JAKARTA - Menteri Pariwisata Widiyanti Putri Wardhana menyampaikan belasungkawa mendalam atas bencana yang terjadi di sejumlah wilayah Sumatra. Ia menekankan bahwa prioritas utama saat ini adalah keselamatan masyarakat dan wisatawan yang berada di daerah terdampak.
“Kami turut berduka cita atas korban yang terdampak, dan tentu yang menjadi prioritas adalah keselamatan masyarakat maupun wisatawan,” ujar Menpar.
Kemenpar membuka koordinasi lintas lembaga untuk mengantisipasi dampak bencana terhadap destinasi wisata. Langkah ini dilakukan agar sektor pariwisata tetap aman menjelang libur Natal 2025 dan Tahun Baru 2026.
Kolaborasi dengan Basarnas dan BNPB
Menpar menyebut pihaknya menggandeng Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) untuk penguatan respons darurat. Fokus utama adalah wilayah-wilayah yang berdekatan dengan jalur kunjungan wisata agar evakuasi dan bantuan cepat dilakukan saat dibutuhkan.
Selain Basarnas, kementerian juga memperkuat kolaborasi dengan BNPB dan pemerintah daerah. Tujuannya adalah pemetaan titik rawan yang berpotensi mengganggu mobilitas wisatawan di Sumatra.
“Peta mitigasi akan disosialisasikan secara masif sebelum masa puncak liburan,” tambah Menpar. Langkah ini diharapkan dapat memberikan panduan jelas bagi wisatawan dan pengelola destinasi.
Dukungan Transportasi dan Jalur Alternatif
Kemenpar melibatkan Kementerian Perhubungan untuk memastikan akses transportasi menuju destinasi tetap aman. Rekayasa rute dan opsi jalur alternatif disiapkan di beberapa koridor terdampak bencana agar perjalanan wisatawan tidak terganggu.
Persiapan jalur transportasi juga mencakup pemantauan cuaca dan koordinasi dengan aparat daerah. Hal ini bertujuan agar wisatawan tetap dapat menikmati liburan dengan nyaman tanpa risiko terisolasi akibat kondisi alam ekstrem.
Edukasi dan Pos Siaga di Destinasi Wisata
Kemenpar mempercepat penyebaran informasi panduan keselamatan melalui kampanye edukasi #WisataAmanNataru. Informasi ini akan disebarkan melalui kanal digital, media sosial, baliho di pintu masuk destinasi, serta kerja sama dengan pelaku industri pariwisata, termasuk hotel dan pengelola destinasi.
“Informasi keselamatan akan diperluas bagaimana berwisata dengan aman saat Nataru, apa yang perlu dipersiapkan, dan bagaimana merespons cuaca ekstrem atau potensi bencana,” ujar Menpar. Pos-pos siaga Basarnas juga akan ditempatkan di titik strategis seperti pantai, pegunungan, dan lokasi wisata air yang rawan bencana.
Industri pariwisata diminta memastikan SOP darurat berjalan baik. Dengan sinergi ini, pemerintah berharap libur Natal dan Tahun Baru 2026 tetap aman bagi wisatawan dan perekonomian sektor pariwisata tidak terganggu.