JAKARTA - Atas instruksi langsung Presiden Prabowo Subianto, pemerintah menyiapkan pesawat A400 untuk mengirim bantuan bagi kelompok prioritas di daerah terdampak banjir di Sumatera. Bantuan difokuskan pada ibu, bayi, dan lansia yang membutuhkan penanganan cepat.
Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Pratikno mengatakan di Jakarta, Jumat, bahwa Presiden telah memerintahkan koordinasi penanganan sejak hari pertama bencana. “Sejak hari pertama terjadinya bencana Bapak Presiden sudah perintahkan kepada kami, tim PMK, langsung bergerak dibantu TNI, Polri, pemda aktif,” ujar Pratikno.
Tenda pengungsian, makanan, dan kebutuhan sehari-hari telah dikirim untuk menanggulangi dampak bencana. Bantuan ini ditujukan agar warga terdampak dapat bertahan selama masa tanggap darurat.
Penanganan Infrastruktur dan Akses Bantuan
Tim Pekerjaan Umum (PU) bergerak intensif untuk membuka titik-titik lokasi yang terputus akibat tanah longsor dan jalan tertimbun. Hal ini memastikan jalur distribusi bantuan tetap terbuka dan tidak terhambat oleh kondisi medan yang sulit.
Pratikno menekankan bahwa bantuan yang dikirimkan hari Jumat merupakan kebutuhan yang paling mendesak. Fokus utama adalah memenuhi kebutuhan vital bagi kelompok rentan agar keselamatan mereka tetap terjaga.
Pemerintah juga menyiagakan perahu karet dan alat komunikasi untuk mempermudah evakuasi dan koordinasi tim di lapangan. Alat-alat ini membantu tim tanggap darurat menjangkau wilayah yang sulit dijangkau oleh kendaraan biasa.
Pengiriman Bantuan Lewat Pesawat Militer
Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya menjelaskan bahwa empat pesawat militer diberangkatkan pada pukul 07.30 WIB, terdiri dari tiga unit Hercules dan satu pesawat A400 yang baru tiba awal November 2025. Pesawat-pesawat ini menuju tiga provinsi terdampak, yaitu Sumatera Barat, Sumatera Utara, dan Aceh.
Rute pengiriman dilalui melalui Bandara Minangkabau Padang, Bandara Silangit Tapanuli, serta Bandara Banda Aceh dan Lhokseumawe. Bantuan disesuaikan dengan kebutuhan mendesak di lapangan, terutama bagi ibu hamil, bayi, anak-anak, dan lansia.
Bantuan utama meliputi sekitar 150 unit tenda pengungsian, 64 unit perahu karet, 100 unit alat komunikasi, serta genset untuk mendukung pemulihan listrik. Dengan begitu, kondisi pengungsi dapat terpantau dan terpenuhi kebutuhan dasarnya secara lebih cepat.
Dukungan Medis dan Logistik
Selain logistik, tim medis dari TNI dan Kementerian Kesehatan dikerahkan untuk menangani warga terdampak. Tim ini terdiri dari dokter, perawat, dan bantuan obat-obatan untuk memastikan pelayanan kesehatan segera tersedia di lokasi.
Bahan makanan siap saji turut dikirimkan untuk memenuhi kebutuhan gizi ibu, anak, dan lansia. Langkah ini memastikan korban bencana tetap mendapat nutrisi dan perawatan medis selama masa tanggap darurat.
Kolaborasi lintas kementerian, TNI, Polri, dan pemerintah daerah menjadi kunci agar bantuan dapat menjangkau wilayah terdampak dengan cepat. Sinergi ini diharapkan mampu mengurangi risiko bagi kelompok rentan dan mempercepat pemulihan di daerah bencana.