JAKARTA - Asosiasi Logistik Indonesia (ALI) menekankan pentingnya pembaruan data biaya logistik terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) untuk tahun 2026. Upaya ini diharapkan dapat memberikan gambaran yang lebih akurat mengenai efisiensi distribusi nasional.
Rasio Biaya Logistik Terhadap PDB
Data terakhir yang dirilis bersama Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) dan Badan Pusat Statistik (BPS) pada 2023 mencatat rasio biaya logistik sebesar 14,29% terhadap PDB. Rasio ini menjadi indikator penting untuk menilai efektivitas kebijakan pemerintah dalam mengurangi inefisiensi sektor logistik.
Ketua Umum ALI, Mahendra Rianto, menilai pembaruan data akan membantu pemerintah mengevaluasi capaian pembangunan infrastruktur. Selain itu, hal ini juga diperlukan untuk mengidentifikasi disparitas logistik di wilayah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T).
Usulan Pengukuran Berkala
ALI mengusulkan pengukuran biaya logistik dilakukan secara berkala, idealnya setiap dua tahun. Dengan frekuensi tersebut, pemerintah dapat menyesuaikan kebijakan distribusi sesuai perubahan dinamika pasar dan kebutuhan industri.
Mahendra menambahkan sinkronisasi data nasional dengan Logistics Performance Index (LPI) World Bank akan memberikan pandangan komprehensif. Pendekatan ini diharapkan mendorong daya saing logistik Indonesia di tingkat global.
Manfaat Pembaruan Data untuk Kebijakan
Pembaruan data memungkinkan pemerintah merancang strategi penurunan biaya distribusi lebih tepat sasaran. Hal ini juga menjadi dasar untuk meningkatkan konektivitas antarwilayah serta menekan ongkos logistik yang tinggi.
Evaluasi berkala akan membantu memastikan kebijakan transportasi dan distribusi dapat mendukung pertumbuhan ekonomi nasional. Dengan data yang akurat, pemerintah dapat mengalokasikan investasi infrastruktur ke wilayah yang paling membutuhkan.
Dampak Terhadap Daya Saing Nasional
Rasio biaya logistik yang tinggi dapat memengaruhi daya saing produk domestik di pasar internasional. Pembaruan data secara rutin membantu industri dan pemerintah merumuskan strategi untuk menekan biaya dan meningkatkan efisiensi rantai pasok.
ALI berharap pemerintah dapat memanfaatkan data terkini sebagai acuan untuk memperbaiki koordinasi antarinstansi terkait. Dengan demikian, sektor logistik bisa lebih adaptif terhadap perubahan ekonomi dan kebutuhan pasar.
Pembaruan data biaya logistik terhadap PDB menjadi langkah penting untuk menilai efisiensi dan daya saing Indonesia. ALI menekankan agar pengukuran dilakukan secara berkala, selaras dengan indeks global, untuk memastikan kebijakan logistik yang lebih efektif.