AAJI

AAJI Ungkap Penurunan Premi Bancassurance Dipengaruhi Perubahan Komposisi Produk Strategis

AAJI Ungkap Penurunan Premi Bancassurance Dipengaruhi Perubahan Komposisi Produk Strategis
AAJI Ungkap Penurunan Premi Bancassurance Dipengaruhi Perubahan Komposisi Produk Strategis

JAKARTA - Industri asuransi jiwa mencatat penurunan pendapatan premi dari kanal bancassurance sebesar 4,2% secara tahunan per kuartal III/2025. Meskipun begitu, kanal ini masih menyumbang 41,5% dari total pendapatan premi industri, mencapai Rp55,28 triliun.

Pengaruh Perubahan Komposisi Produk Bancassurance

Direktur Eksekutif AAJI, Emira E. Oepangat, menjelaskan penurunan ini lebih dipengaruhi oleh perubahan komposisi produk yang dipasarkan. “Pergerakan ini terutama dipengaruhi oleh perubahan komposisi produk yang dipasarkan melalui kanal bancassurance, khususnya berkurangnya premi tunggal yang biasanya bernilai besar dan dibayarkan sekaligus di awal,” ujarnya.

Kanal bancassurance kini cenderung menawarkan premi reguler yang memiliki nilai lebih kecil per transaksi. Premi reguler ini bersifat berkelanjutan sehingga memberikan aliran pendapatan yang stabil meski nominal awal lebih rendah.

Dinamika Pasar dan Penyesuaian Distribusi

Selain perubahan produk, kondisi pasar investasi dan strategi distribusi perbankan turut memengaruhi capaian premi. Penyesuaian ini menunjukkan bahwa pergerakan premi lebih mencerminkan restrukturisasi bisnis daripada menurunnya minat masyarakat terhadap asuransi jiwa.

Emira menegaskan, meski ada penurunan nominal premi tunggal, minat masyarakat terhadap produk asuransi tetap solid. Kanal bancassurance tetap menjadi pilar penting bagi industri karena jangkauan nasabah yang luas dan integrasi dengan layanan perbankan.

Bancassurance Sebagai Kanal Strategis

AAJI menilai bancassurance tetap menjadi kanal distribusi strategis bagi industri asuransi jiwa. Kolaborasi antara perusahaan asuransi dan perbankan mampu meningkatkan penetrasi produk secara efektif, terutama bagi segmen ritel dan nasabah yang membutuhkan perencanaan keuangan.

Kontribusi 41,5% terhadap total premi menegaskan posisi bancassurance sebagai tulang punggung distribusi industri. Peran ini diharapkan tetap signifikan dalam memperluas akses proteksi kepada masyarakat yang sudah memiliki hubungan perbankan formal.

Fokus Pengembangan Bancassurance ke Depan

Ke depan, pengembangan bancassurance akan lebih menekankan segmentasi spesifik sesuai target pasar masing-masing bank. “Kolaborasi bank dan perusahaan asuransi dapat menghadirkan solusi financial planning yang lebih komprehensif, termasuk produk proteksi yang dikaitkan dengan investasi dengan pilihan underlying asset yang lebih bervariasi,” tutup Emira.

Strategi ini diharapkan memperkuat nilai tambah bagi nasabah sekaligus menjaga keberlanjutan kontribusi kanal bancassurance bagi industri. Dengan adaptasi produk dan pendekatan yang tepat, bancassurance diproyeksikan tetap menjadi motor utama distribusi premi asuransi jiwa di Indonesia.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index