Panas Bumi

PGEO Fokus Kembangkan Energi Panas Bumi Hingga 3 Gigawatt untuk Masa Depan

PGEO Fokus Kembangkan Energi Panas Bumi Hingga 3 Gigawatt untuk Masa Depan
PGEO Fokus Kembangkan Energi Panas Bumi Hingga 3 Gigawatt untuk Masa Depan

JAKARTA - Emiten energi terbarukan, PT Pertamina Geothermal Energy Tbk (PGEO), mencatatkan pertumbuhan pendapatan meski laba bersih menurun. Perusahaan menegaskan akan terus memperluas kapasitas jaringan panas bumi untuk memenuhi target jangka panjang.

Pertumbuhan Pendapatan PGEO di 2025

Laporan keuangan per 31 Desember 2025 mencatatkan pendapatan PGEO sebesar US$ 432,72 juta. Angka ini meningkat 6,29% dibandingkan pendapatan tahun sebelumnya yang sebesar US$ 407,12 juta.

Meskipun pendapatan meningkat, laba usaha PGEO mengalami penurunan 3,05% menjadi US$ 233,06 juta. Tekanan utama datang dari kenaikan beban pokok pendapatan dan beban langsung lainnya sebesar 19,76% yoy menjadi US$ 199,66 juta.

Dampak Selisih Kurs terhadap Laba Bersih

Selain itu, PGEO mencatat kerugian dari selisih kurs sebesar US$ 7,63 juta sepanjang 2025. Kondisi ini berbalik dari tahun sebelumnya yang mencatat laba selisih kurs sebesar US$ 15,98 juta.

Alhasil, laba periode berjalan yang dapat diatribusikan kepada pemegang entitas induk PGEO mencapai US$ 137,69 juta. Angka ini turun 14,20% dibandingkan US$ 160,94 juta pada 2024.

Fokus pada Produksi Panas Bumi dan Proyek Quick Win

Direktur Keuangan PGEO, Yurizki Rio, menyatakan pertumbuhan pendapatan sejalan dengan produksi panas bumi tertinggi sepanjang sejarah perusahaan. Produksi PGEO meningkat 5,6% sepanjang 2025.

Perusahaan terus berinvestasi pada proyek “quick win” untuk menambah kapasitas terpasang dan produksi panas bumi. “Di saat yang sama, kami juga terus memperluas kapasitas terpasang melalui sejumlah proyek strategis di berbagai wilayah kerja panas bumi,” ujarnya, Senin 9 Maret 2026.

Target Kapasitas Terpasang Hingga 3 Gigawatt

PGEO menargetkan kapasitas terpasang hingga 3 gigawatt (GW) dari 15 Wilayah Kerja Panas Bumi (WKP) yang dikelola. Target ini menjadi fondasi PGEO dalam mendorong transisi energi bersih secara berkelanjutan.

Beberapa proyek utama PGEO antara lain Lumut Balai Unit 3 dan 4 (2×55 MW), Hululais Unit 1 dan 2 (110 MW), serta Lahendong Unit 7 & 8 (2×20 MW) dan Binary Unit (10 MW). Proyek ini akan menambah kapasitas dan meningkatkan kontribusi energi panas bumi nasional.

Pengembangan Proyek Co-Generation

PGEO juga tengah mengembangkan proyek co-generation dengan total kapasitas 230 MW. Proyek ini dirancang untuk mendukung efisiensi energi sekaligus memperluas jaringan energi terbarukan di berbagai wilayah.

Selain itu, PGEO memperkuat sinergi antar-BUMN untuk mendorong percepatan transisi energi bersih. Kolaborasi ini diharapkan mempercepat pembangunan infrastruktur energi panas bumi dan memperkuat kapasitas nasional.

Kerja Sama Strategis dengan PLN Indonesia Power

PGEO telah menjalin kerja sama dengan PT PLN Indonesia Power (PLN IP) untuk mengembangkan panas bumi secara lebih cepat. Sebanyak 19 proyek eksisting dengan total kapasitas 530 MW menjadi fokus percepatan pembangunan hingga Agustus 2026.

Yurizki menegaskan, kerja sama ini bertujuan untuk mendorong pengembangan panas bumi yang lebih masif. Dengan langkah ini, PGEO memperkuat posisi sebagai pemain utama energi terbarukan di Indonesia.

Prospek dan Tantangan Ke Depan

Meskipun laba bersih tertekan, PGEO tetap optimistis menghadapi tantangan energi global. Fokus jangka panjang tetap pada pengembangan kapasitas panas bumi, efisiensi operasional, dan investasi berkelanjutan.

Perusahaan juga berkomitmen menjaga stabilitas keuangan sekaligus mendukung target transisi energi bersih nasional. Strategi ini diharapkan memberikan manfaat ekonomi sekaligus lingkungan bagi Indonesia dalam jangka panjang.

PGEO membuktikan pertumbuhan pendapatan di tengah tekanan laba bersih. Perluasan kapasitas, proyek strategis, dan kerja sama antar-BUMN menjadi kunci perusahaan untuk mencapai target 3 GW dan memperkuat peran energi panas bumi di Indonesia.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index