). 

Penolakan terjadi karena tingkat risikonya dinilai terlalu tinggi, baik akibat kondisi kesehatan, usia, atau faktor lainnya yang membuat perusahaan asuransi tidak dapat menerima pengajuan tersebut.

Tugas Underwriting Asuransi

1. Mengumpulkan Informasi

Seorang underwriter bertugas melakukan riset terhadap calon nasabah asuransi dengan tujuan memperoleh data yang diperlukan. 

Proses ini melibatkan pengisian formulir data pribadi, wawancara, survei, dan metode lain yang sesuai dengan jenis produk asuransi yang diajukan. 

Beberapa produk asuransi mungkin memerlukan pemeriksaan lebih lanjut, seperti tes medis untuk asuransi kesehatan atau evaluasi kelayakan properti untuk asuransi rumah dan kendaraan.

Dalam beberapa kasus, underwriter juga perlu melakukan kunjungan langsung ke lokasi. 

Misalnya, dalam asuransi properti, mereka akan mengevaluasi kondisi fisik bangunan dengan memeriksa elemen-elemen seperti atap, tembok, dan fondasi guna memastikan bahwa aset yang diasuransikan memenuhi standar yang ditetapkan.

2. Memverifikasi Informasi

Setelah data terkumpul, langkah berikutnya adalah proses verifikasi untuk memastikan keakuratan dan keabsahannya. 

Underwriter akan meneliti berbagai aspek, termasuk riwayat keuangan calon nasabah melalui Sistem Layanan Informasi Keuangan (SLIK) dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK), riwayat pajak, dan faktor lain yang dapat mempengaruhi keputusan underwriting.

3. Menganalisis Risiko

Data yang telah dikumpulkan dan diverifikasi kemudian dianalisis berdasarkan berbagai faktor risiko. 

Analisis ini mencakup jenis risiko, kemungkinan terjadinya, serta dampak yang bisa ditimbulkan apabila risiko tersebut terjadi. Jika diperlukan, underwriter juga dapat melakukan survei pasar secara lebih mendalam.

Dalam melakukan analisis, underwriter biasanya memanfaatkan perangkat lunak khusus serta data aktuaria untuk menilai kondisi pasar dan potensi risiko yang ada.

Risiko yang dianalisis dapat mencakup berbagai aspek, seperti kesehatan, pekerjaan, atau bahkan kebiasaan dan hobi calon nasabah. 

Kategorisasi risiko ini membantu underwriter dalam menentukan keputusan yang tepat terkait dengan pengajuan asuransi.

4. Menentukan Nilai Klaim (Appraisal)

Setelah melakukan analisis, underwriter bertanggung jawab untuk melakukan appraisal, yaitu menentukan jumlah klaim yang layak diberikan kepada nasabah berdasarkan evaluasi yang telah dilakukan. 

Estimasi nilai klaim ini kemudian akan dicantumkan dalam polis asuransi sebagai referensi bagi kedua belah pihak.

5. Mengambil Keputusan

Tahap akhir dalam proses underwriting adalah menentukan keputusan akhir terkait pengajuan asuransi. 

Keputusan ini dapat berupa persetujuan penuh, penolakan, atau persetujuan dengan ketentuan tambahan, seperti kenaikan premi atau pengecualian terhadap kondisi tertentu.

Keakuratan data yang diberikan calon nasabah menjadi faktor penting dalam proses ini. Jika ditemukan adanya ketidaksesuaian atau pemalsuan data, maka perusahaan asuransi berhak membatalkan polis yang telah diterbitkan. 

Dalam kasus pembatalan, nasabah bisa mengalami kerugian karena premi yang telah dibayarkan berisiko hangus.

Jenis Underwriting Asuransi

1. Loan Underwriting

Setiap pengajuan pinjaman harus melalui proses underwriting untuk menilai kelayakan peminjam. Dalam banyak kasus, proses ini dilakukan secara otomatis dengan mempertimbangkan beberapa faktor, seperti:

  • Riwayat kredit pemohon
  • Laporan keuangan
  • Nilai aset yang dijadikan jaminan
  • Faktor lain yang bergantung pada jumlah serta tujuan pinjaman

Salah satu bentuk loan underwriting yang paling umum adalah proses penilaian dalam pengajuan hipotek.

