Tunjukkan Keyakinan Manajemen dan Direksi AMMN Borong Saham

Tunjukkan Keyakinan Manajemen dan Direksi AMMN Borong Saham
PT Amman Mineral Internasional Tbk.

JAKARTA — Sejumlah direksi PT Amman Mineral Internasional Tbk. (AMMN) secara serempak meningkatkan kepemilikan saham perusahaan mereka melalui transaksi mandiri di lantai Bursa Efek Indonesia (BEI). Aksi pembelian massal ini dilangsungkan semenjak akhir Juni hingga awal Juli 2026 dengan jumlah akumulasi menyentuh 3,72 juta saham.

Berdasarkan data keterbukaan informasi yang diserahkan kepada Otoritas Jasa Keuangan (OJK), empat anggota dewan direksi Amman Mineral Internasional merealisasikan pembelian efek tersebut dengan tujuan menata investasi pribadi. Direktur AMMN Arief Widyawan Sidarto tercatat menjadi pembeli dengan porsi paling besar lantaran mengumpulkan 1,6 juta saham pada 30 Juni 2026 pada tingkat harga Rp3.105 per saham.

Aksi tersebut mengerek kepemilikan sahamnya dari semula 79,06 juta saham menjadi 80,66 juta saham atau setara dengan porsi 0,111 persen dari akumulasi modal ditempatkan dengan hak suara. Berikutnya, Direktur Lal Naveen Chandra mendongkrak kepemilikan dengan membeli 1 juta saham pada 6 Juli 2026 di harga Rp3.565 per saham.

Pascatransaksi itu, kepemilikan saham miliknya merangkak naik dari 52,16 juta saham ke posisi 53,16 juta saham atau mencakup sekitar 0,073 persen dari total hak suara perbankan. Direktur Aditya Sasmito juga ikut mempertebal aset portofolionya lewat pemesanan 850.000 saham pada 6 Juli 2026 dengan harga pelaksanaan Rp3.530 per lembar saham.

Langkah ini membuat kepemilikan modal miliknya melesat naik dari 72,89 juta saham menuju level 73,74 juta saham atau merepresentasikan kisaran 0,102 persen dari seluruh saham beredar yang memiliki hak suara.

Sementara itu, Direktur Anthony Robert Mathias merealisasikan pembelian total sebanyak 272.700 saham lewat empat kali rangkaian transaksi pada 7 Juli 2026. Pembelian saham ini dieksekusi pada rentang harga Rp3.480-Rp3.510 per lembar saham, yang berujung pada peningkatan saldo sahamnya dari 1,41 juta saham menjadi 1,69 juta saham.

Seluruh rangkaian aktivitas pasar ini dilaporkan secara resmi sebagai langkah pemenuhan investasi portofolio perorangan. Di dalam lembar laporan resmi kepada pihak OJK, masing-masing direktur menegaskan posisi mereka yang bukan bertindak sebagai pemegang saham pengendali, sehingga transaksi ini tidak menggeser kendali korporasi.

Apabila dikalkulasikan secara keseluruhan, keempat pimpinan AMMN ini telah menyerap kisaran 3,72 juta lembar saham. Dengan mengacu pada harga pelaksanaan transaksi masing-masing direktur, estimasi nilai perputaran dana dari aksi borong saham ini diproyeksikan menembus kisaran Rp12,35 miliar.

Senior Technical Analyst Mirae Asset Sekuritas Indonesia, M Nafan Aji Gusta menilai aksi pembelian saham yang dilakukan sejumlah direksi AMMN dapat dibaca sebagai sinyal kolektif mengenai keyakinan manajemen terhadap prospek perseroan, bukan sekadar keputusan investasi masing-masing individu.

"Aksi jajaran direksi AMMAN ini bisa mengindikasikan bahwa manajemen melihat prospek masa depan perusahaan yang positif, dengan kinerja bisnis yang solid. Terlebih saat ini pasar sedang tertekan oleh sentimen makro dan capital outflow asing, yang tidak mencerminkan fundamental atau kondisi bisnis perusahaan yang sebenarnya," ujarnya.

Menurut analisis Nafan, tren apresiasi harga saham AMMN ikut memperoleh dorongan dari proyeksi pergerakan harga komoditas di pasar global, terutama komoditas emas dan tembaga. Ia menyampaikan bahwa lonjakan harga kedua bahan tambang tersebut dipicu oleh peningkatan permintaan tembaga yang menjadi material dasar ekosistem mobil listrik dan pengembangan pusat data.

Sebagai entitas produsen komoditas tembaga serta emas yang memiliki kadar konsentrat bijih tinggi, AMMN mempunyai tingkat sensitivitas yang kuat terhadap fluktuasi nilai jual kedua komoditas itu. Hal ini membuka peluang bagi perseroan untuk meraup keuntungan yang signifikan tatkala harga komoditas dunia melonjak.

Menilai dari sisi fundamental, rapor kerja operasional Amman sepanjang kurun beberapa tahun terakhir dinilai masih berada di koridor yang cukup tangguh. Realisasi ini mencerminkan bahwa manajemen emiten mempunyai kapabilitas pertahanan yang mumpuni dalam menghadapi tantangan eksternal seperti naik-turunnya harga komoditas ataupun dinamika ekonomi dunia.

"Apabila tren produksi, efisiensi operasional, dan prospek proyek pengembangan tetap berjalan sesuai rencana, maka fundamental tersebut berpotensi menjadi katalis positif bagi kinerja perusahaan dan harga saham dalam jangka menengah hingga panjang," kata Nafan.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index