VISIENERGI.COM — PT LiuGong Machinery Indonesia memperkenalkan enam unit excavator F-Series kepada pelanggan, dealer, dan mitra pembiayaan di Makassar, Sulawesi Selatan, Kamis (17/9/2026). Rangkaian alat berat ini diklaim mampu menaikkan produktivitas hingga 15 persen sekaligus menekan konsumsi bahan bakar sampai 16 persen.
Perkenalan produk ini menyasar pasar alat berat di Sulawesi yang terus tumbuh seiring aktivitas pertambangan dan pekerjaan pendukung di wilayah tersebut. LiuGong menilai kebutuhan pelanggan di kawasan ini kian beragam, mulai dari pekerjaan ringan hingga operasi tambang bertuntutan produksi tinggi.
Enam Model Excavator dan Produk Pendukung
LiuGong membawa excavator 906F dan 908F untuk kelas compact, lalu 920F dan 922F di kelas 20 ton, serta 933E dan 938EHD di kelas 30 ton. Selain excavator, perusahaan menampilkan genset DG22 dan dua pilihan menara lampu, yakni Solar Light Tower SLT400 dan Diesel Light Tower DLT2000.
Kombinasi produk itu ditujukan untuk kebutuhan operasional di area pertambangan, dari pekerjaan pendukung sampai aktivitas produksi utama. Pelanggan bisa memilih unit berdasarkan karakteristik lokasi kerja, jenis pekerjaan, dan target produksi masing-masing.
Klaim Efisiensi Bahan Bakar dan Produktivitas
Pengembangan teknologi pada F-Series berfokus pada dua hal sekaligus: menaikkan output dan menekan biaya operasional. LiuGong menyebut seri ini mampu meningkatkan produktivitas hingga 15 persen dan memangkas konsumsi bahan bakar sampai 16 persen.
Perusahaan memulai perjalanan pengembangan excavator pada 1992, lebih dari tiga dekade lalu, dan terus memperbarui teknologi mengikuti kebutuhan industri. Dari proses panjang itu lahir excavator seri F yang jadi andalan terbaru mereka.
Alasan LiuGong Masuk Lebih Dalam ke Sulawesi
Sahdan Fikri, Director Aftersales PT LiuGong Machinery Indonesia, menyebut Sulawesi punya posisi penting dalam industri pertambangan nasional. Pihaknya ingin lebih dekat dengan pelanggan di wilayah itu dan memahami tantangan mereka secara langsung.
"Sulawesi memiliki peran penting dalam industri pertambangan Indonesia, dan kami melihat kebutuhan pelanggan di wilayah ini terus berkembang. Melalui kegiatan ini, kami ingin hadir lebih dekat dengan pelanggan, memahami tantangan mereka secara langsung, sekaligus memperkenalkan solusi yang dapat mendukung produktivitas dan efisiensi operasional mereka," ujar Sahdan dalam keterangan resmi.
Soal desain F-Series, Sahdan menegaskan bahwa masukan pelanggan jadi dasar pengembangan. Operator tambang, menurut dia, butuh alat yang kuat sekaligus konsisten sepanjang siklus kerja.
"Kami mengembangkan F-Series dengan mendengarkan kebutuhan pelanggan. Di sektor pertambangan, pelanggan membutuhkan alat yang tidak hanya kuat, tetapi juga mampu memberikan produktivitas yang konsisten dan efisiensi yang baik sepanjang siklus kerja. F-Series menjawab kebutuhan tersebut melalui kombinasi performa, kontrol, dan kenyamanan operator," katanya.
Serah Terima Unit dan Layanan Pembiayaan
Dalam acara di Makassar, LiuGong menyerahkan sejumlah unit alat berat kepada pelanggan yang sudah memakai produk mereka. Perusahaan juga memperkenalkan kembali layanan pembiayaan dari LiuGong Finance Indonesia untuk mempermudah akses pendanaan pelaku usaha di Sulawesi.
Kerja Sama Pendidikan dengan Politeknik Negeri Ujung Pandang
LiuGong Indonesia University menjalin kerja sama dengan Politeknik Negeri Ujung Pandang untuk mengembangkan talenta lokal sesuai kebutuhan industri. Kedua pihak juga membangun LiuGong Customer Experience Center di kampus tersebut.
Fasilitas itu jadi pusat pelatihan bagi mahasiswa untuk mengenal teknologi alat berat lewat sesi teori dan praktik. Langkah ini menyiapkan tenaga kerja yang siap masuk ke sektor pertambangan dan konstruksi.
Ekspansi LiuGong di Sulawesi menandai persaingan pasar alat berat yang makin ketat, terutama di segmen excavator kelas menengah dan besar. Bagi pelaku tambang, pilihan unit dengan efisiensi bahan bakar lebih baik bisa berpengaruh langsung ke struktur biaya operasional harian.