Emiten Batu Bara BYAN Siap Tebar Dividen Tunai 500 Juta Dolar AS 2026

Emiten Batu Bara BYAN Siap Tebar Dividen Tunai 500 Juta Dolar AS 2026
Ilustrasi Tambang PT Bayan Resources Tbk.

JAKARTA – Perusahaan tambang batu bara kepunyaan Low Tuck Kwong, PT Bayan Resources Tbk., bersiap menyalurkan dividen tunai bernilai total US$500 juta.

Alokasi dana keuntungan tersebut setara dengan nilai US$0,015 per lembar saham yang diambil dari perolehan laba bersih tahun buku 2025.

Langkah pendistribusian keuntungan ini sudah mendapat restu resmi lewat forum Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) yang diselenggarakan pada 10 Juni 2026.

Merujuk pada laporan keterbukaan informasi perusahaan, pemegang saham yang sah buat memperoleh dividen merupakan investor yang masuk daftar pemilik saham per 23 Juni 2026 pukul 16.15 WIB.

Skema agenda pendistribusian dividen tunai milik BYAN dirinci lewat jadwal berikut:

Cum dividen pada pasar reguler serta pasar negosiasi berjalan di 19 Juni 2026.

Ex dividen pada pasar reguler serta pasar negosiasi berjalan di 22 Juni 2026.

Cum dividen pada pasar tunai berjalan di 23 Juni 2026.

Ex dividen pada pasar tunai berjalan di 24 Juni 2026.

Proses pencatatan nama pemilik saham atau recording date dikerjakan di 23 Juni 2026.

Proses penyaluran dana dividen final dilakukan di 8 Juli 2026.

Pihak manajemen menerangkan proses transfer dividen bagi penanam modal dalam negeri bakal dikonversi ke mata uang rupiah mengikuti acuan kurs tengah Bank Indonesia pada momentum tanggal recording date.

Langkah pembagian dana keuntungan ini bergulir di tengah kondisi penyusutan capaian profitabilitas yang dialami oleh BYAN sepanjang periode tahun buku 2025.

Berdasarkan laporan keuangan emiten, perolehan laba bersih yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk berada pada nominal US$767,91 juta di 2025.

Angka pencapaian tersebut memperlihatkan koreksi turun sebesar 16,77 persen secara tahunan jika dibandingkan capaian 2024 yang menembus US$922,64 juta.

Penyusutan profit terjadi akibat melemahnya pergerakan harga jual rata-rata atau average selling price (ASP) komoditas batu bara dari level US$61,3 per ton pada 2024 menjadi US$48,4 per ton pada 2025.

Kendati begitu, nilai pendapatan BYAN hanya tergerus tipis sekitar 0,55 persen menuju tingkat US$3,42 miIiar pada 2025 dari pembukuan US$3,44 miIiar di tahun sebelumnya.

Tekanan penurunan omzet berhasil ditahan berkat adanya lonjakan pada volume penjualan komoditas batu bara sebesar 25,97 persen menjadi 70,8 juta ton dari porsi 56,2 juta ton pada 2024.

Tujuan pasar utama bagi produk batu bara BYAN di sepanjang 2025 dikuasai oleh China lewat andil sebesar 32 persen, disusul Indonesia 26 persen, Filipina 19 persen, India 8 persen, serta Malaysia dan Vietnam masing-masing 4 persen.

Di samping itu, sampai penutupan tahun 2025, akumulasi total aset milik BYAN berada di posisi US$3,37 miIiar, dengan jumlah liabilitas sebesar US$680,46 juta serta total ekuitas menyentuh US$2,69 miIiar.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index