JAKARTA - Pelaku UMKM di Sumatera Utara kini memiliki kesempatan memperkuat usaha melalui program Kredit Usaha Rakyat (KUR) BNI 2026. Program ini menyediakan plafon pinjaman hingga Rp100 juta dengan suku bunga rendah 6% per tahun dan tenor fleksibel 12–60 bulan.
Manfaat Program KUR BNI untuk UMKM
Dana KUR BNI dapat digunakan untuk modal kerja maupun investasi produktif. Pelaku usaha dapat menambah stok barang, meningkatkan kualitas produk, atau memperluas layanan usaha dengan dana ini.
Program ini dirancang agar cicilan sesuai kemampuan pelaku usaha. Dengan tenor panjang hingga 60 bulan, UMKM bisa menyesuaikan pembayaran bulanan dengan omzet usaha.
Tabel Angsuran KUR BNI 2026 Plafon Rp100 Juta
Simulasi angsuran bulanan berdasarkan tenor mempermudah perencanaan keuangan UMKM. Tenor 12 bulan sebesar Rp8.606.643, 24 bulan Rp4.432.061, 36 bulan Rp3.042.194, 48 bulan Rp2.348.503, dan 60 bulan Rp1.933.280.
Suku bunga 6% per tahun atau 0,5% per bulan membuat cicilan lebih ringan. Hal ini membantu UMKM tetap stabil dalam mengelola arus kas dan menjaga kelangsungan usaha.
Syarat Pengajuan KUR BNI 2026
Debitur harus WNI, minimal usia 21 tahun atau sudah menikah, serta memiliki usaha berjalan minimal 6 bulan. Dokumen yang dibutuhkan mencakup e-KTP, Kartu Keluarga, surat nikah bila sudah menikah, dan surat izin usaha (NIB) atau keterangan usaha.
Untuk pinjaman di atas Rp50 juta, debitur wajib menyertakan NPWP. Pinjaman di atas Rp100 juta perlu dokumen agunan. Selain itu, calon debitur tidak sedang menerima kredit produktif selain KUR dari perbankan, namun KPR, KKB, atau kartu kredit masih diperbolehkan jika pembayaran lancar.
Prosedur Pengajuan KUR BNI
Pengajuan dapat dilakukan online melalui eform.bni.co.id dengan melengkapi data usaha dan diri. Tim BNI akan melakukan survei dan wawancara untuk menilai kelayakan usaha.
Alternatif offline, debitur dapat datang ke kantor cabang BNI dengan membawa dokumen persyaratan. Setelah mengambil nomor antrean, formulir diisi dan agunan diserahkan bila diperlukan.
Proses persetujuan biasanya memakan waktu 3–7 hari kerja. Setelah disetujui, UMKM dapat langsung memanfaatkan dana KUR untuk pengembangan usaha.
Strategi Pemanfaatan Dana KUR untuk UMKM
Pelaku usaha disarankan menggunakan dana KUR secara efisien. Fokus pada pengadaan bahan baku, modal kerja, atau pengembangan kapasitas produksi akan meningkatkan produktivitas dan omzet.
Dengan plafon hingga Rp100 juta dan tenor fleksibel, KUR BNI 2026 menjadi sarana efektif memperkuat usaha mikro dan kecil. Cicilan terjangkau serta suku bunga tetap memberi kepastian dalam perencanaan keuangan UMKM.
Program ini diharapkan mampu mendukung keberlangsungan usaha, meningkatkan daya saing, dan mendorong pertumbuhan ekonomi lokal. UMKM yang memanfaatkan KUR dengan tepat berpeluang memperluas pasar dan memperkuat pondasi usaha jangka panjang.