VISIENERGI.COM — Iran resmi menyerahkan tujuh persyaratan yang harus dipenuhi Amerika Serikat sebelum kedua negara membuka perundingan. Syarat yang disampaikan melalui Dewan Keamanan Nasional Tertinggi Iran ini menjadi prasyarat utama untuk meredakan ketegangan di Selat Hormuz. Konflik berkepanjangan antara Teheran dan Washington membuat aktivitas pelayaran di jalur strategis tersebut terus terganggu.
Sekretaris Dewan Keamanan Nasional Tertinggi Iran Mohsen Rezaee menyatakan pihaknya telah mengirimkan daftar syarat tersebut kepada pemerintah AS. Pernyataan itu disampaikan kepada kantor berita Iran, Tasnim, pada Sabtu (19/9).
Rezaee menegaskan bahwa negosiasi apa pun hanya bisa dimulai jika Washington menerima ketujuh syarat yang diajukan Teheran. "Iran telah mengajukan tujuh syarat kepada pemerintah AS untuk memulai perundingan apa pun," ujarnya.
Peringatan Keras dari Teheran
Dalam pernyataannya, Rezaee menyampaikan pesan tegas bahwa AS tidak punya banyak pilihan selain memenuhi tuntutan Iran. Ia menyebut Washington saat ini terjebak dalam situasi yang mereka ciptakan sendiri.
"Pesan kami jelas dan tegas - jika AS ingin keluar dari kesulitan yang mereka ciptakan sendiri dan tidak ingin terus terjebak di dalamnya, tidak ada pilihan lain selain menerima syarat-syarat dari Iran," kata Rezaee.
Kesepakatan Juni yang Tak Bertahan Lama
Pada Juni, Teheran dan Washington sempat menandatangani nota kesepahaman yang ditujukan untuk menghentikan perselisihan. Kesepakatan itu tidak bertahan lama karena kedua pihak kembali saling menyerang.
Hingga kini konflik belum menemukan titik akhir. Eskalasi pertempuran membuat aktivitas pelayaran di Selat Hormuz terkendala, termasuk lalu lintas kapal yang membutuhkan izin dari Iran.
Dampak bagi Jalur Pelayaran Global
Selat Hormuz merupakan salah satu jalur pelayaran paling strategis di dunia. Setiap gangguan di kawasan ini berdampak langsung pada arus perdagangan minyak dan komoditas antarnegara.
Bagi Indonesia, ketegangan di Selat Hormuz berpotensi memengaruhi harga minyak mentah dunia. Sebagian besar kebutuhan energi nasional masih bergantung pada impor, sehingga gejolak di kawasan Teluk bisa berdampak pada biaya energi domestik.
Pihak AS belum memberikan tanggapan resmi atas daftar syarat yang diajukan Iran. Belum jelas pula apakah Washington akan membuka komunikasi lebih lanjut atau memilih jalur eskalasi militer.
Yang jelas, kebuntuan antara kedua negara masih jauh dari penyelesaian. Syarat yang diajukan Iran menjadi ujian bagi AS untuk menentukan arah kebijakan berikutnya di kawasan Teluk.