Simak Penjelasan Ahli Mengenai Keluhan Mengompol saat Hamil

Simak Penjelasan Ahli Mengenai Keluhan Mengompol saat Hamil
Ilustrasi Ibu Hamil.

JAKARTA - Banyak ibu hamil mengeluhkan sering buang air kecil atau sulit menahan kencing, terutama saat usia kehamilan terus bertambah.

Keluhan ini sering dianggap wajar, sehingga banyak ibu hamil cenderung mengabaikannya. Padahal, menurut Prof. Dr. dr. Harrina E. Rahardjo, Sp.U (K), PhD, perubahan selama kehamilan memengaruhi fungsi kandung kemih.

Meski sebagian kondisi masih tergolong normal, keluhan tersebut tetap perlu dipantau karena terkadang menjadi tanda gangguan saluran kemih yang butuh penanganan.

Seiring bertambahnya usia kehamilan, ukuran rahim membesar untuk mengakomodasi janin. Hal ini meningkatkan tekanan dalam rongga perut dan memengaruhi organ sekitar, termasuk kandung kemih.

Prof. Harrina menjelaskan, tekanan tersebut menjadi penyebab ibu hamil lebih mudah mengalami kebocoran urine atau sulit menahan keinginan buang air kecil.

“Adanya bayi di dalam rahim bisa memicu adanya tekanan di perut ibu, terlebih perutnya akan terus membesar. Hal ini yang membuat ibu hamil mudah mengompol atau sulit menahan kencing,” ungkap Prof. Harrina.

Posisi rahim yang berada tepat di belakang kandung kemih membuat kedua organ tersebut saling memengaruhi selama kehamilan.

“Adanya bayi menambah penekanan di kandung kemih, apalagi rahim itu letaknya persis di belakang kandung kemih,” tambahnya.

Tekanan ini membuat kandung kemih lebih sensitif terhadap volume urine, sehingga dorongan buang air kecil muncul lebih cepat daripada biasanya.

“Rahim bisa menekan kandung kemih, maka tak heran jika kandung kemih akan lebih sensitif terhadap air karena ada tekanan dari belakang,” jelasnya.

Selain tekanan fisik, ibu hamil lebih rentan mengalami gangguan berkemih seperti stress incontinence, yaitu keluarnya urine tanpa disadari saat tekanan perut meningkat.

“Selain itu, bisa juga karena timbul salah satu jenis gangguan kemih, seperti stress incontinence. Misalnya, ketika batuk jadi mengompol atau saat tertawa,” tuturnya.

Aktivitas sederhana seperti batuk, bersin, atau tertawa bisa memicu keluarnya urine karena otot dasar panggul menerima tekanan tambahan.

Perubahan hormon selama kehamilan juga meningkatkan risiko infeksi saluran kemih yang tidak boleh dianggap sepele karena bisa menjadi lebih berat jika tidak ditangani.

Prof. Harrina menekankan, pemeriksaan sejak dini penting untuk memastikan apakah keluhan tersebut sekadar perubahan fisiologis atau gangguan yang butuh penanganan medis.

“Jika ada ibu hamil yang keluhannya susah menahan kencing, mudah mengompol, maka harus segera diperiksakan sebelum semakin membahayakan kehamilan,” tegasnya.

Ibu hamil disarankan segera berkonsultasi jika merasakan perubahan pola berkemih yang tidak biasa, terutama jika disertai nyeri atau demam.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index