Bakom Klaim KDKMP Hemat Pengeluaran Rumah Tangga Rp33 Triliun/Tahun

Bakom Klaim KDKMP Hemat Pengeluaran Rumah Tangga Rp33 Triliun/Tahun
Kepala Badan Komunikasi (Bakom) Pemerintah, Muhammad Qodari.

JAKARTA — Pemerintah memperkirakan kehadiran Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) mampu memberikan penghematan belanja rumah tangga secara nasional hingga sekitar Rp33 triliun per tahun. 

Hal ini dimungkinkan melalui penyediaan LPG 3 kilogram dan Minyakita dengan harga yang jauh lebih rendah dibandingkan harga pasar.

Kepala Badan Komunikasi (Bakom) Pemerintah, Muhammad Qodari, menyampaikan bahwa dua komoditas tersebut merupakan produk yang paling diminati masyarakat di gerai-gerai KDKMP.

"Memang yang paling populer dari kunjungan saya ke koperasi itu adalah LPG dan minyak goreng. Kalau LPG itu belum datang sudah habis, sudah dipesan duluan," ujar Qodari dalam keterangan pers di Gedung Bakom, Rabu (10/6/2026).

Menurut Qodari, harga LPG 3 kilogram di KDKMP saat ini dipatok sekitar Rp16.000 per tabung, jauh lebih rendah dari harga pasar yang mencapai Rp20.000. Sementara itu, Minyakita dijual seharga Rp15.700 per liter, di bawah harga pasar yang berkisar Rp21.000.

Berdasarkan data konsumsi rumah tangga dari Badan Pusat Statistik dan BPH Migas, pemerintah memperkirakan rata-rata keluarga dengan 3 hingga 4 anggota mengonsumsi 4 tabung LPG dan 4 liter minyak goreng setiap bulan. 

Qodari menjelaskan, dengan jumlah sekitar 74 juta keluarga di Indonesia berdasarkan data pemutakhiran keluarga tahun 2025, selisih harga yang ditawarkan KDKMP berpotensi menghasilkan penghematan yang sangat signifikan.

"Jadi dengan KDKMP ini masyarakat Indonesia secara total mendapatkan keringanan atau penghematan Rp33 triliun per tahun. Mohon dikoreksi kalau matematikanya ada yang harus diperbaiki. Ini matematika sederhananya kami coba rumuskan," katanya.

Perhitungan tersebut merinci potensi penghematan pembelian LPG sebesar Rp14,2 triliun per tahun, yang diperoleh dari konsumsi rata-rata empat tabung per bulan bagi 74 juta keluarga dengan selisih harga Rp4.000 per tabung. 

Sementara itu, penghematan dari pembelian minyak goreng diperkirakan mencapai Rp18,82 triliun per tahun, yang dihitung dari konsumsi 4 liter per bulan per keluarga dengan selisih harga Rp5.300 per liter.

Qodari menegaskan bahwa manfaat program tersebut bukan sekadar angka statistik, melainkan sesuatu yang dirasakan langsung oleh masyarakat.

"Bagi keluarga yang setiap hari menghitung pengeluaran dengan cermat, itu adalah penghematan yang berarti. Dan angka itu bukan sekadar kalkulasi di atas kertas, bukan cuman omon-omon, melainkan kenyataan yang akan dirasakan langsung oleh masyarakat di lapangan," tandas Qodari.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index