BNPB dan Pemerintah

BNPB dan Pemerintah Siapkan Strategi Penanganan Banjir Sumatera Berskala Besar

BNPB dan Pemerintah Siapkan Strategi Penanganan Banjir Sumatera Berskala Besar
BNPB dan Pemerintah Siapkan Strategi Penanganan Banjir Sumatera Berskala Besar

JAKARTA - Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Letjen TNI Suharyanto menyatakan tim gabungan masih berupaya menangani dampak banjir bandang dan tanah longsor di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat. Fokus utama tim adalah membuka akses jalan dan memulihkan jalur komunikasi agar bantuan dapat segera sampai ke korban.

Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka menyampaikan keinginannya untuk memantau langsung penanganan di lokasi bencana. Namun, menurut Suharyanto, BNPB masih membutuhkan waktu untuk melaksanakan langkah-langkah awal sehingga kunjungan Wapres belum bisa diwujudkan saat ini.

“Pak Wapres juga minta kapan kira-kira akan berkunjung ke sini [Sumatera]. Tadi kami sudah jawab, untuk saat ini belum bisa, menunggu kami dulu beri waktu untuk melaksanakan langkah-langkah penanganan,” ujar Suharyanto.

Jadwal Kunjungan Pejabat dan Koordinasi Lapangan

Gibran dijadwalkan memantau perkembangan penanganan pada Senin, 1 Desember 2025. Sementara Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Pratikno dijadwalkan berkunjung pada Sabtu, 29 November 2025, meski kunjungan keduanya tetap tergantung pada kondisi lapangan.

Tim penanganan bekerja secara intensif untuk memastikan semua jalur penting dapat diakses. Prioritas utama adalah membuka titik-titik yang terputus akibat tanah longsor dan banjir sehingga logistik dan pertolongan medis bisa segera disalurkan.

Wakil Menteri Pekerjaan Umum Diana Kusumastuti menyebut identifikasi kerusakan infrastruktur masih terkendala hujan yang belum berhenti. Di Aceh, empat jembatan dilaporkan putus, sementara di Sibolga dan Tapanuli Tengah terdapat sekitar 20 titik longsor yang sulit dipetakan.

Dukungan Alat Berat dan Teknologi Satelit

Kementerian PU telah mengirimkan sejumlah alat berat untuk membersihkan material longsoran dan membuka akses jalan. “Sampai saat ini kami sudah mengirimkan beberapa alat berat untuk membersihkan longsoran. Mudah-mudahan segera bisa sampai ke lokasi," kata Diana.

Selain itu, BNPB membawa puluhan sistem internet satelit buatan SpaceX, Starlink, ke lokasi terdampak. Langkah ini bertujuan untuk memulihkan jalur komunikasi dan informasi pada daerah-daerah yang masih terisolasi akibat banjir bandang.

Peralatan komunikasi satelit ini diharapkan mempermudah koordinasi tim tanggap darurat di lapangan. Dengan pemulihan akses informasi, proses distribusi bantuan dan operasi pencarian korban dapat berjalan lebih cepat.

Operasi Pencarian dan Penyelamatan Korban

Operasi pencarian dan penyelamatan korban menjadi fokus utama BNPB dan tim gabungan. Strategi ini meniru keberhasilan penanganan bencana sebelumnya, seperti di Cilacap dan Banjarnegara, yang membutuhkan koordinasi intensif antara berbagai instansi.

Selain membuka akses jalan dan mengerahkan alat berat, tim medis dan logistik juga disiapkan untuk memastikan korban terdampak mendapat pertolongan. Penanganan terkoordinasi diharapkan dapat meminimalkan risiko dan mempercepat proses pemulihan di seluruh wilayah terdampak.

Sinergi antara BNPB, Kementerian PU, TNI, Polri, dan pemerintah daerah menjadi kunci efektivitas operasi. Langkah cepat ini diharapkan mampu menjangkau kelompok rentan, termasuk ibu, bayi, anak-anak, dan lansia yang berada di lokasi bencana.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index