2. Insurance Underwriting

Proses underwriting dalam asuransi berfokus pada individu yang mengajukan polis, baik untuk asuransi kesehatan maupun jiwa. 

Dalam asuransi kesehatan, underwriting digunakan untuk menentukan jumlah premi yang harus dibayarkan berdasarkan kondisi pemohon. 

Sementara itu, underwriting dalam asuransi jiwa bertujuan untuk menilai tingkat risiko dengan mempertimbangkan beberapa aspek, seperti:

  • Usia
  • Kesehatan
  • Gaya hidup
  • Pekerjaan
  • Riwayat kesehatan keluarga
  • Hobi

3. Securities Underwriting

Underwriting dalam sekuritas digunakan untuk mengevaluasi risiko dan menentukan harga bagi surat berharga, terutama dalam konteks penawaran umum perdana (IPO). Proses ini dilakukan atas nama calon investor, yang umumnya adalah bank investasi.

Berdasarkan hasil underwriting, bank investasi akan membeli surat berharga dari perusahaan yang melakukan IPO, lalu menjualnya di pasar modal. 

Proses ini membantu memastikan bahwa perusahaan mendapatkan modal yang diperlukan serta memberikan keuntungan bagi underwriter sebagai imbalan atas layanan yang diberikan.

4. Medical Underwriting

Medical underwriter bertugas melakukan penilaian kesehatan calon nasabah sebelum menentukan jumlah premi asuransi yang harus dibayarkan. 

Dalam hal ini, keputusan tidak hanya bergantung pada satu pihak, tetapi juga melibatkan medical underwriter yang melakukan evaluasi berdasarkan faktor-faktor seperti:

  • Riwayat kesehatan
  • Gaya hidup
  • Kebutuhan medis individu

Apabila calon nasabah memiliki risiko tinggi terhadap penyakit tertentu atau telah terdiagnosis dengan kondisi medis serius, ada kemungkinan pengajuan polisnya ditolak.

5. Financial Underwriting

Financial underwriter memiliki peran dalam menganalisis pengeluaran calon nasabah dan menyesuaikannya dengan premi yang harus dibayarkan. 

Mereka bertugas menawarkan produk asuransi yang sesuai dengan kebutuhan serta kemampuan finansial nasabah. 

Dalam berbagai jenis asuransi, termasuk asuransi kendaraan, financial underwriter memiliki peran penting dalam menentukan besaran premi yang akan dikenakan berdasarkan hasil analisis keuangan calon nasabah.

Manfaat Underwriting Asuransi

Mengapa seorang agen asuransi perlu melakukan seleksi terhadap calon nasabah? Tujuan utama dari peran underwriter adalah memastikan keadilan dalam penentuan premi asuransi yang harus dibayarkan. 

Dengan demikian, jumlah premi yang ditetapkan tidak hanya menguntungkan perusahaan asuransi tetapi juga tetap wajar bagi nasabah. 

Hal ini penting agar perusahaan asuransi tidak mengalami kerugian saat harus membayarkan klaim dari berbagai jenis polis, termasuk asuransi jiwa maupun asuransi lainnya.

Jika agen asuransi mampu menentukan besaran premi secara akurat, maka risiko yang ditanggung oleh perusahaan dapat tetap terkendali. Sebuah polis bisa saja ditolak apabila risiko penyakit atau potensi klaim yang diajukan terlalu tinggi. 

Di sisi lain, nasabah juga tidak akan dikenakan premi yang berlebihan, karena perhitungannya sudah melalui proses underwriting yang matang. 

Inilah alasan mengapa peran underwriter sangat krusial bagi perusahaan asuransi agar tetap mendapatkan keuntungan sekaligus memberikan perlindungan yang adil bagi nasabah.

Dalam proses underwriting, setelah risiko calon nasabah diidentifikasi, langkah selanjutnya adalah mengelompokkan mereka ke dalam beberapa kategori risiko. Kategorisasi ini mencakup:

  • Declined risk, yaitu pengajuan polis ditolak karena risiko terlalu besar.
  • Substandard risk, di mana polis dapat diterima tetapi dengan syarat tertentu.
  • Standard risk, di mana polis diterima dengan premi yang sesuai standar.
  • Preferred risk, di mana polis diterima dengan premi lebih rendah dari standar.

