Tren Kredit Mobil Baru CIMB Finance Naik Drastis Sementara Bekas Menurun

Tren Kredit Mobil Baru CIMB Finance Naik Drastis Sementara Bekas Menurun
Tren Kredit Mobil Baru CIMB Finance Naik Drastis Sementara Bekas Menurun

JAKARTA - PT CIMB Niaga Auto Finance (CNAF) mencatat pertumbuhan pesat pada piutang pembiayaan mobil baru hingga Desember 2025. Presiden Direktur CNAF, Ristiawan Suherman, mengungkap angka pertumbuhan mencapai 58% year-on-year (YoY) menjadi Rp4,09 triliun dari Rp2,59 triliun.

Sebaliknya, piutang pembiayaan mobil bekas justru mengalami penurunan. CNAF mencatat angka ini terkoreksi 12% menjadi Rp5,28 triliun dari Rp5,97 triliun pada periode yang sama tahun sebelumnya.

Dengan pergeseran ini, pembiayaan mobil baru kini menyumbang 40% terhadap total portofolio perusahaan. Sementara itu, mobil bekas masih memegang porsi 51% dari total portofolio yang mencapai Rp10,31 triliun.

Ristiawan menilai penurunan pembiayaan mobil bekas terkait persaingan pasar yang semakin ketat. Hadirnya kendaraan baru dari China dengan harga kompetitif membuat pilihan konsumen semakin beragam.

Strategi CNAF Hadapi Pasar Otomotif yang Stagnan

Melihat proyeksi pasar otomotif 2026 yang diprediksi stagnan, CNAF menyiapkan langkah diversifikasi produk. Perusahaan meluncurkan pembiayaan emas, pembiayaan porsi haji, dan pembiayaan sektor komersial.

Ristiawan menekankan produk baru ini diharapkan berkontribusi signifikan terhadap pertumbuhan di tahun 2026. Strategi diversifikasi menjadi kunci agar CNAF tetap bisa menyesuaikan diri dengan kondisi pasar.

Selain itu, CNAF tetap fokus pada pembiayaan mobil melalui digitalisasi proses. Dengan demikian, proses administrasi dan dokumentasi calon nasabah menjadi lebih cepat dan mudah.

Perusahaan juga tetap menerapkan analisa ketat terhadap calon nasabah. Langkah ini dimaksudkan untuk meminimalkan risiko kredit macet di masa mendatang.

Mobil Bekas vs Mobil Baru di Industri Multifinance

Data OJK menunjukkan tren berbeda pada industri multifinance secara keseluruhan. Pembiayaan mobil bekas justru mengalami pertumbuhan meski tipis, sementara pembiayaan mobil baru sempat mengalami kontraksi.

Hingga November 2025, pembiayaan mobil bekas tumbuh 0,42% YoY menjadi Rp87,46 triliun. Sementara pembiayaan mobil baru terkontraksi 4,65% menjadi Rp142,59 triliun.

OJK memperkirakan pembiayaan mobil bekas akan lebih resilient pada 2026. Namun, pembiayaan mobil baru tetap memiliki peluang untuk kembali tumbuh di tengah penyesuaian strategi dan inovasi produk.

Strategi ini didukung oleh paket regulasi yang ada dan dukungan pengembang segmen kendaraan. Inovasi produk multifinance juga menjadi faktor penting untuk menjaga pertumbuhan kredit mobil baru.

Kecepatan dan Simplifikasi Proses Jadi Kunci CNAF

CNAF menekankan kecepatan dan kemudahan dalam pengajuan pembiayaan mobil. Digitalisasi diharapkan dapat menyederhanakan administrasi, mempercepat proses, dan mempermudah calon nasabah.

Langkah ini menjadi strategi penting untuk menarik konsumen yang menginginkan layanan cepat dan efisien. Dengan demikian, CNAF tetap kompetitif di tengah dinamika pasar otomotif.

Ristiawan menekankan pentingnya analisa risiko untuk menjaga kualitas portofolio. Hal ini memastikan perusahaan tetap sehat meski menghadapi persaingan ketat di segmen mobil bekas dan baru.

Proyeksi pertumbuhan 2026 akan bergantung pada diversifikasi produk dan kemampuan CNAF menyesuaikan strategi. Langkah ini menjadi bagian dari upaya berkelanjutan menjaga stabilitas dan ekspansi bisnis perusahaan.

Pasar otomotif yang kini lebih kompetitif menuntut perusahaan pembiayaan untuk lebih adaptif. CNAF menilai digitalisasi dan inovasi produk menjadi faktor utama untuk bertahan dan berkembang.

Mobil baru menarik minat karena menawarkan fitur modern dan harga kompetitif. Sedangkan mobil bekas masih diminati segmen tertentu, namun persaingan semakin ketat akibat kehadiran kendaraan baru.

Diversifikasi produk pembiayaan kini menjadi pilihan strategis CNAF. Produk pembiayaan emas, porsi haji, dan sektor komersial diharapkan memberi kontribusi nyata terhadap pertumbuhan.

Digitalisasi proses menjadi jawaban atas tuntutan konsumen yang ingin pengajuan cepat dan praktis. Hal ini juga meningkatkan efisiensi operasional dan kepuasan nasabah.

Ristiawan menyatakan bahwa CNAF selalu menganalisa risiko calon nasabah secara ketat. Dengan begitu, potensi kredit macet dapat diminimalkan dan kualitas portofolio tetap terjaga.

Pembiayaan mobil bekas yang melambat tidak membuat CNAF berpuas diri. Perusahaan tetap optimistis dengan strategi diversifikasi dan digitalisasi proses pembiayaan.

Dengan kombinasi strategi baru dan pengelolaan risiko yang baik, CNAF berharap mampu menjaga pertumbuhan portofolio. Hal ini penting agar perusahaan tetap kompetitif di industri multifinance yang dinamis.

Perubahan pasar otomotif menuntut adaptasi cepat. CNAF membuktikan langkah ini melalui diversifikasi produk dan digitalisasi proses yang tepat sasaran.

Keberhasilan pertumbuhan mobil baru menjadi bukti strategi CNAF berjalan efektif. Sementara penurunan mobil bekas menjadi tantangan yang harus diatasi melalui inovasi produk.

Peta persaingan industri otomotif menunjukkan pentingnya fleksibilitas dan strategi tepat waktu. CNAF menegaskan, pengelolaan risiko, diversifikasi, dan digitalisasi adalah kunci untuk bertahan dan berkembang.

Dengan proyeksi stagnan pasar otomotif 2026, perusahaan pembiayaan perlu lebih adaptif. CNAF sudah mempersiapkan langkah konkret melalui strategi yang menyasar berbagai segmen konsumen.

Digitalisasi proses dan diversifikasi produk menjadi pilar utama strategi CNAF. Hal ini memastikan perusahaan tetap relevan di tengah perubahan perilaku konsumen dan persaingan pasar.

Kombinasi strategi ini diyakini akan mendukung pertumbuhan portofolio pada tahun 2026. CNAF tetap optimistis mampu menjaga kinerja dan memberikan layanan optimal bagi nasabah.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index