Dokter

Vertigo Berbulan-Bulan Ternyata Akibat Kotoran Telinga Mengeras, Begini Penjelasan Dokter

Vertigo Berbulan-Bulan Ternyata Akibat Kotoran Telinga Mengeras, Begini Penjelasan Dokter
Vertigo Berbulan-Bulan Ternyata Akibat Kotoran Telinga Mengeras, Begini Penjelasan Dokter

JAKARTA - Banyak orang menganggap vertigo selalu berkaitan dengan gangguan saraf atau masalah di otak, namun kenyataannya tidak semua kasus memiliki penyebab yang rumit. Sebuah pengalaman pasien memperlihatkan bahwa penyebab vertigo bisa datang dari faktor yang sangat sederhana tetapi sering terabaikan.

Selama empat bulan, seorang pasien terus merasakan kondisi oyong dan kepala berputar hingga kesulitan berdiri tegak. Ia berkali-kali memeriksakan diri ke dokter saraf, tetapi keluhannya tetap tidak mengalami perubahan.

Situasi itu membuat pasien merasa bingung karena hasil pemeriksaan tidak menunjukkan masalah berarti di bagian kepala atau sarafnya. Meski begitu, gejala yang ia rasakan semakin mengganggu aktivitas sehari-hari dan membuatnya tidak nyaman saat bergerak.

Persoalan baru menemukan jawabannya ketika ia memutuskan memeriksakan diri ke dokter telinga, hidung, dan tenggorokan. Langkah tersebut mengantarnya pada penemuan penting yang tidak pernah terpikirkan sebelumnya.

Cerita ini dibagikan melalui video edukasi oleh dokter THT, dr. Tom'S SpTHT-BKL, di akun TikTok miliknya. Dalam video itu ia menunjukkan proses penanganan yang memberikan perubahan signifikan pada kondisi pasien.

Vertigo Pasien Hilang Setelah Kotoran Telinga Dikeluarkan

Dokter Tom menjelaskan bahwa pasien tersebut sebenarnya mengalami sumbatan telinga akibat kotoran yang mengeras. Kondisi itu menjadi penyebab utama munculnya rasa oyong dan pusing yang tidak kunjung hilang selama berbulan-bulan.

“Ini langsung hilang vertigonya. Salah satunya dari kotoran telinga yang menggumpal tadi,” ujar dr. Tom dalam videonya pada Rabu, 26 November 2025.

Dalam penjelasannya, ia menyampaikan bahwa hanya dengan mengatasi sumbatan tersebut, keluhan pasien bisa hilang dalam waktu singkat. Kotoran telinga yang dikeluarkan ternyata sudah mengering dan ukurannya cukup besar hingga membuat telinga tersumbat.

Menurut dr. Tom, banyak pasien tidak menyadari bahwa telinga berperan penting dalam menjaga keseimbangan tubuh. Karena itu, gangguan kecil dalam saluran telinga dapat menyebabkan efek yang cukup berat pada stabilitas tubuh.

“Kadang pasien yang bilang vertigo itu sebenarnya sempoyongan atau tidak stabil. Salah satunya bisa akibat dari telinga,” jelasnya.

Pasien ini menjadi contoh nyata bagaimana masalah yang terlihat sepele ternyata dapat menimbulkan gangguan yang besar. Kondisi tersebut semakin berisiko ketika kotoran dibiarkan menumpuk dan mengeras dalam jangka waktu lama.

Kotoran Telinga Mengeras Seperti Batu dan Menyumbat Saluran

Dalam video tersebut terlihat dr. Tom bekerja sangat hati-hati saat mengeluarkan kotoran telinga dari saluran pasien. Kotoran yang berhasil dikeluarkan baru sebagian, namun ukurannya sudah setara dengan kacang merah dan tampak benar-benar kering.

“Ini pada kasus tertentu bisa membuat orang oyong,” ujarnya sembari memperlihatkan kotoran yang telah terangkat.