Semakin besar risiko yang dimiliki calon tertanggung, semakin tinggi pula premi yang harus dibayarkan. 

Sementara itu, bagi mereka yang masuk dalam kategori declined risk, perusahaan asuransi tidak dapat menanggung risiko yang ada sehingga pengajuan polis mereka akan ditolak.

Apakah calon nasabah dapat memperkirakan seberapa besar risiko yang mereka miliki? Secara sederhana, seseorang sebenarnya bisa menilai risiko pribadinya dan dampaknya terhadap besaran premi yang harus dibayarkan.

Sebagai contoh, dalam pengajuan asuransi jiwa atau asuransi kesehatan, seorang calon tertanggung berusia 40 tahun yang memiliki gaya hidup tidak sehat (seperti merokok) dan memiliki riwayat penyakit kritis dalam keluarga akan memiliki risiko lebih tinggi dibandingkan dengan seseorang yang berusia 30 tahun, tidak merokok, dan tidak memiliki riwayat penyakit kritis. 

Akibatnya, semakin tinggi risiko yang dimiliki, semakin besar pula premi yang akan dikenakan.

Di bagian akhir ini, kita akan membahas berbagai kategori risiko yang digunakan oleh underwriter dalam menilai calon nasabah asuransi. Berikut adalah beberapa klasifikasi risiko yang perlu diketahui:

1. Declined Risk

Kategori ini mencakup calon nasabah dengan tingkat risiko tertinggi, di mana kemungkinan terjadinya risiko mendekati 100% dalam waktu dekat. 

Contohnya adalah seseorang yang telah divonis memiliki sisa usia hanya tiga bulan. Dalam kasus seperti ini, underwriter biasanya akan menolak pengajuan asuransi sepenuhnya.

2. Substandard Risk

Kriteria ini mencakup calon nasabah dengan tingkat risiko tinggi, meskipun belum mencapai 100%. 

Dalam asuransi kesehatan, substandard risk biasanya diberikan kepada individu dengan gaya hidup yang kurang sehat, seperti perokok aktif atau seseorang dengan riwayat penyakit tertentu.

3. Standard Risk

Kategori ini mencakup calon nasabah dengan tingkat risiko standar, yang dianggap berada dalam batas wajar. Sebagian besar underwriter cenderung lebih nyaman memberikan persetujuan klaim bagi mereka yang berada dalam kelompok risiko ini.

4. Preferred Risk

Ini adalah kategori dengan tingkat risiko terendah. Proses underwriting untuk calon nasabah dalam kelompok ini biasanya lebih cepat dan lebih mudah. 

Contohnya adalah nasabah asuransi pendidikan untuk anak balita atau asuransi jiwa bagi remaja yang sehat dan aktif.

Tahapan seleksi risiko dalam underwriting merupakan bagian penting dalam proses asuransi. 

Calon tertanggung perlu memahami pentingnya proses ini agar pengajuan asuransi dapat berjalan dengan lancar. Oleh karena itu, sangat disarankan untuk mengikuti seluruh tahapan dengan baik.

Untuk memastikan kelancaran proses underwriting, berikanlah informasi yang jujur sejak awal kepada agen asuransi. Menyembunyikan kondisi yang dapat memengaruhi penilaian risiko dan premi bisa berakibat fatal. 

Jika di kemudian hari diketahui bahwa ada data yang tidak sesuai atau disembunyikan, polis asuransi bisa dibatalkan dan klaim yang diajukan berisiko ditolak oleh perusahaan asuransi.

Salah satu cara agar bobot risiko tetap rendah dan premi tetap terjangkau adalah dengan mendaftar asuransi sejak dini. 

Sebagai contoh, membeli asuransi kesehatan saat tubuh masih dalam kondisi prima, mengasuransikan kendaraan saat masih dalam kondisi baru, atau membeli asuransi jiwa segera setelah mulai menjadi pencari nafkah dalam keluarga. 

Dengan langkah-langkah ini, risiko dapat dikelola dengan lebih baik, dan premi yang dibayarkan pun akan lebih ringan.

Sebagai penutup, memahami apa itu underwriter asuransi membantu calon nasabah mengetahui bagaimana risiko dinilai dan bagaimana premi ditentukan, sehingga proses asuransi dapat berjalan dengan lebih transparan dan adil.

Terkini