JAKARTA - Di era digital dan kehidupan serba cepat, tubuh dan pikiran sering dipaksa memproses terlalu banyak hal sekaligus. Kondisi ini dikenal dalam psikologi sebagai overstimulated, di mana rangsangan sensorik maupun emosional melebihi kapasitas toleransi seseorang.
Overstimulasi dapat muncul akibat paparan informasi, aktivitas, atau tekanan sehari-hari yang terus-menerus. Dampaknya berupa stres, kecemasan, hingga kelelahan mental yang mengganggu produktivitas dan kualitas hidup.
Penyebab Utama Overstimulated
Paparan Gadget dan Media Digital Berlebihan
Penggunaan smartphone, komputer, atau televisi secara intens menjadi pemicu utama overstimulated. Setiap notifikasi, konten, atau informasi baru memaksa otak memproses ulang hingga timbul kelelahan mental.
Lingkungan yang Bising atau Ramai
Kebisingan, keramaian, cahaya terang, atau aktivitas yang padat bisa membuat sistem saraf bekerja ekstra. Lama-kelamaan, tubuh dan pikiran mudah merasa stres dan kehilangan fokus.
Tekanan, Deadline, dan Beban Tugas Menumpuk
Tuntutan pekerjaan, sekolah, atau kehidupan pribadi yang tinggi dengan multitasking dan ekspektasi besar menurunkan toleransi terhadap rangsangan. Stres yang terus menerus memicu kondisi overstimulated dan menguras energi.
Dampak Fisik dan Psikologis
Overstimulasi tidak hanya memengaruhi mental, tetapi juga kesehatan fisik. Tubuh yang terus dipaksa bekerja keras bisa menimbulkan sakit kepala, gangguan tidur, hingga penurunan imunitas.
Secara psikologis, kondisi ini dapat menimbulkan perasaan cemas, gelisah, mudah marah, hingga penurunan konsentrasi. Jika dibiarkan, overstimulated bisa memicu gangguan mental lebih serius, termasuk burnout.
Cara Mengatasi Overstimulated
Cari Ruang dan Waktu Tenang
Menjauh dari sumber rangsangan dapat membantu menenangkan sistem saraf. Matikan notifikasi, cari ruangan tenang dan redup, atau berdiam sejenak untuk memberi waktu tubuh dan pikiran beristirahat.
Batasi Penggunaan Gadget dan Rutinitas Digital
Kurangi waktu layar, terutama sebelum tidur, agar otak dapat memulihkan diri. Mengatur jadwal penggunaan gawai dan memberi jeda sejenak dari media digital menurunkan risiko overstimulasi.
Lakukan Relaksasi dan Jaga Pola Hidup Seimbang
Teknik pernapasan, meditasi ringan, jalan santai, atau tidur cukup efektif meredakan stres. Aktivitas fisik dan ritme tidur yang sehat membantu mengembalikan keseimbangan mental dan fisik.
Memberi jeda pada diri sendiri bukan tanda lemah, melainkan bentuk kepedulian terhadap kesehatan. Jika rasa kewalahan tetap muncul meski sudah mencoba mengurangi rangsangan, mencari dukungan profesional menjadi langkah bijak.
Tips Tambahan untuk Mencegah Overstimulated
Menyusun jadwal harian yang realistis bisa mengurangi tekanan berlebih. Prioritaskan tugas penting dan jangan ragu menunda aktivitas yang tidak mendesak agar tubuh tetap stabil.
Mengatur lingkungan kerja atau belajar agar minim distraksi juga membantu menjaga fokus. Cahaya alami, suara tenang, dan ventilasi baik dapat menurunkan rangsangan berlebihan bagi indera.
Dengan memahami penyebab dan menerapkan langkah-langkah ini, kita bisa mencegah overstimulated. Memberi waktu untuk berhenti sejenak, detoks digital, dan menjaga pola hidup seimbang merupakan kunci menjaga kesehatan mental dan fisik dalam era modern yang cepat.