ESDM Tunjuk Nations Petroleum Garap Blok Natuna D-Alpha, Komitmen US$103 Juta

ESDM Tunjuk Nations Petroleum Garap Blok Natuna D-Alpha, Komitmen US$103 Juta

VISIENERGI.COM — Kementerian ESDM menetapkan PT Nations Petroleum sebagai pemenang lelang Blok Natuna D-Alpha dengan bonus tanda tangan US$200.000 dan komitmen pasti eksplorasi tiga tahun pertama US$103,309 juta. Perusahaan itu bagian dari Arsari Group milik Hashim Djojohadikusumo, adik Presiden Prabowo Subianto. Blok ini menyimpan potensi gas 222 TCF yang lama mangkrak.

Blok yang terletak di Pulau Natuna, Kepulauan Riau, ini punya potensi gas mencapai 222 triliun kaki kubik (TCF). Angka itu menempatkannya sebagai salah satu lapangan gas terbesar di dunia.

Nilai Komitmen dan Bonus Tanda Tangan

Dalam pengumuman yang dilihat Jumat (18/9/2026), Kementerian ESDM menyebut pemenang lelang menyetor bonus tanda tangan US$200.000. Total komitmen pasti untuk tiga tahun pertama masa eksplorasi mencapai US$103,309 juta.

"Komitmen pasti tersebut meliputi 3 paket G&G Study, akuisisi dan processing data seismik 3D seluas 591 km², 1 Pilot Unit Design and Engineering, 3 paket CO2 Integrated Study, 1 Manufacturing, Procurement and Construction, 2 paket EPC Design Cost, 1 sumur appraisal, 1 sumur eksplorasi, serta 1 paket Operation, Multi-Mode Testing and Monitoring," bunyi pengumuman Kementerian ESDM.

Rincian itu menunjukkan pekerjaan eksplorasi tidak sekadar survei permukaan. Ada pengeboran sumur eksplorasi dan appraisal, plus studi terintegrasi untuk menangani kandungan karbon dioksida.

Kendala CO2 yang Bikin Blok Ini Lama Terbengkalai

Natuna D-Alpha dikenal punya kandungan karbondioksida sangat tinggi. Kondisi itu membuat gas yang benar-benar bisa dieksploitasi kemungkinan hanya sekitar 46 TCF dari total 222 TCF.

Persoalan CO2 inilah yang membuat blok ini sempat dijuluki mangkrak seabad. Kandungan pengotor yang besar menuntut teknologi pemisahan dan penangkapan karbon yang mahal serta rumit.

Sejumlah paket dalam komitmen eksplorasi menyasar langsung persoalan itu. Ada tiga paket CO2 Integrated Study dan satu paket Operation, Multi-Mode Testing and Monitoring yang harus dijalankan kontraktor.

Arsari Group dan Peta Kepemilikan Blok

Masuknya Nations Petroleum menambah daftar keterlibatan Arsari Group di sektor energi. Hashim Djojohadikusumo dikenal memiliki sejumlah kepentingan usaha di bidang sumber daya alam dan energi.

Penunjukan ini juga menjadi ujian bagi pemerintah dalam membuktikan blok strategis bisa dikelola swasta nasional. Natuna D-Alpha selama ini kerap dipandang sebagai aset gas yang belum tergarap optimal.

Kalau komitmen tiga tahun pertama berjalan sesuai rencana, blok ini berpotensi mengubah peta pasokan gas domestik. Terutama untuk kebutuhan industri dan kilang di kawasan barat Indonesia.

Yang paling menentukan sekarang adalah eksekusi di lapangan. Studi CO2 dan pengeboran sumur eksplorasi akan jadi indikator awal apakah Natuna D-Alpha benar-benar lepas dari status mangkrak.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index