Ia menjelaskan bahwa kotoran yang mengering dapat menempel kuat pada dinding kanal telinga. Bila kondisi ini terjadi, proses pengangkatan harus dilakukan secara perlahan untuk mencegah iritasi atau luka di bagian dalam telinga.

Kotoran tersebut ternyata sudah menumpuk cukup lama sehingga membentuk gumpalan keras. Keberadaan gumpalan itu membuat suara dari luar sulit masuk dan memengaruhi sensasi keseimbangan pasien.

Pasien juga mengaku sering merasakan dengungan atau tinnitus selama mengalami gangguan tersebut. Kondisi itu semakin menambah rasa tidak nyaman dan membuatnya kesulitan untuk fokus dalam aktivitas harian.

Setelah kotoran berhasil dikeluarkan, pasien langsung menunjukkan perubahan yang signifikan. Ia merasa tubuhnya lebih ringan dan tidak lagi sempoyongan saat mencoba berdiri.

Mengapa Sumbatan Telinga Bisa Menyebabkan Vertigo?

Pada penjelasan medisnya, dr. Tom menyebut bahwa organ keseimbangan tubuh berada di bagian dalam telinga. Jika area itu terpengaruh oleh tekanan atau peradangan, gejala seperti pusing atau berputar bisa muncul.

Kotoran telinga atau serumen memiliki fungsi melindungi telinga, tetapi jika jumlahnya terlalu banyak dapat menimbulkan masalah. Penumpukan yang berlebihan akan menekan dinding kanal telinga dan mengganggu kenyamanan.

Kondisi ini dapat menimbulkan sensasi penuh, pendengaran berkurang, hingga memengaruhi sistem vestibular yang berperan dalam menjaga keseimbangan. Karena itu, telinga yang tersumbat bisa menyebabkan seseorang merasa oyong atau tidak stabil.

Selain itu, serumen yang mengeras juga bisa memicu peradangan bila dibiarkan terlalu lama. Peradangan tersebut dapat memperparah gejala yang dirasakan pasien dan membuat kondisi semakin tidak nyaman.

Gangguan keseimbangan yang dipicu oleh masalah pada telinga sering kali tidak disadari oleh pasien. Banyak orang langsung mengaitkannya dengan saraf atau tekanan darah padahal penyebabnya bisa berasal dari saluran telinga.

Dalam kasus pasien ini, gejala lain seperti tinnitus turut memperkuat indikasi adanya sumbatan. Kombinasi gejala tersebut akhirnya teratasi begitu serumen diangkat dengan teknik yang benar.

Kapan Perlu Memeriksakan Telinga ke Dokter THT?

dr. Tom menekankan pentingnya memeriksa kondisi telinga jika mengalami keluhan yang berlangsung lama. Ia menyarankan pemeriksaan segera dilakukan bila vertigo atau rasa oyong tidak kunjung hilang.

Selain vertigo, gejala seperti dengungan, penurunan pendengaran, atau rasa tersumbat dapat menjadi tanda adanya masalah. Kondisi ini juga lebih sering terjadi pada orang yang kerap menggunakan cotton bud atau earphone.

Cotton bud dapat mendorong kotoran masuk lebih dalam sehingga membuat saluran telinga semakin tersumbat. Hal ini membuat penumpukan kotoran semakin cepat mengeras jika tidak dibersihkan oleh tenaga medis.

Sementara penggunaan earphone dalam waktu lama bisa mengganggu kebersihan telinga. Kelembapan yang terperangkap juga dapat mempercepat pembentukan serumen.

Memeriksa telinga secara berkala dapat mencegah penumpukan kotoran yang tidak disadari. Langkah tersebut dapat membantu mengurangi risiko gangguan pendengaran dan keseimbangan.

Jika gejala menetap lebih dari beberapa hari, pemeriksaan lebih lanjut sangat dianjurkan. Tindakan medis yang cepat dapat mempercepat pemulihan dan menghindari komplikasi yang lebih besar.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index